Posted on June 23rd, 2023
“Deliberately seek the company of people who influence you to think and act on building the life you desire.” (Napoleon Hill)
PRIMARY GREATNESS, menurut Stephen Covey, tak bisa diraih dengan mengabaikan diri sendiri. Atau dengan kata lain, hanya bisa dicapai bila kita peduli pada diri sendiri: kesehatan fisik, mental, emosi dan spiritual. Keempat aspek ini perlu diperhatikan dan diperbaharui secara terus menerus, bila perlu setiap hari. Petikan ini bisa dibaca di buku beliau berjudul, Primary Greatness. Namun pemikiran tersebut sudah dikedepankan sebagai salah satu habit penting dari the 7Habits of Highly Effective people, yaitu habit ke 7, Sharpen the Saw. Pesan beliau yang mengutip kata-kata bijak Abraham Lincoln, bila kita punya waktu 2 jam untuk menebang pohon, maka satu jam pertama akan digunakan untuk megasah gergaji.

Lintas Generasi
Dengan beberapa phone calls, sudah bisa dipastikan akan hadir sekitar 25 orang. Mereka adalah komunitas HR UNILOVERS. Ada yang masih bekerja di Unilever, Sebagian besar sudah pensiun atau menempuh karier di tempat lain. Tapi semuanya masih berdarah biru, birunya logo perusahaan. Dan keterkaitan persahabatan diantaranya semakin erat, karena terus saling membutuhkan, terutama dalam konteks saling belajar dari pengalaman masing-masing. Dalam keseharian, dering teleponpun bisa menandai seorang diantara teman ini lagi membutuhkan sumbang saran yang dibutuhkan. Keyakinan untuk mendapatkan sumber pelajaran bisa tumbuh mengingat anggotanya lintas generasi, bekerja di berbagai perusahaan lintas industri. Bahkan juga lintas benua, ada yang sedang di Amerika, di Inggris, atau di Oman. Walau lintas generasi, semuanya merasa seperti Generasi muda yang sedang outing untuk healing, hanya sekedar tertawa dan bercanda ria. Kehadiran semua malam itu, bukan sekedar reuni, tapi untuk saling update perkembangan masing-masing, guna mengetahui peluang saling belajar.

Humor itu Penting dan Tertawa itu Sehat
Salah satu perekat antar kami, bahkan selagi masih kerja bersama, adalah keleluasaan untuk bercanda-ria, karena percaya bahwa humor itu penting dan tertawa itu sehat. Di sela-sela kesibukan kerja, ada saja selingan menarik yang diciptakan oleh tim. Yang mereka lakukan juga sering kali kebiasaan rutin yang diramu dengan bungkus yang berbeda, lebih kreatif. Dan ini dimungkinkan, karena setiap anggota tim diberi keleluasaan untuk berekspresi, tanpa batasan pangkat, jabatan, kedudukan dan label lainnya.
Merujuk pada pendapat Jennifer Aaker & Naomi Bagdonas dalam bukunya HUMOR, SERIOUSLY, bahwa saat kita tertawa, otak kita melepas coctail of hormones that make us feel happier (dopamine), more trusting (oxytocin), less stressed (lower cortisol), and even highly euphoric (endorphins).
Dan malam itu, kebiasaan inipun dibiarkan mengalir lancar, bukan saja tertawa ria, tetapi juga saling menertawakan kebiasaan-kebiasaan masa lalu, yang semula nampak serius, tapi bisa diungkapkan dengan bungkus humor. Ada yang bercerita, saat diwawancarai, mencoba menawar dan meminta gaji lebih tinggi. Sang interviewer (yang juga hadir malam itu dan menyimak) bertanya serius: “Kamu ini sedang mencari pekerjaan atau mencari uang?”
Yang sebaliknyapun terjadi di pabrik, saat ditanya berapa gaji yang diminta, teman ini dengan hati-hati menyebutkan Rp 10 juta. Langsung dimarahi: ”Kamu ini keterlaluan, mengecewakan, tidak bisa……”
Kaget juga calon karyawan ini, sambil menunggu kalimat lanjutan sambil berdebar-debar. Dengan nada lebih ramah, interviewer mengatakan:
”Kamu meremehkan pekerjaanmu. Untuk posisi seperti itu, kami tidak bisa memberikan gaji seperti yang kamu minta, karena standar kami adalah Rp 12 juta.”
Kaget, tidak percaya, tapi dengan penuh syukur calon karyawan ini menyampaikan terima kasih berlimpah. Dia diterima, dan dia juga hadir bercerita malam itu, di depan sang interviewer yang adalah mantan bosnya juga.

Fasilitator 7 Habits
Saat bekerja, kami memang bekerja sungguh-sungguh, dan terus belajar meningkatkan kemampuan masing-masing berkat kesempatan yang diberikan perusahaan. Dan sebagian besar yang hadir malam itu adalah certified Fasilitator 7 Habits of Highly Effective People. Mereka bukan saja menjadi fasilitator inti untuk mengajarkan 7 Habits kepada karyawan kami, tapi terlebih lagi, mereka terus berusaha untuk menjiwai dan hidup sesuai prinsip-prinsip dasar 7 Habits of Highly Effective People, agar bisa menjadi contoh. Sambil masing-masing kami terus melangkah mencapai misi hidup yang dirumuskan masing-masing sesuai Habit 2, begin with the end in mind, sesewaktu kami juga berhenti sejenak untuk mengasah gergaji kami, saling belajar, saling mengisi agar perjalanan selanjutnya bisa lebih lancar. Terima kasih teman-teman HR Unilovers untuk kebersamaan kita malam itu. Dan pesan pa Willy Saelan saya tempatkan sebagai petikan dalam mengakhiri tulisan ini.
“Anyone can take you away from Unilever, but Unilever can’t be taken away from you.” (Willy Saelan, HR Director Unilever Indonesia)
josef:
Terima kasih Uni, karena dua tahun itu singkat, saranku sudah mulai bersiap-siap dari sekarang kalau niatnya...
josef:
Terima kasih Rina, Dampak bagi orang lain harus diniatkan dan dilakukan secara konsisten. Dan dimulai dari...
Unie:
Setuju Pak Josef, masa purna bakti bukan titik akhir tapi adalah fase baru yg harus kita rencanakan dengan...
Rina Ismariati:
Sebagai bagian dari generasi yang masih sedang membangun perjalanan karier, saya merasa banyak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Sofia, semoga bermanfaat. Bagi juga inspirasinya kepada teman2 lainnya yang...
Selalu heboh selalu fun dan selalu ngangenin bertemu Unilovers
Betul mba Indri, rasanya waktu tak pernah cukup. Terima kasih