MU dan Leadership ala Alex Ferguson

Posted on September 7th, 2018

“You must recognize that people are working for you. Knowing their names, saying good morning in the morning is critical.” (Sir Alex Ferguson)

KERETA dari Stasiun Euston mulai bergerak mengantar kami menuju Manchester Picadelly, menempuh perjalanan sekitar 2 jam. Hari itu kami berkesempatan untuk memasuki museum dan Stadion Manchester United. Kali ini saya hanya ingin mengedepankan beberapa foto kenangan, bersamaan dengan tulisan tentang Pelajaran Leadership dari seorang Alex Ferguson.

Pemimpin yang Disiplin dan Berpikir Jauh Ke Depan

Dalam tulisannya tentang Alex Ferguson, Five Lessons in Leadership from Manchester United’s Former Manager, Bill Snyder memulainya dengan pernyataan berikut:

“As a player, coach, and manager, Alex Ferguson learned the importance of discipline and thinking long term.”

Simak juga tautan berikut ini:

https://www.gsb.stanford.edu/insights/five-lessons-leadership-manchester-uniteds-former-manager

Di saat tulisan tersebut diterbitkan, Ferguson telah mengantar team dalam memenangkan 38 piala, sebagai hasil coachingnya selama 27 tahun.

Lima Pelajaran Leadership Alex Ferguson

  1. Be Consistent in Imposing Discipline

Konsisten menurut Ferguson adalah esensi seorang Leader. Disiplin adalah aspek penting dari management dan tim harus tahu atau mengenal pimpinannya serta percaya bahwa Anda benar saat menerapkan sebuah aturan. Namun, jangan terlalu cepat menerapkan sanksi, seperti umumnya dilakukan oleh leader yang kurang berpengalaman atau yang kurang percaya diri.

  1. Embrace Your Entire Team

Sebelum menjadi coach, Ferguson adalah seorang pemain speak bola, dan dia ingat betul ada seorang coach yang tidak pernah mengucapkan “selamat pagi” saat berpapasan. Perlu diingat bahwa banyak orang yang bekerja untukmu. Mengenal mereka dengan namanya dan mengucapkan selamat pagi sangat krusial. “You must recognize that people are working for you. Knowing their names, saying good morning in the morning is critical,” kata Alex Ferguson.

Dan setiap kali Anda memenangkan piala, Anda harus membawa semua anggota tim ke kantin – karyawan laundry atau canteen staff juga orang-orang di lapangan – dan semprotkan champagne kepada setiap mereka, karena mereka juga bagian dari piala kemenangan itu, bukan saja pemain.

  1. Firing Is Hard – Do It Right

Memecat orang memang sulit, kata Ferguson, tapi kalau harus dilakukan, lakukan dengan tepat dan penuh kejujuran.

Berpikir Jangka Panjang demi Club

  1. Think Long Term

Ferguson meluangkan waktu untuk membangun fondasi untuk kejayaan jangka panjang, hal yang tidak banyak manajer sepakbola lakukan. Umumnya manager sepakbola mendapat tekanan untuk selalu menang dan membuahkan hasil finansial setiap kwartal. Tapi top management dari Manchester United menaungi Ferguson dari pressure seperti itu. Ini yang membuat Ferguson dapat bekerja tanpa mencemaskan apakah dia masih akan ada di MU bila pamor club memudar.

  1. Lean Forward

Bahasa tubuh sangat penting. Seseorang yang duduk di depan kita dan tubuhnya dicondongkan sedikit ke depan, memperlihatkan bahwa mereka sungguh-sungguh dalam berdialog. Mengajukan pertanyaan dalam proses interview adalah juga krusial. Pertanyaan mereka akan memperlihatkan isi pikiran mereka, juga menggambarkan tingkat pengalaman dan kematangan mereka.

Pelajaran butir dua tersebut di atas nampak kecil, namun banyak leader, bukan saja dalam sepakbola, mengabaikannya, tanpa menyadari bahwa melakukan hal tersebut bisa memberikan dampak yang luar biasa.

Pada 2012, Professor Anita Elberse dari Harvard Business School menawarkan kesempatan kolaborasi untuk menganalisa pendekatan managerial ala Ferguson dan menyusun sebuah case study berjudul: “Sir Alex Ferguson: Managing Manchester United.” Mereka mempelajari dan menganalisa berbagai aspek dibalik kesusksesan Ferguson. Dan hasilnya, telah diterbitkan sebuah artikel popular di Harvard Business Review, October 2013, dan Ferguson pun terlibat dalam berbagai kelasnya Elberse. Langkah ini dilakukan Harvard demi memperkaya materi pendidikan leadership dari pemimpin yang telah tampil beda.

Tidak terasa kereta yang membawa kami kembali ke London, sudah tiba di Stasiun Euston.

“I often get a measure of someone by listening to the questions they pose. It shows how they think; offers a sense of their level of experience and degree of maturity.” (Sir Alex Ferguson)

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

2 Responses to MU dan Leadership ala Alex Ferguson

  1. Santi Sumiyati says:

    Selamat Pagi Pak Josef, sungguh satu pelajaran lagi yang saya peroleh dari Bapak…ternyata banyak sekali hal – hal yang harus saya pelajari Pak setelah membaca tulisan Bapak….terima kasih Pak Josef…tetap menginspiasi ya Pak

    • josef josef says:

      Bukan hanya Santi, sayapun masih belajar banyak hal, dan begitu saya dapat pelajarannya, saya lalu membaginya, seperti dalam tulisan ini dan tulisan berikutnya lagi. Salam –

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 pa Andreas, Sampai sekarangpun, setelah berkali2 hadir disana, saya masih merasa bahwa...

Andreas Wahyu:
Pak Josef, thanks for share, saya sendiri yg ikut juga di acara LUYC 2019, merasa beruntung dan...

josef:
Terima kasih Ratih, sebuah highlight yang memperkuat insight yang diangkat dari pengalaman di Transformer...

Ratih Hapsari:
Membaca tulisan Pak Josef di atas bahwa perubahan harus merupakan tanggung jawab semua lini dan tidak...

josef:
Terima kasih Tromol, kapan saja sempat silahkan simak berbagai tulisan disini


Recent Post

  • Coaching World Game 2019
  • Akselerasi Pengembangan Valuable Talent
  • Biasakan Membangun Mimpi
  • Faster and Shorter
  • Your Legacy
  • Bahagianya Saling Belajar
  • Dampak Positif bagi Sesama
  • Push Beyond the Limit
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Digitalisasi di Telapak Tanganmu