Tahukah Anda Siapa yang Sedang Mendoakanmu?

Posted on September 15th, 2015

“Angels may not come when you call them, but they come when you need them.” (Karen Goldman)

SADAR ATAU TIDAK, setiap hari kita menerima karunia yang tak ternilai, doa dari orang-orang yang kita cintai (orang tua, anak, saudara). Atau doa mereka yang merasa hidupnya kita sentuh, doa teman-teman dekat, karyawan, atau siapa saja.

Mereka berdoa dengan tulus tanpa kita ketahui. Dan kita sendiri pun mungkin melakukan hal yang sama, dengan alasan yang sama, atau alasan-alasan khusus. Kita ingin berterima kasih kepada mereka, tapi kita tidak tahu siapa. Perlu mengetahuinya? Kita cukup berdoa juga untuk mereka, yang tidak bisa kita sebut satu per satu.

Berita Gembira di Awal Hari

Salah satu sarapan pagi yang favorit adalah menyimak posting Kang Asep Haerul Gani di Facebook. Dengan lincahnya dia memaparkan suatu isu dengan pendekatan coaching yang sangat ringan untuk dicerna.

Pagi itu dia berkisah tentang usaha mereka mencari rahasia seorang guru yang sangat dihormati dan disayang muridnya, padahal cara mengajar dan mempersiapkan pelajaran sama saja seperti guru yang lain. Ternyata rahasia guru tersebut adalah, setiap malam dia berdoa untuk semua muridnya, dengan menyebut nama mereka satu per satu, sekaligus berdoa kepada Allah Maha Pengasih, agar ilmu yang diperoleh dariNya juga dipahami oleh semua muridnya.

Membaca paparannya, saya pun tergoda untuk memberikan komentar yang langsung dijawabnya sebagai berikut:

Josef Bataona: Siraman pagi Kang Asep Haerul Gani yang sejuk, juga mengingatkanku untuk mendoakan orang-orang sekelilingku di tempat kerja, agar sukses bersama; atau doa jelang sharing session, agar ilmu yang kita peroleh dariNYA juga dipahami oleh peserta. Mungkin ini yang selama ini membuat sesi Kang Asep selalu menginspirasi.

Asep Haerul Gani: Pak Josef Bataona, di tahun 1991 di learning centre Unilever Indonesia, saat itu saya bersama sekitar 20-an mahasiswa terpilih untuk menyimak tentang ULI, dan saya terinspirasi manakala Bapak sebagai management trainee berkisah tentang perjalanan karir Bapak. Saya berdo’a kala itu untuk kebaikan diri Bapak, juga saya mampu melakukan amalan kebaikan seperti yang Bapak lakukan.

Saya pun kaget membaca komentar ini, karena menyadari bahwa sukses yang saya raih sejauh ini tidak lepas dari sepotong doa yang tulus yang dipanjatkan oleh Kang Asep 24 tahun yang lalu. Saya berbagi dengan harapan pendengar mendapat manfaat darinya, kemudian saya lupa. Sementara Kang Asep mendapat inspirasi yang tak terlupakan, seperti kata bijak berikut ini:

“Always give without remembering, and always receive without forgetting.” (Brian Tracy)

Terima kasih Kang Asep untuk doanya.

Doa Pembaca Buku

Sudah cukup banyak sahabat yang berkenan membaca buku “Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku”, yang diluncurkan di awal Februari 2015. Selain berterima kasih bahwa mereka bisa mendapatkan inspirasi hidup dari berbagai kisah di buku itu, tidak sedikit yang merekomendasikan temannya untuk membaca.

Ada lagi yang membagikan  buku ini sebagai bahan bacaan peserta seminar. Saat saya menyiapkan tulisan ini, ada kawan yang membawa buku dan meminta saya tanda tangani, karena dia ingin memberikan sebagai hadiah untuk atasannya. Sungguh beruntung atasan seperti itu. Di samping itu mereka juga tidak lupa berdoa, agar kisah-kisah lainnya bisa segera hadir dalam penerbitan berikutnya.

Tanpa disadari juga, sabahat ini, Dian Mariani, merasa beruntung karena keinginannya untuk bisa bertemu dan bercakap langsung, tidak saja di media sosial, akhirnya terwujudkan.

Dian Marini

Saya sendiri terus berdoa, semoga inspirasi kecil dalam buku itu, bisa menyebar lebih luas lagi kepada mereka yang membutuhkannya. Dan permintaan pembaca telah membuat Penerbit Kompas Gramedia mengeluarkan cetakan kedua buku ini di bulan April 2015.

Doa Tulus Karyawan

Bersamaan dengan kedua kisah di atas, ada seorang kawan juga membagi pengalamannya. Beberapa waktu lalu dia tekun memanjatkan doa agar upaya mereka untuk membangun tim yang kompak dapat diwujudkan.

Mereka ingin berada di tempat kerja di mana semua unsur saling membantu, saling peduli satu sama lain. Lama menunggu, seakan Tuhan menguji kesabaran mereka. Tak jemu-jemunya berdoa, seakan tekad ini tidak bisa dihadang.

Akhirnya, tim ini menemukan seorang fasilitator handal, yang bisa memberikan mereka jalan untuk menemukan apa yang diinginkan. Sekali melangkah, terkuak berbagai alternatif solusi untuk mereka pilih.

Akankah mereka berhenti berdoa karena apa yang diinginkan sudah diperoleh? Tidak, mereka berdoa mensyukuri rahmat yang didapat. Mereka bertekad untuk menyebar kebaikan yang mereka peroleh, sebagai cara mereka bersyukur.

Dan menurut teman itu, di antara doa mereka, juga terdapat doa untuk para pimpinan mereka: “Agar dikaruniai hati penuh pengertian dan kebijaksanaan.” Sungguh beruntung pimpinan yang berada di tengah karyawan seperti itu.

“We cannot live only for ourselves. A thousand fibers connect us with our fellow humans.” (Herman Melville)

Bookmark and Share

6 Responses to Tahukah Anda Siapa yang Sedang Mendoakanmu?

  1. darwin manao says:

    Siang Pak Josep, doa kepada atasan dan pimpinan management senantiasa saya haturkan setiap pagi dalam perjalanan dari rumah ke kantor, agar mereka bekerja dan berusaha demi Kemuliaan Tuhan. Terima kasih untuk inspirasinya Pak

    • josef josef says:

      Terima kasih Darwin Manao, mungkin maksudnya Doa untuk (bukan kepada) atasan…..
      Terus lakukan kebiasaan baik ini, dan ajak kawan lain untuk melakukan yang sama.
      Salam

  2. Ratih says:

    Kita tidak pernah tau siapa saja di luar sana yang mendoakan dan berbuat baik kepada kita. Terima kasih Pak untuk selalu mengingatkan pentingnya berdoa, bersyukur dan berbuat baik kepada orang lain yg bahkan tdk kenal, karena hal tersebut bisa sbg bentuk ucapan terima kasih kita kepada orang-orang yg tidak kita sadari telah mendoakan dan berbuat baik kepada kita.

    • josef josef says:

      Benar sekali Ratih. Bahkan orang2 dekat kita yang mendoakan kita, belum tentu kita tahu, sama seperti kita tidak bercerita tentang siapa yang kita doakan. Yang penting mendoakan yang lain kita jadikan bagian dari keseharian kita. Terima kasih, salam

  3. Istas Joko Suroso says:

    Kmarin sy terima proposal pembangunan gedung diLarantuka. Yg menarik sy, Ketua Panityanya bernama sama dgn seorang sahabat lama yg pernah satu atap merintis karier di zaman susah sekitar awal th ’80 an…. Kangen juga… Trus sy buka ipad….trus ketemu blog ini…. Suatu saat kita bertemu ya…mungkin di RUPS Indofood. Salam utk kel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET