Tumpuan Strategic HR Harus Kokoh

Posted on February 24th, 2015

“Begin challenging your own assumptions. Your assumptions are your windows on the world. Scrub them off every once in a while, or the light won’t come in.” (Alan Alda)

DI MANAPUN KITA BERADA, hendaknya kita memastikan bahwa dasar pijakan kita kuat, entah sedang berdiri, melangkah, maupun berlari. Bahkan ketika kita meloncat kegirangan, orang bijak mengingatkan, “When you jump for joy, beware that no one moves the ground from beneath your feet.” (Stanislaw Jerszy Lec)

Fondasi Harus Kuat

Diskusi tentang peran Human Resources tidak akan pernah berhenti, selama organisasi atau perusahaan manapun masih memerlukan manusia. Bahkan ketika ada divisi yang menganggap diri cukup capable untuk menjalankan operasinya tanpa divisi HR, tanpa mereka sadari sebagian besar tugasnya adalah berkaitan dengan peran HR.

Sebut saja mulai dari recruit anggota timnya, membagi-bagi tugas kerja diantara mereka, memberikan penilaian kinerja, memikirkan pengembangan dan penghargaan untuk prestasi kerja mereka, bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang nyaman untuk berkarya. Semua ini merupakan aspek kerja yang biasanya difasilitasi Divisi HR, namun demikian menjadi tanggung jawab semua leaders di semua lini operasi perusahaan.

Terlepas siapa yang mau mengerjakan semua itu, diskusi juga terus berlanjut tentang di mana peran Human Resources dimainkan di organisasi saat ini, meminjam Gelombang HR dari Dave Ulrich: Apakah pada HR Administrative/Transactional Level, atau HR Functional Expertise Level, ataukah HR Strategic Level?? Dan banyak yang akan malu-malu mengaku kalau operasinya masih pada level administrative. Apakah ini salah??

Dukungan Data untuk Pengambilan Keputusan

Menjawabi pertanyaan tersebut di atas, kalaupun ada yang malu-malu tentang level administrative, itu karena fokus dikusinya yang tidak pas. Dalam konteks level administrative, diskusi akhir-akhir ini sudah memasuki tahap mengelola “BIG DATA”, dan mengelola data yang besar sekali.

Jumlah karyawan yang banyak, dengan tuntutan data yang semakin kompleks juga berkaitan dengan kecepatan menarik data untuk keperluan analisa tertentu demi pengambilan keputusan. Dalam konteks ini ada tiga hal yang penting untuk diperhatikan: data dasar setiap karyawan; proses pengkinian data; dan teknologi yang digunakan untuk mengelola data. Dan pengelolaan data ini berkaitan dengan keperluan di operasi HR baik di level Functional Expertise ataupun level Strategic HR.

Mundur Selangkah untuk Maju Dua Langkah

Mendasar pada pemikiran di atas, di manapun saat ini operasi HR dari perusahaan ataupun organisasi  berada, kita perlu meluangkan waktu untuk menganalisa kembali, apakah pengelolaan data karyawan saat ini sudah cukup untuk menunjang Functional Expertise Level. Dan apakah kedua tingkat operasi HR ini, Administrative dan Expertise Level,  sudah cukup untuk menopang operasi pada Strategic Level. Di depan saya, berbagai kabel terbentang semrawut.

Foto 1

Seketika saya gunakan sebagai analogi, bila data banyak tidak dikelola dengan benar, maka akan semrawut seperti kabel-kabel pada ilustrasi di atas. Bila kita mau, kitapun bisa me-redesign menjadi secantik penggalan foto dibawahnya. (Terima kasih Ratih untuk membuat ilustrasi ini)

Alam sejuk di kota Bogor, telah menjadi saksi berbagai diskusi tim kami, untuk challenge the basic, challenge posisi operasi HR kami, dan tentu saja akan menjadi bahan fokus kami di 2015. Dan kami tidak segan untuk mengedepankan realita dan sekaligus usulan-usulan perbaikan. Hanya dengan cara demikian, kita bisa memberikan pelayanan optimal kepada para internal customer kita.

Foto 2

Apakah masih malu-malu mengakui, kalau operasi HR-nya belum sepenuhnya ditunjang Administrative dan Expertise Level yang memadai, walau sudah menginjakkan kaki di HR Strategic Level?? Jawaban ada di tanganmu!!

“I believe in taking chances and living your life. Sometimes doors open and others close and you have to figure out which one you’re going to take. I’m always for the one that’s challenging.” (Gisele Bundchen)

Bookmark and Share

10 Responses to Tumpuan Strategic HR Harus Kokoh

  1. Robert Affero says:

    Sumber Daya Manusia merupakan Asset yang Paling penting dalam suatu organisasi atau perusahaan . Banyak perusahaan yang gagal dikarenakan mereka sering lupa bahwa untuk mencapai tujuan tinggi harus disertai Pondasi yang kuat. Sebaik apapun sistem dan strategi tanpa disertai SDM yang baik , hasilnya tidak maksimal. Terima Kasih Pak Josef atas sharenya.

  2. Merza Gamal says:

    HR penting tapi sering terabaikan, seakan-akan tidak penting…

  3. Rolin says:

    Slamat pagi Pak,
    Bila kita terus berusaha untuk menyatakan dan menunjukkan bahwa pengelolaan SDM termasuk di dalamnya fungsi HRD yang sangat penting di suatu perusahaan, namun perusahaan menganggap bahwa HRD tidak begitu penting karena tidak dapat memberikan income yang nyata bagi perusahaan,langkah apa yang harus kita ambil atau perbaiki Pak.
    Terima kasih.

    • josef josef says:

      Terima kaaih Rolin sudah mengunjungi blog ini. Saya ngga befitu yakin kalau pandangan bahwa HRD tdk penting itu adalah pandangan mewakili organisasi. Buktinya organisasi HR masih ada. Bahwa ada orang2 di divisi tertentu yang merasa lebih pneting dari yang itu biasa. Berikan mereka pelayanan maksimal sesuai peranmu.

  4. Jo R says:

    Salam kenal Pak Joesef 🙂
    Menurut bapak, sejauh mana HR harus memahami peran User ataupun kebalikannya. Atau malah HR hanya perlu menerima laporan kepala bagian?
    Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan