Mengapa Seseorang Bekerja?

Posted on March 23rd, 2012

Engagement dan #CurhatSTAF (Part 4)

DAVID FIRTH bercerita tentang dialog dengan karyawan: “Why do you work?” Dari berbagai jawaban disimpulkan, karyawan itu mencari:

A sense of connection
A sense of achievement
A sense of material contentment
A sense of community and purpose
A sense of overcoming adversity
A sense of Joy

Semua ini bisa merupakan pengalaman setiap hari, ada di sana dihadapanmu, kalau saja sejenak menyimak daftar ini dan melakukan refleksi.

Di hari pertama, seorang karyawan baru menanda-tangani kesepakatan untuk bekerja dengan imbalan tertentu. Inilah moment di mana boss perlu mengajak bicara dengan karyawannya tentang semua ekspektasinya. Mengenai pekerjaan, penggajian, hasil yang diharapkan, jam kerja, dan perilaku karyawan itu sesuai dengan nilai-nilai yang dimiliki perusahaan.

Boss juga perlu meng-encourage karyawan itu untuk berani bertanya kalau ada yang tidak jelas. Tapi apakah itu sudah cukup?

Tidak. Berbagai dialog harus terus dibangun untuk mengetahui pemahaman karyawan tentang apa yang dibahas tersebut, sehingga karyawan tidak punya “second guess”. Serta, ciptakan kesempatan untuk karyawan bertanya atau minta klarifikasi. Jangan sampai, dia mulai berkeluh kesah ke teman-temannya, hanya karena saluran dialog tidak terbuka.


#CurhatSTAF ini bukan kompilasi keluh kesah, tapi upaya mengangkat ke permukaan apa yang diharapkan staf yang menjadi alasan kenapa mereka bekerja seperti tercantum di atas tersebut. Dan ini belum mereka nikmati sepenuhnya.

Berikut ini adalah sambungan dari kompilasi berbagai twits yang hadir setiap Kamis pagi via @josefbataona, semoga ini bisa menjadi cermin untuk refleksi.

#CurhatSTAF Kamis 23 February.

1. #CurhatSTAF bisa menjadi moment refleksi . Semoga para boss ngerti saya maunya apa, dan mereka juga jelas maunya apa
2. Kalau aja boss mau meng-ekspose saya ke pimpinan2 lainnya supaya saya bisa dikenal mereka.. #CurhatSTAF
3. Udah mau meledak rasanya, terus2an ditambahin tugas melampaui KPI saya! #CurhatSTAF
4. Mbok ya sebelum marah2 cari tau dulu kejadiannya boss.. #CurhatSTAF
5. Saya terima aja ditegur, dimarahin boss – hanya jangan di depan umum dong! #CurhatSTAF
6. Betul saya berbuat kesalahan, tapi saya juga layak diberi kesempatan kedua #CurhatSTAF
7. Boss minta kita selalu terus-terang. Moga2 siap juga mendengar bad news yaa.. #CurhatSTAF
8. Sampai Kamis minggu depan dengan #CurhatSTAF selanjutnya. Terima kasih para boss, telah meluangkan waktu mendengarkan kami


Sumbangan dari @judithginting 2 Februari 2012
1. Perlakukan anak buah sebagai strategic partner, bukan budak #CurhatSTAF
2. KKN memang tidak dapat dihindari, namun sebaiknya dipastikan bahwa yang bersangkutan kompeten dan dapat bekerja dalam tim #CurhatSTAF
3. Paling susah berhadapan dengan “dewa-dewa” atau para petinggi di perusahaan. Untouchable #CurhatSTAF
4. @solitudetimes: Punya fasilitas ini itu mestinya didukung dengan budaya kerja yang baik juga Dan itu ditanamkan mulai dari atasan #CurhatSTAF
5. Dalam pekerjaan bagaimana seseorang berbaur dengan lingkunga pekerjaan memberikan dampak besar dalam kesuksesannya #CurhatSTAF
6. “Maaf, perkataan saya tadi kasar sama kalian.” ..: Bos seperti begini yang dihormati anak buah. Berani mengakui kesalahannya #CurhatSTAF
7. Baru jam 04:30 sore. Si bos sudah siap2 beresin meja aja..” #CurhatSTAF
8. Ketika anak buah diberikan target yang jelas, maka semua kegiatan kerja akan lebih terencana #CurhatSTAF
9. Akan jauh lebih baik kalau program kerja bos sebelumnya dilanjutkan oleh bos sekarang agar terjadi kesinambungan rencana kerja #CurhatSTAF
10. Bos juga perlu mempelajari tipe kepribadian & cara kerja anak buah agar dapat memaksimalkan potensi mereka masing2 #CurhatSTAF
11. Mendengarkan adalah untuk mendapatkan informasi, bukan menunggu untuk berbicara lagi #CurhatSTAF
12. Jangan campuri urusan pribadi siapapun kecuali diri sendiri #CurhatSTAF
13. Hormat semua pekerja di kantor termasuk OB dan Satpam. #CurhatSTAF
14. Belajar itu mutlak untuk siapapun, bos ataupun bukan bos #CurhatSTAF
15. Respect is earned, not demanded #CurhatSTAF
16. Bos adalah sosok utama yang seharusnya “lead the way” bukan hanya memerintah anak buah saja #CurhatSTAF
17. Hal yang paling penting membuat semangat anak buah adalah ketika bos mereka selalu mendukung mereka #CurhatSTAF
18. Jangan pernah menjanjikan apapun kepada anak buah ketika belum ada kepastian #CurhatSTAF
19. Peleceh verbal adalah kejahatan. Jangan ditoleransi #CurhatSTAF
20. Jalin hubunga professional di tempat pekerjaan. Kita tidak pernah tahu kapan kesempatan itu dating #CurhatSTAF
21. Jangan pernah meremehkan siapapun, siapa tahu orang itu menjadi bos kita besok #CurhatSTAF
22. Jangan bawa pekerjaan ke rumah. Pekerjaan hanya berlaku 8 to 5 #CurhatSTAF
23. Pekerjaan bukan segalahnya. Keluarga dan menghargai diri sendiri adlah yang terpenting #CurhatSTAF
24. Bahasa inggeris ternyata banyak digunakan dalam dunia kerja. Nyesel deh dulu sering tidur pas pelajaran bahasa Inggeris di kelas #CurhatSTAF
25. Bekerja untuk hidup, bukan hidup untuk bekerja #CurhatSTAF
26. Hormati privasi setiap orang di tempat kerja #CurhatSTAF
27. Seorang bos sebaiknya peka dengan berbagai issue di tempat kerja #CurhatSTAF
28. HR Sebaiknya bertindak sebagai strategic partner bagi karyawan, saying HR banyak perperan sebagai administrator #CurhatSTAF
29. Hormati bos walaupun umurnya masih muda. Profesionalism tidak diukur dari umur #CurhatSTAF
30. Selalu bersyukur kepada Tuhan atas pekerjaan yang kita miliki. Ada banyak di luar sana yang tidak seberuntung kita #CurhatSTAF
31. Apa bahasa yang dipakai di dalam perusahaan ? Paham “Business Process” #CurhatSTAF
32. @munsya2020: we have so many bosses, only few leaders. Boss tells what to do, leader inspires and encourages us #CurhatSTAF
33. @ishakmanik: boss suka kasih tugas dadakan dan menguras waktu. Tp tugas inti tetap harus achieved sesuai deadline #CurhatSTAF

Bagian 1,2 dan 3 dari Curahan Hati (#CurhatSTAF) telah saya sajikan di blog ini dalam posting-posting sebelumnya. Rekaman berbagai Curhat Staf yang kami sajikan melalui akun @josefbataona setiap hari Kamis itu merupakan ajang introspeksi untuk para boss di semua lini.

Bagi yang ingin membagi Curhatnya atau juga Curhat temannya, silahkan email saya: josef.bataona@gmail.com.

Kontribusi Curhat yang dikirim kepada kami akan kami suarakan kembali tanpa menyebut nama. (*)

Baca juga:
1. Engagement dan #CurhatSTAF (Part-1). Klik di sini.
2. Engagement dan #CurhatSTAF (Part-2). Klik di sini.
3. Engagement dan #CurhatSTAF (Part-3). Klik di sini.

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life