Memahami Isi Pikiran Generasi Muda

Posted on January 29th, 2013

“Music washes away from the soul the dust of everyday life” – Berthold Auerbach

HARI ITU tanggalan berwarna merah, yang berarti libur kerja dan ada kesempatan untuk santai dengan keluarga di rumah. Eka, putriku yang baru bangun tidur langsung menyapa dengan penuh antusias:

“Pa’ EXO mau keluarin album baru. Ngga sabaran nunggu.

“Ada istimewa apa di balik album tersebut yang membuat orang begitu bersemangat menunggu??,” tanya saya penasaran.

Dan dengan lancarnya, meluncur kalimat dari mulut Eka.

“Loving a band with all your heart is something you only understand when it happens to you”

Wao… kutipan yang sangat menggetarkan. Dari mana nemu quote itu sepagi ini??”

“Sekarang buka Ipad bapa, dan lihat itu, barusan saya kirim, kata Eka sambil menekan tombol send di iPhone-nya. Ternyata, yang dia kirim adalah petikan kata-kata Alex Gaskarth – Vocalist All Time Low. Eka pun tidak lupa menambahkan, “Ada beberapa pernyataan yang gue banget.

Saya kutip utuh untuk pembaca agar bisa memahami gejolak jiwa muda seperti Eka ini.

“Loving a band with all your heart is something you only understand when it happens to you. On the surface, others can see it as a petty obsession, but they’ll just never know the feeling of putting so much faith into a few people on the other side of the world. It’s hard to explain it to them, the listening to song after song on repeat, the wait for new albums, the excitement and surreal sensation when you finally see them live. They don’t seem to understand why the lyrics booklets give you a sense of comfort, or why you paste photos of them all over your bedroom walls. And they cann’t understand why one band could matter to you so much. And you think to yourself “Because they saved my life.” But you say nothing, they wouldn’t understand. (Alex Gaskarth)

Bukan Pilihan Atau-atau

Setengah menggoda saya bertanya, “Bapa ini rada bingung. Ada EXO dengan Baek Hyun, ada SUJU dengan Kyuhyun, tapi masih ada All Time Low di hatimu. Kalau harus memilih, group mana yang akan dipilih sebagai favouritmu ?”

“Ngga bisa begitu, ini bukan pilihan atau-atau. Sama seperti memilih mana yang paling enak antara gado-gado dan steak. Eka suka grup musik Korea, yang mengandalkan vocal dan tari dari personilnya. Karena itu mereka men-design panggung yang spektakuler, tata lampu yang gemerlap, penataan gerak dan lagu yang memukau. Daya tariknya memang pada personil yang muda dan ganteng, vocal dan tari serta ditunjang eksplorasi seluruh penjuru panggung. Eka juga menyukai All Time Low, karena dinamika yang ditunjukan ketika menyanyi dan memainkan alat music. Mereka juga mampu membuat penonton berjejal untuk berdiri sedekat mungkin ke panggung di area Festival, karena kebiasaan mereka melempar kaos atau pick guitar ke penonton. Mereka tahu bahwa anak seumur penonton-penonton itu senang mendapat perhatian. Dan begitu mereka mendapat pick guitar, mereka pun merasa seakan ini hadiah yang memang dibawa untuknya.”

Kembali ke group music Korea EXO. Ini merupakan generasi ke-4 groupnya SM Town, setelah First Generation: BOA, Kangta dan DBSK; 2nd Generation: SUJU dan SNSD; 3rd Generation Shinee dan F(X). Hampir tidak percaya saya ketika melihat koleksi 5.000 foto-foto SUJU dan 20.000 foto-foto EXO, baik EXO-M dan EXO-K.

Dan ketika 14 Januari, saya mengucapkan “Selamat Ulang Tahun” kepada Eka (ini bukan hari Ulang Tahun Eka), Eka pun kaget tapi surprise, “Loh kok Bapa hafal??”

Ya, hari itu hari ulang tahun Kai (Kim Jong In) salah satu personil EXO-K.

Untuk apa semua itu?? Tentu saja jawaban Eka pasti, ” It is something you only understand when it happens to you”.

Tapi buat saya, menyelami semua pengetahuan musik tersebut, adalah juga merupakan sarana bercanda, sarana untuk terus dekat dengan Eka dan membangun dialog yang penuh semangat, kalau itu diawali dengan bicara tentang musik terutama grup musik Korea.

Musik di Berbagai Momen

Musik tidak mengenal umur. Namun masing-masing kita akan familiar dengan jenis musik atau lagu tertentu yang berkaitan dengan special moment dalam hidup ini. Karena itu Scott Weiland berujar, “That’s why people remember more songs that have meant something during their life than films. They start to define periods in your life, and that’s kind of the beauty of it.”

Maka ketika semua keluarga berkumpul untuk menyambut tahun baru 2013, acara yang tidak dilewatkan adalah karaoke bersama di rumah. Di sana ada tawa, canda, keceriaan, saling menghibur. Dan ketika yang tua mengalunkan lagu-lagu Oldies ataupun yang muda membawakan lagu generasi sekarang dengan hentakan music yang berbeda, semua bisa merasakan… bisa mengerti seakan sependapat dengan Henry Wadsworth Longfellow yang mengatakan:

“Music is the universal language of mankind.

Bookmark and Share

6 Responses to Memahami Isi Pikiran Generasi Muda

  1. erlina says:

    Yup setuju…karena musik adalah bahasa universal yang bisa mempersatukan banyak orang… 🙂

  2. cita says:

    Moment yg tdk terlupakan sepanjang tahun 2013, smoga kecerian dan kebersamaan keluarga membawa berkah sampe akhir tahun..amin..
    ˚°º (*)tHaNk YoU(*)º° om jos…

  3. Lisa Christiana says:

    Jadi ingat lirik lagunya ABBA jaman dulu pak… Yg judulnya “Thank you for the music”…. Saya kutip sedikit ya pak…

    Thank you for the music, the songs I’m singing
    Thanks for all the joy they’re bringing
    Who can live without it, I ask in all honesty
    What would life be?
    Without a song or a dance what are we?
    So I say thank you for the music
    For giving it to me…..

    • josef josef says:

      Keren Lisa, saya suka liriknya, dan tentu saja I say Thank you to Lisa for the music, for giving it to me….. Terima kasih telah mengnjungi blog ini. Salam sejahtera

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan