Engagement dan #CurhatSTAF (Part 5)

Posted on May 4th, 2012

DALAM bukunya yang berjudul “Managers, can you hear me now?”, Denny F. Strigl menulis: Faktor terpenting untuk suksesnya seorang manager terletak pada “Behaviour”. Faktor yang berada di urutan teratas sebelum kita bicara soal pendidikan, ijasah, intelligence, pengalaman dan technical expertise.

Tapi behavior seperti apa?

Denny selanjutnya memberikan contoh behaviour yang membuat seorang manager sukses, yaitu membangun TRUST:
• Saying what you mean and mean what you say
• Seeking input and feedback from your team
• Treating people with dignity
• Being dependable in meeting commitments
• Creating clear focus and objectives for people
• Creating a climate of open, honest and direct communications

Secara contrast, Denny juga memberikan contoh perilaku yang memupuk DISTRUST:
• Lack of openness with employees
• Lack of respect in communication
• Lack of integrity and honesty
• Self-serving, hidden agendas
• Words and actions that are not consistent
Akibatnya: komitmen karyawan rendah dan sering mereka hanya mengerjakan sesuai job description, dan juga CURHAT pada teman-teman, hal yang seharusnya bisa dikemukakan pada atasan langsung.

Melalui Twitter, setiap Kamis pagi kami hadir dengan rangkaian #CurhatSTAF. Ini bukan kompilasi keluh kesah, tapi upaya menyuarakan isi hati mereka, semoga terdengar oleh para boss.


Berikut ini adalah sambungan dari kompilasi berbagai ‘kicauan’ yang hadir setiap Kamis pagi melalui akun @josefbataona. Semoga ini bisa menjadi cermin untuk refleksi.

#CurhatSTAF tiap Kamis selama bulan Maret 2012

1. Kita dituntut berani adu argumentasi. Yakin? Janji ya kalau ada yg salah jangan dimasukin hati.. #CurhatSTAF
2. Saya terima aja dikeluarin krn kinerja buruk saya. Tapi yg ngomong ke saya kok HR sih bukan boss? #CurhatSTAF
3. Boss ngga umumin calon penggantinya, jadi kasak kusuk deh dibawah nebak siapa calon boss baru #CurhatSTAF
4. Minta advise boss ? Kita ingin dibantu dalam kesulitan ! #CurhatSTAF
5. Diversity yg sering didengungkan adalah statistic gender. Pengennya juga ada fasilitas seperti Nursery Room #CurhatSTAF
6. Papasan dengan boss, kita senyum dan menyapa dia, tapi kok dia diam saja, semoga besok tidak lagi #CurhatSTAF
7. Diversity ? Sebagai perempuan, kami ingin juga mendapatkan kesempatan kerja dan karier yang sama #CurhatSTAF
8. Apa boss harus jaim ? Inginnya sekali2 dengar dia bercanda #CurhatSTAF
9. Kenapa begini ? bentak boss, padahal dia lupa kalau kita melakukan yang dia suruh #CurhatSTAF
10. Sudah mau pulang, dikasih kerjaan ama boss, dan harus selesai sekarang, semoga tidak sering2 #CurhatSTAF
11. Boss suka nyindir didepan umum, pengennya dia bicara langsung saja #CurhatSTA
12. Minta tanda tangan urgent, eh bos minta antar ke tempat dia ngrokok, ditempat parkir #CurhatSTAF
13. Saya yang kerja tapi bos dapat kredit dan kita hanya kebagian disalahkan #CurhatSTAF
14. Ingin dinilai berdasarkan hasil kerja #CurhatSTAF
15. Libur2 disuruh lembur, padahal sudah janji dengan si Dia, seperti tdk pernah mudah saja si boss #CurhatSTAF
16. Boss mu rada cerewet. Boss gue tuh nyantai, tapi lihat hasilnya #CurhatSTAF
17. Saya yang bekerja tapi yang selalu dapat kredit teman saya yang dekat boss. #CurhatSTAF
18. Pakaian saya aja sering diurusin, dikomentari. Bikin dong aturan dress code #CurhatSTAF
19. Satu kesalahanku diomongin berulang2, tapi prestasiku tdk pernah disinggung, apalagi dipuji #CurhatSTAF
20. Boss gue, ketawa aja diatur. Kata dia: “Nanti disangka kita tidak ada kerjaan” #CurhatSTAF
21. Wah, boss saya ganti di tengah tahun, mudah2an appraisalku tidak bermasalah #CurhatSTAF
22. Setiap diskusi appraisal, kita selalu diskusi juga tentang training, tapi koh belum ada realisasinya ? #CurhatSTAF
23. Kenapa ya, bossku kalau marah suka teriak2, kita semua jadi stress dan tahu masalah orang lain #CurhatSTAF
24. OB saja hafal, kalau bos lagi pusing, garuk2 kepala pakai telunjuk. Sering dihitung berapa kali garuk kepala #CurhatSTAF
25. @fajarkris: Bosses like to talk as if they speak for and have the power of the company lain #CurhatSTAF
26. Ngomongnya boss muter2 di meeting. Kalau sdh sore, kita janjian jangan ada yang nanya biar cepat pulang #CurhatSTAF
27. Bos saya mengajari kita cinta pekerjaan, sekaligus membimbing kita. Dua jempol untuk dia #CurhatSTAF
28. The most basic of all human needs is the need to understand and be understood. The best way to understand people is to listen to them.Ralph N
29. “Big egos have little ears.”— Robert Schuller
30. “Courage is what it takes to stand up and speak; courage is also what it takes to sit down and listen.”— Winston Churchill
31. Bos terlampau baik pun kita kagok, kita yang perlu tahu diri #CurhatSTAF
32. Kalau mau tahu tentang bos, Tanya OB, gudangnya rahasia bos #CurhatSTAF
33. Bahagianya kalau bisa ditraktir bos #CurhatSTAF
34. Pengennya kalau ada tantangan yang dihadapi, bos support kita #CurhatSTAF
35. Saya sih Bisa, tapi karena pemalu, tidak bisa mengungkapkan sehingga tdk diketahui bos #CurhatSTAF
36. Banyak yang bisa diketahui kalau bos meluangkan waktu untuk menggali dari kami #CurhatSTAF
37. Sampai Kamis minggu depan dengan #CurhatSTAF selanjutnya. Terima kasih para boss, telah meluangkan waktu mendengarkan kami

Materi #CurhatSTAF bukan contoh dari perusahaan tertentu tapi dari berbagai sumber, sebagai cermin untuk refleksi. Terima kasih teman-teman yang menyumbang inspirasinya. (*)

Baca juga Kompilasi #CurhatSTAF di posting sebelumnya:
1. Engagement & #CurhatSTAF part 1
2. Engagement & #CurhatSTAF part 2
3. Engagement & #CurhatSTAF part 3
4. Mengapa Seseorang Bekerja, Engagement & #CurhatSTAF part 4

Bookmark and Share

2 Responses to Engagement dan #CurhatSTAF (Part 5)

  1. Farida dewi says:

    Wahhh saya suka dengan curhatan point no.28 heheh. Yes, thats right. 🙂

    Understanding = listen. ^.^ karena itu Tuhan menciptakan manusia memiliki dua buah telinga untuk kita lebih banyak mendengar.

    #curhatstaff is a good idea pak…. Lucu2 kadang y apa yang disampaikan oleh kami para karyawan tapi itulah faktanya 🙂

    Semangat untuk para karyawan (include boss)
    Acha2 fighting

    • josef josef says:

      Terima kasih Farida, kita terkadang tidak luput dari kebiasaan Curhat, dan kita juga mengharapkan semoga nyampe ke telinga boss. Mudah2an ketika kita menjadi boss, kita membuka diri untuk mendengarkan bawahan kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET