Memberdayakan Generasi Yang Berbeda

Posted on February 17th, 2023

“In every generation, the world is changed by a few people, who stand for something, do not fear unpopularity and dare to make a difference.” (Nicky Gumbel)

 

BEDA GENERASI, Haruskah dipertentangkan? Perusahaan sudah menghadirkan karyawan dengan generasi yang berbeda, karena kita membutuhkan talenta yang dimiliki masing-masing mereka. Dalam laporan yang dikeluarkan Korn Ferry tentang The Changing Face of Leadership, banyak pakar memprediksi bahwa berbagai perubahan besar masih terus berlanjut. Perubahaan ini menuntut kapabilitas kepemimpinan yang mampu mendrive the change in a complex volatile business landscape. Persisnya, pemimpin yang selama ini mengandalkan pendekatan control, consistency dan closure disarankan untuk beralih ke pendekatan memberdayakan (empowering), lebih luwes dan gerak cepat ( agile and speed), mampu mengelola paradox. Selain itu pemimpin tersebut perlu mengedepankan growth mindset, smart integrator , dan collaborator secara lintas divisi internal maupun dengan pihak luar, serta mampu mengaktivasi tim secara cepat.

 

Kontribusi Melalui Buku

Menyadari hal ini Tim HRDF (Human Resources Directors Forum) menggagas, menulis dan menghadirkan buku: LEADING ACROSS GENERATION, Haruskah Perbedaan Generasi Dipertentangkan? Saat anda membaca tulisan ini, buku tersebut yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, sudah hadir di Toko Buku Gramedia.

Paparan dalam bentuk story telling berbagai pengalaman nyata para penulis kiranya bisa memberi inspirasi tentang langkah krusial yang perlu diambil untuk saat ini dan masa depan.

 

Belajar Memanusiakan Manusia

Saat seorang karyaan baru memasuki hari pertama bekerja, ada pengalaman yang dia dapatkan. Mengesankan? Menyenangkan? Insightful? Atau kalau kita tarik garis agak kebelakang, saat iklan lowongan kerja ditanggapi calon karyawan, serta seluruh proses rekruitmen selanjutnya, ada pengalaman yang didapat oleh mereka. Semua itu membangun experience sejak dini: Menyenangkan? Mengagumkan? Pengalaman ini akan menumbuhkan motivasi karena yakin berada di perusahaan yang mempunyai tata nilai sesuai dengan yang dianut individu karyawan.

Pembelajaran itu akan terus mengalir, seandainya karyawan baru ini membuka diri untuk itu. Karena itu bekal sederhana yang diberikan ayah Eka Yuniarti ini bisa sangat membantu, saat dia mengawali kariernya di perusahaan baru.

Lima tips sederhana tersebut diatas, bila dipraktekkan secara benar dan tulus, maka sudah membantu untuk bisa diterima di lingkungan baru dan menarik siapa saja yang ada dalam ecosystem itu untuk membantu, saat diperlukan. Karyawan baru mulai dengan membuka diri siap belajar, dan mulai berusaha mengenal orang-orang disekitarnya, secara proaktif mendekatkan diri dengan mereka dan siap menyerap berbagai ilmu dan pengalaman yang mereka punyai. Dari pendekatan dan interaksi dengan orang-orang tersebut, karyawan baru dapat menyimak bagaimana para leader menghidupi values dan menjadi contoh untuk  berperilaku sesuai values yang dianut perusahaan tersebut. Dan intinya adalah perilaku para leader yang memanusiakan manusia, memperlakukan karyawannya sebagai manusia yang layak dihargai.

 

Mengapa Kelima Butir Ini?

Mengapa lima butir ini, yang nampak sangat sederhana, yang dipilih untuk membekali Eka di hari pertama melangkah ke dunia kerja? Pertimbangannya juga sederhana.

  • Kelima butir itu bisa dan muda dikerjakan olehnya dan juga oleh siapa saja karyawan baru. Namun demikian sering sekali terlewat
  • Orang akan merasa dihargai, dihormati, dimanusiakan.
  • Orang yang melakukan kelima tips tersebut dengan tulus, akan memperlihatkan dirinya sebagai pribadi yang positif
  • Perilaku ini akan sekaligus menjadi contoh untuk juga dilakukan oleh orang lain
  • Perilaku-perilaku itu memungkinkan kehadiran karyawan baru diterima secara positif, sehingga semua yang ada di lingkungan siap untuk membantu
  • Perilaku itu memudahkan dalam membangun network sejak dini, sejak awal bergabung dengan perusahaan.

Dengan mendemonstrasikan perilaku positif dalam keseharian tersebut, kita akan terus menempah diri menjadi pribadi positif yang layak dipercaya untuk tugas-tugas besar di kemudian hari, termasuk untuk menduduki posisi sebagai pimpinan

 

Ragam Pilihan Dengan Beda Sudut Pandang

Warna-warni isi buku ini merupakan perpaduan dari ragam pengalaman nyata penulis yang berasal dari organisasi dan industri yang berbeda-beda. Dengan demikian pembaca akan leluasa mencerna mana pengalaman yang bisa dipetik untuk diterapkan di organisasi tempat kerjanya. Ini akan membantu memberikan perspektif atau sudut pandang berbeda dalam implementasi.

Kita akhirnya dihadapkan pada banyak pilihan untuk secara optimal memberdayakan karyawan kita dari generasi yang berbeda. Kehadiran mereka juga menjadi sumber pembelajaran dari perspektif pemikiran yang beragam, jika kita sungguh-sungguh ingin memberdayakan mereka. Karena itu, bukan saatnya mempertanyakan: Haruskah Perbedaan Generasi Dipertentangkan? Kita perlu mengubah pertanyaan itu menjadi: Bagaimana memberdayakan beda generasi untuk hasil yang maksimal?

 

“You could be the best team or the best player in different generations and people respect each other. Nobody cares who was the best.” (Jim Brown)

Catatan: Buku dengan tandatangan penulis, bisa dipesan via WA mba Meisia Chandra +62 818-111-620

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya