Rencana Gaya Hidup di Kala Pensiun

Posted on January 10th, 2014

KESEMPATAN LIBUR AKHIR TAHUN, dalam menghadiri beberapa acara, saya bertemu dengan karyawan yang dahulu sama-sama membangun lingkungan hidup sehat di tempat kerja, termasuk olahraga rutin. Mereka berbagi pengalaman hidup sehat mereka, serta berbagai aktivitas yang mereka lakukan agar tidak cepat pikun. Salah seorang malah bertanya, “Sejak kapan Pak Josef membuat rencana pola hidup untuk pensiun (bukan aspek finansial) dan seperti apa bentuknya?”

Ajak Keluarga Terlibat dalam Perencanaan

Jawaban atas pertanyaan karyawan di atas saya berikan dengan memaparkan detail rencana yang saya diskusikan bersama Lena istriku dan Putriku Eka, ketika saya memasuki usia 50 tahun.

Begitu pensiun penuh, saya dan keluarga harus melihat kembali gaya hidup kami untuk memutuskan apakah bisa terus dengan pola seperti itu, atau ada yang harus ditinjau kembali, dengan mempertimbangkan sumber dana. Pelaksanaannya bisa seketika atau di kemudian hari, namun arahnya sudah digariskan seperti ini. Berikut adalah daftar yang kami buat:

Sumber Dana (ditulis sumbernya)

  1. Tetap                     : xxx xxx
  2. Sumber tidak tetap : xxx xxx
  3. Lain-lain                 : xxx xxx

Berbagai daftar pola hidup dan keputusan untuk: S = sama seperti sekarang; K = dikurangi; T = ditambah; H = dihilangkan.

Makanan dan Minuman

  1. S Juice buah pagi dan malam
  2. S Buah-buahan
  3. S Ikan
  4. K Daging putih/ayam dan merah/sapi
  5. S Sayuran
  6. T Sayuran pahit
  7. K Santan atau yang mengandung kolesterol (duren/keju ?)
  8. K Nasi dan karbo-hidrat lainnya
  9. K Konsumsi Gula dan manis-manis
  10. K Konsumsi Cabai
  11. K Goreng-gorengan
  12. T Rebus-rebusan
  13. T Air putih

Ketrampilan istriku dalam menyajikan beragam menu makanan seperti pada foto di bawah ini, sangat membantu perencanaan ini.

Beragam Menu Ala Chef Lena by josefbataona

Rumah, Perawatan dan Infrastruktur

  1. S Pengecatan rumah berkala
  2. S Perawatan rumah lainnya
  3. K Beautifikasi rumah
  4. K Pembelian tanaman hias dan kembang
  5. S Perawatan tanaman
  6. K Penggunaan listrik untuk lampu dalam rumah
  7. K Penggunaan listrik untuk lampu teras
  8. K Penggunaan listrik untuk lampu taman
  9. K Penggunaan tilpon rumah
  10. K Penggunaan air untuk nyuci, siram, mandi
  11. S Penggunaan tukang kebon
  12. S Penggunaan pembantu
  13. K Penggunaan AC
  14. K Service peralatan elektronik
  15. K Pembelian alat-alat elektronik baru (AC, Kulkas, Kompor, TV, sound system)

Pakaian, Perawatan Diri dan Asesoris

  1. K Pembelian pakaian baru
  2. K Pembelian assesories baru
  3. K Pembelian sepatu baru
  4. S Pembelian bahan-bahan kosmetik, terutama untuk istri/anak
  5. S Perawatan rambut, muka dan kulit, terutama untuk istri/anak
  6. S Massage kesehatan

Liburan dan Rekreasi (libur dalam negeri dibuat dengan perencanaan jauh sebelumnya untuk mendapatkan rate yang ekonomis)

  1. K Liburan ke luar negeri
  2. S Liburan dalam negeri
  3. K Tinggal di hotel berbintang (kecuali ada dua hotel favorit)
  4. K Makanan selama liburan
  5. K Kunjungi tempat rekreasi

Olahraga

  1. K Main Golf
  2. S Olahraga di rumah/Gym/renang dll
  3. T Jalan pagi di kompleks perumahan
  4. H Pembelian stik golf baru
  5. K Pembelian pakaian golf
  6. K Pembelian sepatu golf

Amal dan Sumbangan Sosial

  1. S Amal
  2. T Aktif dalam aktifitas sosial

Keluarga

  1. K Bantuan untuk keluarga
  2. S Kunjungan keluarga
  3. S Undangan Natal/Buka Puasa/Halal bi halal
  4. S Undangan doa bersama untuk berbagai keperluan

Mobil dan Penggunaan

  1. K Penggunaan mobil
  2. K Penggunaan bahan bakar
  3. K Type mobil yang dibeli
  4. K Frekuensi pembelian mobil
  5. K Penggunaan sopir

Belajar, Sosialisasi/Network, Menulis dan Pengembangan Diri

  1. S Pembelian buku-buku bacaan umum
  2. S Pembelian buku-buku profesional
  3. K Ikut seminar/kursus
  4. S Akses internet/media sosial
  5. K Penggunaan handphone umumnya
  6. S Pembelian koran
  7. K Pembelian majalah (diganti dengan media sosial)
  8. T Menulis

Pendidikan Anak

  1. T Biaya sekolah dan kuliah
  2. T Biaya kursus utama, mis. English atau pengembangan diri
  3. S Biaya kursus tambahan: musik, gitar dll
  4. S Nonton konser
  5. S Nonton bioskop

Spiritual

  1. T Doa
  2. T Meditasi/latihan pernapasan
  3. T Kesempatan refleksi

Kreativitas dalam Implementasi

Beberapa makanan kesukaan yang bisa diteruskan dengan cara yang lebih kreatif tapi murah, contoh (dengan harga pada saat konsep ini dibuat):

  1. Croissant, beli jadi di luar Rp 8.000 bisa beli bahan mentah dan dibakar sendiri dengan ongkos  Rp 3.000
  2. Zuppa Soup, di restoran misalnya seharga Rp 40.000,- sekarang sudah bisa dibuat sendiri dengan ongkos hanya Rp 15.000
  3. Lasagna, satu pirex beli di luar Rp 350.000; tapi bisa dibuat sendiri dengan harga Rp 150.000, sudah dengan daging kualitas bagus dan non-fat.

Daftar ini bukan final dan sesuai untuk keluarga kami, dan belum tentu sepenuhnya sesuai untuk keluarga lainnya. Namun demikian meluangkan waktu untuk menyusun rencana untuk keluarga masing-masing, akan membantu agar tidak ada surprise di kala pensiun, terutama dalam kaitan dengan gaya hidup, yang harus disesuaikan dengan sumber penghasilan masing-masing. (*)

Bookmark and Share

6 Responses to Rencana Gaya Hidup di Kala Pensiun

  1. Damianus Rangga says:

    Terima kasih inspirasinya pagi ini Pak Yosep.walaupun masih agak lama menunggu pensiunnya.Selamat Pagi.

    • josef josef says:

      Terima kasih Damianus, pendekatan itu bisa juga digunakan kalau suatu saat sumber keuangan tidak berimbang dengan pengeluaran. Daftar ini akan memberikan gambaran prioritas apa yg perlu didahulukan sesuai dengan ketersediaan dana

  2. Evi Saragih says:

    Wah..hebat Pak Josh, bisa mengatur rencana hari tua sedetail itu. By the way, saya sampe ngiler gitu liat masakan istri Bapak yg difoto, masakan rumah yang ga kalah sama masakan restoran. Artikel Bapak ini juga bisa jadi referensi buat gaya hidup sehat. Terimakasih sudah berbagi Pak 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Evi, rencana seperti itu perlu agar tidak kaget menghadapi perubahan, dan yang penting adalah keluarga diajak untuk diskusi. Dalam perencanaan ini, kami masukan unsur talenta istri yang pandai masak untuk memberikan ide2 kreatif. Terima kasih kalau Evi menggunakannya sebagai referensi gaya hidup sehat. Masih ada beberapa artikel di blog sebelumnya tentang hidup sehat

  3. catharina keraf says:

    Hebat sekali Tata perencanaannya … Omong2, kak Lena bisa tuh buka restoran 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Dewi, setuju sekali di rumahpun kita bisa rancang liburan yang menyenangkan. Butir yang tidak...

dewi:
Tidak semua liburan seharusnya keluar dan mengunjungi salah satu tempat wisata… terkadang dengan d rumah...

josef:
Terima kasih Mudji atas pertanyaannya: 1) Pembelajaran yang dimaksud tidak harus yang besar. Mis. Dalam...

Mudji:
Saat pertama Bpk baru buka blog ini di Nop 2011, terus terang saya suprise banget dgn moto Bpk yg berat ini +...

josef:
Terima kasih mba Meisia, batuknya sudah hilang berkat resep tradisional


Recent Post

  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi
  • Start-up Mentality
  • Transformer Center: School of Life
  • Melayani dengan Coaching
  • Terus Belajar dan Berkembang
  • Agar Sehat dan FIT