Belajar dari Leluhur

Posted on July 28th, 2017

“The way your employees feel is the way your customers will feel. And if your employees don’t feel valued, neither will your customers.” (Sybil F. Stershic)

BELAJAR bisa dari mana saja. Bagi yang terus membuka diri untuk menyerap berbagai ilmu pengetahuan dan pengalaman yang hadir di depan mata kita setiap hari, maka akan selalu melihat butir pembelajaran yang orang lain tidak lihat. Belajar bisa dari buku, tulisan-tulisan di media cetak atau juga melalui akses internet di dunia maya. Meluangkan waktu berbicara dengan orang lain, terutama dengan yang mempunyai banyak pengalaman, akan membuat kita sendiri cepat belajar dan menyerap ilmunya.

Manfaat Bagi Orang Lain

Dalam perjalanan kami menuju Pati, rombongan yang terdiri dari 5 mobil janjian untuk berkumpul disebuah warung, yang dikenal umum Waroeng Pati, atau bahkan dikenal juga dengan nama Dua Kelinci. Ada beberapa keunikan yang bisa langsung nampak:

Jagung yang digunakan untuk menghiasi beberapa dinding.

28 Juli 17_Belajar dari Leluhur1

Juga meja bundar di halaman dalam yang ditutup kaca dan dibawahnya terdapat banyak kacang. Mungkin karena mereka adalah penghasil kacang ini.

28 Juli 17_Belajar dari Leluhur2

Tapi yang lebih menarik adalah sebuah bingkai di dinding dengan judul: “Pitutur Leluhur Jawa”. Di sana ada 10 butir yang menurut hemat saya sangat penting untuk kehidupan kita ini, kalau saja kita mau menyimak dan menerapkannya. Butir pertama saja sudah bicara tentang melayani:

“Hidup itu nyala. Hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, semakin besar manfaat yang kita berikan tentu akan lebih baik.”

Selebihnya bisa disimak di foto berikut.

28 Juli 17_Belajar dari Leluhur3

Tradisi yang Terus Dilestarikan

Banyak sekali tradisi di tanah air ini yang sebetulnya memberikan pesan moral yang sangat mendalam. Berbagai tarian daerah, atau kesenian lainnya, selain mempunyai  nilai hiburan, tapi juga mendidik.

Mungkin itu alasan dimana pabrik gula kami yang berada di Pati mempunyai acara tahunan yang masih dipertahankan hingga saat ini. Jelang giling tebu, akan diadakan pasar malam, donor darah dan bakti sosial. Namun yang lebih menarik lagi adalah pertunjukan ketoprak dan wayang kulit untuk menghibur rakyat sekitarnya. Mereka adalah petani tebuh dengan sistim 100% plasma.

Biasakan Mencatat

Ide-ide untuk pembelajaran terkadang hadir mendadak di hadapan kita. Dan kalau kita tidak segera menyerapnya, akan hilang begitu saja. Maka lembaran catatan yang terdapat di hotel ini langsung menarik perhatian saya.

28 Juli 17_Belajar dari Leluhur4

Lembaran ini menjadi sarana untuk mencatat ide-ide gemilang tersebut, entah masih dalam bentuk satu dua kata, atau satu dua kalimat, yang akan dikembangkan kemudian. Saya juga menggunakan lembaran ini untuk mencatat hal-hal penting dalam kunjungan ini, termasuk ide untuk posting di blog.

“The more that you read, the more things you will know. The more that you learn, the more places you’ll go.” (Dr. Seuss)

Bookmark and Share

2 Responses to Belajar dari Leluhur

  1. Rolin says:

    Semakin saya mempelajari kehidupan ini, semakin saya menyadari bahwa saya belum ada apa-apanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih coach Indra, sukses juga untuk bukumu yang baru: Effective Coaching Skills for Leaders. Salam

Indra Dewanto:
Sukses selalu dan terus menginspirasi Pak Josef Bataona….:)

josef:
Terima kasih sama2 Tromol, satu dua kata yang bermanfaat, kiranya menyejukan. Salam sehat dan sukses

Tromol Sihotang:
Terima kasih pak Josef yang setiap saat memberikan pandangan, arahan dan tentunya bimbingan yang...

josef:
Terima kasih sama-sama bu Dwi Suwarnaning, sukses selalu, salam


Recent Post

  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST
  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement