Semua Murid Semua Guru

Posted on February 19th, 2019

“There is a great difference between knowing and understanding: you can know a lot about something and not really understand it.” (Charles Kettering)

COACHNESIA terus mencari bentuk kontribusi nyata di masyarakat. Coachnesia artinya Coaching for Indonesia, adalah alumni Erickson Coaching di Indonesia. Setiap batch yang baru lulus akan menyimak berbagai kebutuhan di tengah masyarakat dan mencoba menyodorkan program apa yang akan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya bisa dilakukan lintas batch. Berikut foto bersama diacara hari itu, yang dihadiri coachnesia, beberapa guru dan juga pegiat Pendidikan di masyarakat.

Pendidik atau Pengajar

Pertama-tama saya harus menyampaikan syukur berlimpah kepada para guruku dan semua guru lainnya, yang berkat dedikasi mereka telah tercipta banyak manusia yang pandai dan berintegritas. Dan masih banyak lagi yang memilih profesi sebagai guru dewasa ini.

Namun dengan perkembangan zaman sekarang dan di masa mendatang, banyak sekali tuntutan untuk peningkatan kapasitas profesi seorang guru, yang mampu membuat  muridnya siap menghadapi berbagai perubahan.

Pendidik dan founder Sekolah Cikal, mba Najelaa Shihab hadir memberikan paparan tentang Pendidikan di Indonesia. Selama ini juga merintis jaringan “Semua Murid Semua Guru”, yang menekankan bahwa nasib pendidikan sekarang menjadi tanggung jawab kita semua. Kita semua adalah guru saat berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kita kepada yang lain, tapi kita juga murid saat kita membuka diri untuk belajar dari orang lain, termasuk dari murid kita. Berikut beberapa foto hari itu selama gathering.

Tidak heran kalau hari itu, secara berapi-api bernada gemmeesss, mba Ela, sapaan sehari-hari untuk Najelaa Shihab menyajikan berbagai data tentang dunia Pendidikan kita, yang menurutnya masih harus dibenahi bersama kalau mau mengejar ketinggalan dari negara lain.

Statistik yang dipaparkan sangat mengejutkan, walau mungkin sudah bisa diduga, misalnya: 37,6% murid kelas 3 SMP lancar membaca tapi tidak mampu menangkap makna; atau, 90% siswa di Indonesia bingung dalam memilih jurusan kuliah dan 87% mahasiswa merasa salah jurusan.

Berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada Maret 2016 dan diberitakan Kompas.com 29 Agustus 2016, dengan judul “Minat Baca Indonesia Ada di Urutan ke-60 Dunia”, menyampaikan bahwa minat baca Indonesia berada satu tingkat di bawah Thailand (59) dan satu tingkat diatas Bostwana (61).

Kontribusi Coachnesia

Banyak aspek perlu dibenahi, baik system maupun Sumber Daya Manusianya, baik itu di birokrasi maupun para pendidiknya. Banyak yang TAHU kalau ada masalah, namun tidak PAHAM bagaimana dan darimana memulai untuk mengatasinya. Atau bahkan hanya menunggu, karena beranggapan ada yang lain (mungkin pemerintah) yang akan membenahi. Banyak yang tahu dan paham, tapi belum sepenuhnya SADAR bahwa dirinya yang perlu dan MAU BERUBAH dahulu.

Melalui presentasinya yang berjudul: Movement, Meaning, Mastery, Coach Lyra Puspa memaparkan inisiatif Coachnesia bekerjasama dengan beberapa pegiat Pendidikan yang ingin membantu para guru untuk membuat mereka sadar dan mau berubah mulai dari dirinya sendiri. Dengan pendekatan coaching, teman-teman coachnesia ingin membuat para guru menyadari bahwa ada langkah perubahan yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu perubahan system secara menyeluruh. Bila perubahan terjadi pada diri gurunya, mudah-mudahan akan membawa dampak positif pada para muridnya. Coachnesia movement ini merupakan lanjutan dari movement Coaching4students dan Coaching4 teachers yang sudah diluncurkan sebelumnya. Beberapa hasil yang bisa diperlihatkan, yang merupakan kemajuan dari para guru yang dicoach:

  • 93% guru mengaku menemukan ide2 baru dan juga meningkatkan konfiden
  • 87% guru menemukan potensi baru
  • 95% guru bisa menemukan identitas diri yang lebih bermakna daripada sekedar mengajar
  • 95% bisa meningkatkan kreativitas dan meningkatkan performance mengajar

Data awal tersebut juga memberikan konfiden pada rekan coachnesia bahwa kontribusi kecil ini membawa dampak luar biasa.

Di akhir paparannya tersebut, Coach Lyra Puspa mengajak semua kita yang hadir untuk bisa mengambil bagian secara proaktif untuk membantu Pendidikan di Indonesia.

“The mediocre teacher tells. The good teacher explains. The superior teacher demonstrates. The great teacher inspires.” (William Arthur Ward)

 

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses

roy:
Senang sekali bila malam itu saya bisa ikut bergabung, berbagi cerita, dan bersilaturahmi dengan pak Jos dan...

josef:
Terima kasih Denitri, pa Pungki sudah mulai membangun dialog untuk menemukan jalan agar CHRP bisa mendapat...

josef:
Selalu sehat dan jangan lupa olahraga rutin, serta ajak teman2 lainnya untuk ikut bersama2. Terima kasih Ratih

josef:
Terima kasih Ratih, kontribusi nyata bisa diberikan ditempat kerja, membuat diri kompeten karena terus...


Recent Post

  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love
  • Paduan Gotong Royong dan Growth Mindset
  • Train the Brain for Growth Mindset
  • Ketertarikan dan Tulus Mendengarkan
  • Paguyuban dan Gotong Royong