Etika dan Kesehatan: Sama-sama Perlu Tiupan Pluit

Posted on March 1st, 2013

“The glue that holds all relationships together – including the relationship between the leader and the led is TRUST. And Trust is based on INTEGRITY.” (Brian Tracy)

AGENDA Team Briefing pagi ini, diisi dengan pemahaman tentang Kode Etik Perusahaan. Ini merupakan panduan bagi semua unsur di perusahaan dalam menjalankan etika berbisnis maupun pekerjaan masing-masing. Seluruh tim menyadari bahwa pemahaman ini diperlukan untuk memandu kita semua dalam berkarya, tetapi juga untuk saling membantu, agar tidak ada yang tersandung. Pada kesempatan lainnya, akan ada kesempatan untuk membahas kasus nyata, untuk reinforce pemahaman, sekaligus menghilangkan keragu-raguan, tentang apa yang boleh atau tidak boleh.

Jiwa yang Sehat dalam Tubuh yang Sehat

Bukan suatu kebetulan bahwa tim memadu dua acara ini pada waktu yang bersamaan: Kode Etik dan Peregangan demi Kesehatan. Dan bukan juga suatu kebetulan bahwa dua hal ini sama-sama memerlukan Wistle Blow atau tiupan pluit.

Jiwa yang tenang dan bahagia akan diperoleh kalau kita hidup berdasarkan etika yang berlaku, tidak akan ada beban untuk diri sendiri atau untuk keluarga, kalau kita tidak menempatkan diri terekspose pada perbuatan yang melanggar kode etik. Jiwa ini akan tenang kalau kita secara sadar memberikan nafkah keluarga kita dari penghasilan yang halal. Jiwa ini tenang kalau kita saling menghargai satu sama lain, dan memperlakukan sesama di tempat kerja sebagai manusia yang punya harkat.

Dan tim berpendapat bahwa jiwa yang sehat, tenang dan bahagia itu harus berada dalam tubuh yang sehat juga. Karena itu kami meluncurkan program PEREGANGAN (Strethching) di tempat kerja. Secara simbolis, pemandu gerak: Martinus, Rani, Tinto dan Felice menerima pluit dari Pak Eri, sebagai sarana pemberitahuan bahwa saat Peregangan dimulai.

Program ini dilakukan karena dari pengamatan selama ini, banyak yang bekerja sepanjang hari di depan komputer dalam posisi yang monoton. Hal ini berakibat pada ketegangan dan kekakuan bagian tertentu dari tubuh. Karenanya, diperlukan gerakan-gerakan untuk melenturkannya kembali. Hanya membutuhkan 12 Gerak dalam kurun waktu tidak lebih lama dari 3 menit maksimum.

Foto di atas adalah foto uji coba mengenal gerak (dua foto atas) dan pelaksanaan Peregangan (dua foto bawah), dengan hanya berdiri di samping meja kerja masing-masing dengan mengikuti pemandu gerak. Team berencana untuk melakukan peregangan ini dua kali sehari, setiap jam 10:00 dan jam 15:00, setelah mendengar pluit panjang.

Dari ekspresi wajah dan antusiasme menyambut program ini, saya berkeyakinan bahwa program ini akan berlanjut, menciptakan suasana kerja yang sehat bahagia, dan pada gilirannya meningkatkan produktivitas kerja, seperti kutipan di bawah ini:

“Never continue in a job you don’t enjoy. If you’re happy in what you’re doing, you’ll like yourself, you’ll have inner peace. And if you have that, along with physical health, you will have had more success than you could possibly imagine”. (Johnny Carson)

Bookmark and Share

6 Responses to Etika dan Kesehatan: Sama-sama Perlu Tiupan Pluit

  1. erlina says:

    pritttttt….ayooo stretching….hahaha 🙂

  2. Lisa Christiana says:

    Virus stretching menular…. Dari danamon ke indofood….. 2 jempol…..

    • josef josef says:

      Ya Lisa, menularnya cepat banget. Tapi yang lebih penting, bersamaan dengan itu, juga virus mindset positif ikut menular. Suatu hari kalau tim saya studi banding ke Danamon dan mendengar pluit panjang, mereka akan mengerti sendiri apa yang terjadi.. Waktunya stretching. Terima kasih Lisa, have a great weekend

  3. Ratih Hapsari says:

    Setuju dengan Pak Josef bahwa kita harus menciptakan suasana kerja yang sehat bahagia, karena minimal 9 jam kita berada di tempat kerja sehingga rugi sekali kalau kita tidak menjalani 37,5% dari hari kita tersebut dengan hati gembira. Dan untuk menciptakan kebahagiaan itu, selain sarana yang ada, juga yang tidak kalah penting adalah kemauan yang tulus dari masing-masing individu.
    Have a nice weekend Pak..

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, dan saya setuju bahwa sebagian besar waktu kita dihabiskan di tempat kerja bersama teman2 kerja kita. Karena itu tanggung jawab kita bersama untuk ambil bagian dalam menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan kita semua, sambil saling mengingatkan akan rambu2 Etika yang ada. Terima kasih Ratih, dan selamat wiken !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan