Don’t Make Resolution Create Habits

Posted on January 14th, 2022

“People are working harder than ever, but because they lack clarity and vision, they aren’t getting very far. They, in essence, are pushing a rope with all of their might.” (Stephen R. Covey)

DISIPLIN sudah menjadi tema yang saya angkat dalam tulisan di akhir tahun lalu, dengan judul: Disiplin Membangun Kebiasaan Positif. Kali ini saya ingin memotret kebiasaan kita membuat resolusi, dengan mengajak semua pembaca ini untuk menambahkan sedikit bumbu penyedap, yang bisa memberikan warna positif untuk 2022 dan selanjutnya.

Create Habits for Better 2022 and Beyond

Flier berikut ini sengaja kami dan team SHANI (Sharing Alumni) ciptakan untuk memprovokasi teman-teman yang sudah atau sedang membuat resolusi 2022, agar bisa hadir untuk belajar bersama.

Apa yang ada dalam pikiran orang saat menuliskan resolusi?

Apakah sedang membuat to do list untuk dicentang kalau sudah dilakukan?

 

Dalam menuliskan butir2 resolusi, banyak yang fokus pada DOING. Sesi SHANI kali ini saya mengajak teman2 untuk meningkatkan DOING ke level BEING, dengan membangun KEBIASAAN positif secara disiplin selama 2022 dengan dampak berkelanjutan. Mudah2an kebiasaan ini menjadi VALUE diri kita yang akhirnya tanpa disadari  menjadi CONTOH yang menginspirasi banyak orang.  Dalam sesi ini juga dipaparkan banyak praktek nyata yang kecil, sederhana yang bisa diimplementasi dengan mudah.

Tujuan Akhir

Kami juga belajar untuk membiasakan diri dengan memulai dari titik akhir, seperti kata Stephen Covey, Begin with the end in mind, sambil menambahkan penjelasan:

Are you right now: who you want to be, what you’d dreamed you’d be?

Dan tak lupa beliau mengingatkan:

If your ladder is not leaning against the right wall, every step you take gets you to the wrong place faster.

Karena itu tidak berlebihan, slide pertama yang saya tempatkan adalah untuk mengingatkan kita semua untuk senantiasa melihat sisi positif dari setiap orang, setiap kejadian, setiap pengalaman kita setiap hari. Saat saya meminta peserta untuk memikirkan seorang yang saat ini tidak mereka sukai atau bahkan benci, kemudian menuliskan kebaikan yang bisa ditemukan dalam diri orang yang mereka benci tersebut. Kebanyakan bisa menemukan kebaikan dimaksud, bahkan ada yang menemukan lima atau tujuh. Yang menemukan tujuh, sampe kaget sendiri.

Saya kemudian mengajak peserta: Bagaimana kalau kita biasakan untuk fokus pada kebaikan dari orang yang kita temui, mudah-mudahan, alam semesta akan menghadirkan berbagai kebaikan dihadapan kita setiap hari.

Slide yang sama saya tempatkan lagi di akhir presentasi dengan sebuah pertanyaan reflektif kepada diri sendiri:

What will people find in me.

Dengan apapun yang sudah, sedang, dan akan saya kerjakan, orang-orang sekitarku akan mengenal saya sebagai pribadi seperti apa. Mudah-mudahan pribadi positif yang bisa menjadi contoh buat banyak orang. Atau bahkan pribadi positif yang menjadi bagian dari komunitas yang lebih besar dari diri kita sendiri saat menjawabi pertanyaan: What am I here for, atau What am I part of that is greater than myself?

Langkah Pertama dari Sejuta Langkah Berikutnya

Saya kembali mengangkat contoh kebiasaanku berolahraga secara disiplin. Awalnya memang kesulitan karena melihat jadual kegiatanku sangat padat, ditambah lagi dengan waktu yang dibutuhkan untuk pulang pergi ke kantor. Jadual ini sengaja saya petakan untuk mengintip peluang agar bisa memulai komitmen untuk berolahraga. Dan ternyata bisa.

Dengan pendekatan ini, dan kebiasaan yang sudah lama dibangun, maka saat sudah pensiunpun, saya dan istriku masih rutin melakukan olahraga.

Salah seorang peserta, Catur Amalia (LIA), membagikan kepada peserta pengalaman pribadi saat dia memutuskan untuk mulai membangun kebiasaan berolahraga:

Atas pertanyaan host, kapan dan apa yang mentrigger Lia mulai berolahraga, berikut jawabannya:

“Tahun 2019 saya melihat salah satu kerabat yang usianya sudah tidak muda lagi mulai merasakan sakit dibeberapa bagian tubuhnya, salah satu penyebabnya adalah over weight. Berdiri lama sudah sulit karena beliau merasakan sakit dilututnya. Ada perasaan sedih dan mulai ada kekhawatiran didiri saya. Apakah nanti dimasa tua saya, saya akan sama seperti itu? Apa yang bisa saya lakukan mulai dari sekarang agar saya bisa insyaaAllah sehat dimasa tua saya?

Kembali ingat dengan sosok Pak Josef, yang… look at him. Beliau diusianya saat ini, WOW… Healthy and absolutely happy. So I decide that I wanna be like Pak Josef. My role model

Saya mulai berinvestasi untuk diri sendiri demi masa tua nanti, saya mencoba lari, bersepeda dan sampai akhirnya saya coba salah satu olahraga berbasis drumming yaitu POUND FIT. I’m falling in love with Pound so I’m happy to MAKE TIME for exercise, belajar lebih DISIPLIN lagi agar bisa me-manage waktu.

Kenapa mencoba berbagai jenis olahraga?  Karena saya tidak mau olahraga karena terpaksa, so yes I choose my fave one so I can be more happy and healthy.”

Saat ditanya, Apa yang Lia rasakan sekarang setelah menjadi trainer fitness, dengan penuh percaya diri Lia mengutarakan:

“Masih surprise sama diri sendiri karena dulu saya tidak pernah terfikir untuk berolahraga but then here I am now, November 2021 I’ve been certified Pound Pro.

Saya semakin termotivasi untuk belajar lebih lagi tidak hanya tentang POUND tapi juga tentang how to increasing my strength, my endurance dan  yang utama saya lebih bersemangat lagi berusaha agar ilmu yang saya miliki tidak hanya memberi VALUE untuk diri saya sendiri  but also insyaa Allah untuk orang lain disekitar saya.

Melalui sosmed, saya terus bercerita tentang aktivitas ini, sambil mengajak teman-teman lain untuk mulai mencintai olahraga demi kesehatan dan kebahagian mereka sekarang dan dalam jangka panjang.”

Selanjutnya Lia merangkum pembelajarannya malam itu dalam beberapa gambar, dan menyertakan tiga pembelajaran utama yang bisa dibaca di gambar berikut ini.

Rangkuman dari Host

Walau malam minggu, banyak sahabat yang hadir untuk belajar bersama. Saya memilih untuk menutup tulisan ini dengan meminjam rangkuman yang disajikan ka Fiona Wang sebagai Host, di postingan IG beliausebagai berikut:

Acara SHANI malam ini bener-bener seruuu banget..

Ngecharge energy full untuk semakin tangguh dan happy di tahun 2022 dengan membangun kebiasaan efektif.

Thank you so much atas sharingnya ka Josef @josefbataona

Beberapa hal yang nancep sekali di saya setelah kita semua diajak ka Josef untuk menyelami tentang:

  • Melihat kebaikan dalam diri orang lain.
  • Memimpin diri sendiri sebelum memimpin orang lain.
  • Dimana fokusmu diletakkan: pada problem atau Remedy atau Outcome?
  • Be the person you want to meet.
  • GEM: Gratitute, Empathy and Mindfulness yang memperkuat Resilience.
  • Empati bukan hanya tentang rasa tetapi tentang Action.
  • Menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu karena SAYA BELAJAR.

Dan masih banyak lagi.. Wow.. (Fiona Wang)

Dalam mempersiapkan sesi ini, tiga lembar Intuitive Coaching Cards mengingatkan saya akan hal yang sangat penting:

  1. Kartu Brotherhood: mengingatkan saya akan pentingnya mengajak peserta membangun persaudaraan dan kerukunan, karena kita diperlukan dan memerlukan orang lain.
  2. Kartu Financial: Upaya untuk mendapatkan benefit keuangan di 2022 perlu, dengan catatan, agar penghasilan itu bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Dan usaha meningkatkan keuangan tersebut jangan sampai dengan mengorbankan persaudaraan. Disamping itu, ada hal penting yang tidak bisa dinilai dengan uang: kebahagiaan, kasih saying, kekeluargaan dan persaudaraan, yang perlu dirawat.
  3. Kartu Value Others, bila anda adalah seorang leader, hargailah orang lain dan bantu mereka memberikan nilai tambah, luangkan waktu untuk mendapatkan feedback dari timmu, buka diri untuk belajar dari orang lain, dan tentukan prioritasmu

Kita baru melangkah di awal 2022 dan niat yang dicatat melalui chat sungguh menggembirakan. Selanjutnya masing-masing akan mulai memilih kebiasaan positif apa yang akan dibangun demi 2022 yang lebih baik. Semoga semua komitmen tersebut memberikan dampak positif bagi diri sendiri, dan dalam memupuk kerukunan dan persaudaraan, serta memberikan kontribusi bagi Indonesia yang lebih baik.

“Company of good people is like walking in a shop of perfume. Whether you buy the perfume or not, you are bound to receive the fragrance.” (Anonymous)

Bookmark and Share

4 Responses to Don’t Make Resolution Create Habits

  1. lia.catri says:

    Good morning, Pak…
    First of all, thank you for having me at your sharing session.
    Also thank you for this article, bisa dibaca berulang-ulang supaya lebih meresap (kalau masih ada yang belum paham, pasti segera WA Bapak untuk bertanya :D).
    Menarik sekali tiga lembar Intuitive Coaching Cards, it’s not just about me but also about bring VALUE to others.

    Thank you so much Pak..
    Have an AWESOME weekend…

    • josef josef says:

      Most welcome Lia, senang bisa mengangkat pengalamanmu untuk belajar bersama. Kita akan terus saling belajar dan berbagi pengalaman. Keep in touch – Salam

  2. Novi Maya says:

    Thank you Pak Josef. Tulisannya selalu menarik, aplikatif dan memotivasi. Judulnya langsung menarik perhatian saya karena mendorong saya untuk merubah habit ke arah yang lebih positif dan produktif. Ditunggu tulisan-tulisan selanjutnya pak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....

Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...


Recent Post

  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi