Posted on June 4th, 2024
“Use your precious moments to live life fully every single second of every single day.” (Marcia Wieder)
MENYATUKAN niat. Kita semua satu keluarga, namun menempuh perjalanan hidup berbeda-beda. Disana ada 21 orang, berasal dari Lahat, Lampung, Lamalera Lembata, Madura tinggal di UK, Betawi, dan Sunda. Dengan berbagai latar belakang suku dan agama, kami ingin terus menenun dan merekat kebersamaan. Bagaimana caranya, kita sepakati bersama. Kali ini, kami akan mengadakan arisan di Surabaya, di rumah keponakan, Linda dan Ardi, salah satu peserta arisan. Sejak berangkat dari Jakarta sudah nampak antusiasme yang terekam jelas di wajah saudara2ku ini. Tema perjalanan kali ini:
Bersatu Menenun Keragaman: Dimulai dari Keluarga

Sukacita Kumpul Bersama
Linda dan suaminya Ardi yang tinggal di Surabaya sudah menunggu di bandara. Bis #818 dengan fasilitas dispenser dan tersedia kopi dan teh siap diseduh, langsung membawa kami ke Hotel, sambil menikmati makan siang box dari bu Rudy dengan tingkat kepedasan khas makanan bu Rudy yang terkenal. Setelah check-in dan istirahat sejenak, bis mengantarkan kami ke rumah mas Ardi untuk arisan.
Sambutan Hangat di Rumah
Kehangatan yang sudah dirasakan sejak tiba di bandara, terus diperlihatkan tuan rumah di bilangan Pondok Chandra Surabaya. Sajian yang tersedia, seakan sudah mempertimbangkan selera para tamu. Dan paling penting, tak ada yang malu-malu menyerbu bakso goreng dan ngemilan pembuka lainnya.

Kami kesampingkan sementara program diet, katanya demi menghormati tuan rumah yang sudah repot menyediakan semuanya. Saling berbagi cerita silih berganti, canda ria merupakan bumbu utama arisan, tanpa terasa piring-piring sudah mulai kosong, bersih. Di tempat ini, kami terus menenun kebersamaan, menjalinnya semakin erat, saling berbagi energy positif, membekali satu sama lain untuk perjalanan hidup selanjutnya.
Yang Khas di Jawa Timur
Sudah berapa sering saya ke Surabaya? Berapa banyak yang saya ketahui tentang Surabaya? Ternyata sedikit sekali. Karena itu, dalam perjalanan ini kami dipandu oleh seorang tour guide yang profesional dan berpengalaman, bapak Sujai Asmed, Pengurus Himpunan Pariwisata Indonesia Surabaya. Dengan demikian kami bisa belajar banyak hal, tentang keaneka-ragaman, tentang keunikan budaya, destinasi wisata, dan kuliner, dan tentu saja suasana terus hidup dengan humor-humornya yang segar. Sesekali dia juga melemparkan pantun: ”Bola merah menggelinding, jangan marah, just kidding.”
Bis membawa kami ke Istana Duren di Tretes. Disana kami merekam senyum riang peserta, baik berupa foto bersama, maupun kolase foto2 yang lagi asyik menikmati duren, sambil belajar menahan diri.

Beberapa rekaman foto di Cimory, sayang untuk tidak diparkir di blog ini.

Dan Jatim Park menjadi tujuan setelah makan siang di hari kedua. Keterbatasan waktu jua yang tidak memungkinkan kami mengeksplore semua fasilitas disana. Namun beberapa rekaman berikut ini sudah membuat kami bahagia.

Menyelami Beberapa Peristiwa Sejarah
Belajar sambil melihat sendiri dari dekat beberapa monument sejarah menjadi kesempatan yang asyik. MONKASEL, Monumen Kapal Selam ternyata menjadi spot foto yang asyik, baik di dalam maupun di luar.

Sementara itu tugu pahlawan juga tidak kalah menariknya untuk berfoto ria. Beberapa tempat penting yang juga kami kunjungi, seperti jembatan Suramadu, pasar Genteng untuk membeli oleh-oleh, dan tentu saja tempat makan siang Sea Food yang asyik atas rekomendasi tim Surabaya.
Kejutan di Tengah Kebersamaan
Di akhir hari ketiga perjalanan bersama, kami berkumpul untuk foto bersama, dilanjutkan dengan acara kejutan, perayaan ulang tahun Linda, sambil mendoakan semoga panjang umur, murah rejeki dan bahagia selalu.

Sambil menikmati makan malam, kami gunakan kesempatan untuk menyampaikan beberapa butir penting dari kebersamaan selama 4 hari, setelah tuan rumah mas Ardi menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan kebersamaan keluarga yang guyub:
Untuk semua ini, saya sampaikan ucapan berlimpah terima kasih. Semoga kita semua diberi kesehatan dan berkat atas jalinan persaudaraan yang terus kita perkuat.
“When we do the best we can, we never know what miracle is wrought in our life or the life of another.” (Helen Keller)
josef:
Terima kasih mba Malla, setiap kita punya keunikan yang bisa dibagi kepada orang lain. Terkadang kita gunakan...
Malla Latif:
Setiap baca refleksi dari Bapak selalu bikin berhenti sejenak dan re-align arah hidup. Terima kasih ya...
josef:
Terima kasih mba Yana, kita semua sedang belajar asalkan kita membuka mata dan hati kita untuk menyimak semua...
Sriroosyana:
Saya belajar, Saya sedang menjalaninya satu per satu Doakan saya ya, Tata..
josef:
Terima kasih ka Sofia. Senang ada yang bisa dipetik, dibawa pulang. Salam
Sangat menginspirasi,
Terima kasih Pupu. Simak juga 900an tulisan lainnya di blog ini. Salam