Boss yang Mau Mendengarkan

Posted on October 2nd, 2012

Engagement & #CurhatSTAFF part 15

Diskusi Twit 12 Juli 2012

“The beautiful thing about learning is that no one can take that away from you.” (BB King)

PETIKAN di atas mengingatkan kita semua, akan kesempatan berlimpah setiap hari dan seputar kita untuk belajar. Dan itu hanya dimungkinkan kalau kita membuka diri, membuka mata, telinga dan hati untuk belajar, tanpa pretensi bahwa saya paling tahu atau saya sudah tahu.

 

Dalam bukunya Denny F. Strigl yang berjudul “Managers, Can You Hear Me Now?” memaparkan bahwa salah satu kualitas TRUST seorang pemimpin adalah “OPENESS”:

 

Yang dia maksudkan adalah:

“Pemimpin yang berhasil menciptakan lingkungan yang terbuka, di mana karyawan dapat menyuarakan pikiran dan hati mereka tanpa ada ketakutan akan pembalasan. Mereka tidak saja leluasa mengungkapkan pikiran mereka, tetapi mereka didorong untuk melakukannya. Mereka tahu pasti bahwa pikiran mereka didengarkan. Juga dalam lingkungan yang terbuka, seorang pemimpin siap untuk mendengarkan kabar buruk. Sesungguhnya bila ada yang tidak beres, pemimpin bisa memastikan bahwa mereka akan diberitahu karyawannya.”

 

Dan banyak sekali cara untuk menciptakan lingkungan terbuka, termasuk di dalamnya:

pemimpin yang merakyat, alias rajin turun ke bawah dan berkeliling mendengarkan karyawannya, menciptakan berbagai forum seperti open dialogue, town hall meeting, skip level meeting, dan lain-lain.

 

Dan semuanya itu sangat bagus. Namun pertanyaan yang terus menggelitik adalah: mengapa masih ada saja curhat karyawan, yang tidak tersalurkan??

 

Dalam diskusi melalui Twitter di 5 Juli 2012, kita menggali pendapat tentang “Boss yang asyik itu seperti apa sih?”

 

Dan salah satu jawabannya, yang kita angkat sebagai tema diskusi Twitter di tanggal 12 Juli ini adalah:

Boss yang asyik adalah Boss yang mau MENDENGARKAN

Bagaimana mengenali “Boss yang mau MENDENGARKAN?

#CurhatSTAFF berikut ini adalah jawaban yang dirangkum melalui Twitter.

 

Tulus membuka hati dan telinga

  1. The ear of the leader must ring with the voices of the people – Woodrow Wilson #CurhatSTAFF
  2. Dia tulus mencari input utk pengambilan keputusan #CurhatSTAFF
  3. Dia akan mengakui ide gemilang anakbuahnya dan menghargainya #CurhatSTAFF
  4. Menciptakan berbagai forum untuk menggalang berbagai input #CurhatSTAFF
  5. RT @hilal_achmad: @Josefbataona: memulai dengan kata yang mengundang partisipasi, mendengar sebelum bicara.
  6. Mampu menangkap pesan beyond words #CurhatSTAFF
  7. Iklas menerima feed-back demi perbaikan #CurhatSTAFF
  8. Pandai mengajukan pertanyaan untuk gali ide #CurhatSTAFF
  9. Iklas menerima feed-back demi perbaikan #CurhatSTAFF
  10. Beri kesempatan bicara pd anakbuah yg pendiam #CurhatSTAFF
  11. Mendorong anakbuah utk proaktif sampaikan saran #CurhatSTAFF
  12. Melibatkan staf sejak perencanaan utk dptkan ownership #CurhatSTAFF
  13. The most basic of all human needs is the need to understand and be understood.The best way to understand people is to listen to them-Ralph

Bersedia mendengarkan berita buruk

  1. RT @keydkartika: @Josefbataona boss yg mau terima kritikan dgn besar hati,mau terima pendapat/pandangan lain
  2. Menghargai anak buah yg beri kritik #CurhatSTAFF
  3. Dalam diskusi tidak menempatkan diri ssebagai yang paling tahu #CurhatSTAFF
  4. RT @mei168: Ready for the truth, not only what they want to listen
  5. RT @ChristiBintoro: Bos yg mw MENDENGARKAN: matanya, pikirannya tdk kemana mana, raut mukanya penuh empati ketika sedang mendengarkan
  6. Setuju,Pak..Bukan hanya harus baik saja jadi boss, tapi juga harus Asyik..☺ RT @Josefbataona: Boss yang asyik itu mau MENDENGARKAN #CurhatSTAFF
  7. RT @alexdenni: Boss yg MENDENGARKAN: meyediakan waktu coaching one on one dgn karyawannya
  8. RT @eby3: @Josefbataona Boss yang Mendengarkan: Bisa melihat yang tersirat dari yang tersurat, dan bisa objektif
  9. Terima kasih teman2 atas prtisipasinya di#CurhatSTAFF pagi ini. Sampai kamis depan

 

Terima kasih dan penghargaan kepada teman-teman yang sudah mulai partisipasi sejak awal diskusi tentang boss yang asyik.”

 

Dan yang paling penting dari semua ini, menurut Denny F. Strigl:

“With an open door policy, as with almost any management tool, it’s the actions behind the words that are critical”

NB: Kumpulan artikel Tweet Series lainnya, bisa dibaca DI SINI.

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan