Pemimpin Berkarakter Positif

Posted on November 16th, 2018

“Leaders touch a heart before they ask for a hand.” (John C. Maxwell)

TERTEGUN KEMUDIAN SENYUM GEMBIRA. Mungkin itulah reaksi ketika saya diminta untuk berbagi dengan judul: Building Leader’s Character Ready for 2020. Tertegun karena membangun karakter tidak mungkin dalam semalam. Apalagi dengan Ready for 2020 yang hanya tinggal beberapa belas bulan lagi.

Tapi saya pun senyum gembira karena ada kontras dalam praktek kita mempersiapkan leaders untuk masa depan. Forum ini adalah forum penghargaan bagi perusahaan yang dinilai berhasil mengembangkan leaders from within.

Contoh Model dan Contoh Program

Saat saya berada di depan hadirin yang memenuhi ball-room, saya merasakan hadirnya energi positif yang luar biasa.

Pertama, karena momen hari itu adalah momen perayaan, yang hadir turut gembira akan hasil yang diraih teman-teman atau perusahaan mereka.

Kedua, saya bisa dengan bangga menyampaikan bahwa saya sendiri sangat percaya akan leadership development from within dan terlibat dalam berbagai kegiatan real di perusahaan, dan itulah yang ingin saya bagi hari itu.

Ketiga, hasil dari berbagai langkah dilakukan oleh team direksi yang solid dan ditunjang oleh para senior leader di semua lini dan divisi, maka hasilnya bisa disaksikan oleh banyak orang, baik internally maupun oleh masyarakat.

Salah satu buah dari usaha pengembangan leader from within adalah yang namanya Josef Bataona. Dia mengawali kariernya sebagai management trainee dan mengalami sendiri berbagai program pengembangan hingga menduduki posisi Direktur HR. Ketika saya melihat sisi kiri dan kananku saat itu, dari sembilan anggota direksi (termasuk President Direktur) ada enam direktur lokal yang tumbuh dari management trainee, ada seorang direktur lokal yang di-recruit dari luar untuk posisi OD di HR, kemudian berkeliling di beberapa Divisi Bisnis sebelum menjadi Direktur. Dan dua lagi adalah expatriate. Kebiasaan ini masih diteruskan hingga hari ini.

Values yang Tak Ternilai

Mengembangkan skill seorang leader memang penting. Tapi mendorong semua leader untuk hidup sesuai nilai (corporate values) adalah keharusan. Kembali ke judul presentasi tersebut, saya menawarkan untuk kita fokus kepada Leader yang seharusnya mempunyai komitmen untuk menjadi role model. Beberapa contoh saya sajikan, siapa tahu bisa menginspirasi hadirin.

Sebuah pesan yang selalu saya sampaikan di banyak kesempatan adalah bahwa seorang Leader seakan hidup di rumah kaca. Semua orang melihat semua perilaku dan tutur katanya. Ada dua hal yang ingin saya garis-bawahi:

Pertama: Pesan tentang Rumah kaca melalui Totem

Kesepakatan kami sesama direksi untuk saling mengingatkan untuk hidup sesuai values kita. Sebuah Totem dari Papua kami hadirkan.

Saat pertama implementasi, Presiden Direktur membuat selembar tulisan, menyampaikan evidence tentang salah seorang direktur yang hidup sesuai salah satu value perusahaan. Surat itu dibacakan sebelum board meeting, kemudian dilipat dan dimasukkan ke dalam Totem dan diserahkan kepada direktur yang bersangkutan. Selanjutnya tugas direktur tersebut adalah mengamati rekan direktur lainnya, sampai dia menemukan cerita dari direktur lain.

Sebelum board meeting dimulai, direktur tersebut membacakan ceritanya, mengeluarkan kertas lama dalam Totem, memasukkan kertas baru dan menyerahkan Totem tersebut kepada direktur berikutnya. Dan terus berlanjut…. Dengan cara seperti itu, kami ingin selalu saling mengingatkan agar senantiasa hidup dalam keseharian sesuai dengan values yang kita susun bersama.

Kedua: Leader, Be Present!

Kosep “Walk the Talk” tidak saja berkaitan dengan peran leader yang menjalani keseharian sesuai values. Tapi juga “hadir nyata” di mana karyawan jelas-jelas menyaksikan kehadirannya sebagai role-model. Perbuatan akan berbicara lebih lantang dari hanya sekedar penjelasan melalui presentasi.

Apalagi dalam organisasi besar, yang secara geografis tersebar di seantero tanah air. Karyawan di bawah sana ingin menyaksikan sendiri, bagaimana seorang pemimpin berperilaku. Mulai dari atasan dia langsung, atasan dari atasannya, sampai ke tingkat direktur. Apakah ada konsistensi?

Kita sering sekali fokus pada pesan dan cerita keluar untuk menarik calon-calon karyawan dari market. Tapi sering juga kita lupa bahwa kita harus memberikan pesan dan cerita yang sama kepada karyawan kita.

Dan ini lebih berat, karena cerita itu dalam bentuk perilaku keseharian. Jangan sampai calon karyawan yang hebat yang kita bawa masuk ternyata kecewa karena apa yang mereka baca dan dengar di luar itu beda dengan kenyataan yang dihadapi. Apalagi karyawan yang sudah lama bekerja. Orang bijak bilang, karyawan kita akan memperlakukan pelanggan dengan mencontoh bagaimana mereka diperlakukan oleh para leader mereka.

Saya sendiri membuat komitmen untuk secara berkala mengunjungi karyawan di ujung tombak, di pelosok tanah air. Saya ingin turun sendiri menyapa mereka, berdialog dan mendengarkan mereka. Langkah kecil namun berdampak besar.

Kita Bisa Asal Kita Mau

Kontras yang saya sebut di awal, di mana kita semua sepakat bahwa pengembangan talent yang dipersiapkan menjadi leader adalah penting dan mendesak menyikapi berbagai perubahan dari luar. Tapi dalam konteks mendesak, sering agenda ini menjadi prioritas kesekian bilamana berbagai urgensi lain ada di depan mata, entah itu digitalisasi, ataupun urgensi bisnis menghadapi pesaing.

Perusahaan penerima penghargaan hari itu membuktikan, bahwa mereka juga bisa konsisten menjalankan program pengembangan SDM, termasuk mempersiapkan berbagai pemimpin dari dalam. Kalau mereka bisa, mestinya kita semua juga bisa.

“Always treat your employees exactly as you want them to treat your best

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 bu Nuniek, semangat belajarmu penuh disiplin, dengan rajin membuat rekap setiap hari di FB...

Nuniek Tirta:
Saya sangat beruntung mengikuti kelas ini dan terlebih lagi beruntung karena sekelas dengan Pak Josef....

josef:
Terima kasih sama2 Faiz, semoga bermanfaat dan sukses selalu. Salam

Faiz:
Terima kasih bapak josef atas sharing ilmunya disruption technology memang perbincangan menarik baik dalam...

josef:
Terima kasih Indri, Tim mereka selalu menginspirasi untuk siapa saja yang berkunjung kesana. Salam


Recent Post

  • Self Empowerment
  • Forum Network dan Saling Belajar
  • Harapan Akan Kesempatan Baru
  • Blessing in Disruption
  • Valuable Leader Multiplicator
  • Pemimpin Berkarakter Positif
  • Dampak Kata-Kata Positif
  • Enneagram: A Journey of Self-Enlightenment
  • Agar Lulus Meredam Ego
  • Menginspirasi dengan Perilaku Positif