Pesan Harapan dan Kasih

Posted on May 9th, 2017

“People were created to be loved. Things were created to be used. The reason the world is in chaos, is because things are being loved, and people are being used.” (unknown)

MERAYAKAN PASKAH bersama putri kami Eka Yuniarti yang sedang belajar di Southampton. Itulah antara lain tujuan perjalanan liburan kami kali ini. Jadual rangkaian acara Pekan Suci sudah dia siapkan, tinggal kami yang memilih, baik berkaitan dengan gereja maupun jamnya. Ada yang lokasinya dalam jangkauan berjalan kaki, ada juga yang harus dengan bis atau taxi.

Jumat Agung yang Hening

Kita memang disarankan untuk menjaga suasana hening di hari Jumat Agung, sambil merenungkan kisah Tuhan Jesus yang disalibkan di gunung Golgota. Namun di gereja St. Merry Southampton, sepinya gereja karena sangat sedikit umat yang hadir. Kebiasaan di Jakarta untuk hadir dua jam sebelum acara juga kami lakukan agar bisa mendapat tempat. Ternyata sejam menjelang acara pun masih sepih. Jadi berdua Eka gunakan kesempatan untuk foto-foto seputar gereja.

9 Mei 2017_Pesan Harapan dan Kasih1

Dan begitu acara dimulai, hanya ada sekitar 30 orang. Asli, tiga puluh orang yang hadir di dalam gereja yang sangat megah. Dan mayoritas dari mereka adalah lansia. Yang lainnya mungkin sedang libur ke luar kota, atau entah ke mana.

Winchester Cathedral

Waktu luang sore kami gunakan juga untuk mengunjungi Winchester Cathedral, dalam jangkauan 30 menit dengan mobil bersama kawan Liliek Megah Yuliani, yang juga hadir bersama keluarganya.

9 Mei 2017_Pesan Harapan dan Kasih2

Sepanjang sore kami habiskan di seputar Winchester.

9 Mei 2017_Pesan Harapan dan Kasih3

Malam Paskah

Gereja Immaculate Conception Church menjadi pilihan kami untuk acara malam Paskah, karena ada misa jam 20:00. Hadir sejam sebelum acara, gerejanya masih kosong. Tapi jelang acara dimulai, sudah mulai banyak yang hadir, dari semua usia, anak-anak, remaja, yang muda dan juga lansia. Lebih kreatif mereka merancang acara. Di belakang altar ada batu besar yang menutup kubur (foto atas). Dan jelang khotba, batu (pasti dari bahan super ringan) itu digulingkan oleh pastor dengan pesan yang menyejukkan tentang Love and need to be loved:

Batu kuburan yg digulingkan menandakan Tuhan telah menyingkirkan semua hambatan dalam hidup kita, untuk merasakan  Kasih Tuhan, untuk membuat hidup kita lebih bermakna, untuk saling menyayangi satu sama lain. Selanjutnya, kita sendiri perlu untuk mulai mencermati, hambatan apa dalam diri sendiri yang perlu disingkirkan, agar kita sendiri bisa leluasa membagi cinta dan juga menerima uluran kasih dari yang lain.

Sementara itu di samping pintu masuk (foto kanan bawah) terpampang kutipan yang tidak kalah menariknya.

9 Mei 2017_Pesan Harapan dan Kasih4

Perbuatan Nyata

Di kota Vatikan, Paus menyampaikan pesan Paskah dengan meminta umat nasrani seluruh dunia untuk melindungi para imigran dan memerangi korupsi. Banyak perilaku kita sehari-hari yang justru merampas hak banyak orang untuk mendapatkan hidup yang layak. Tembok penghambat itu harus kita hancurkan. Tembok itu ada dalam diri kita masing-masing, yang harus kita runtuhkan.

Dalam pesan katakese pada kesempatan yang lain sebelum Paskah, paus menyampaikan: “Kasih Allah dalam peristiwa Kebangkitan adalah dasar untuk semua HARAPAN kita.”

Paus juga menyampaikan bahwa dalam kehidupan Kristen, kita dipanggil untuk menyebarkan HARAPAN dengan mendukung dan mendorong  satu sama lain, terutama yang terancam goyah. Kita melakukannya dengan kekuatan yang diberikan oleh Tuhan, yang merupakan sumber harapan yang tak pernah pudar. Semoga kita semua pada akhirnya bisa senantiasa hidup bersatu dengan rukun dan damai.

Taxi online yang dipesan usai misa sudah tiba dalam hitungan menit, dan segera meluncur ditengah dinginnya malam 8oC  mengantar kami kembali menuju apartemen.

Ajakan Paus di bawah ini terus memenuhi benakku, malam itu dan masih terus mengiang di telingaku hari-hari selanjutnya:

“I would like to give each of you a task: contemplate the Cross and say to the Lord: with YOU nothing is lost; YOU are my HOPE.” (Pope Francis)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan