Posted on October 22nd, 2021
“Since nobody is perfect – not you, not your peers, not your boss – we need to quit pretending. People who are real, who are genuine concerning their weaknesses as well as their strengths, draw others to them.” (John Maxwell)
KARIER DI MASA DEPAN tak ada yang tahu. Kita boleh prediksi, atau menentukan niat terbaik kita, mimpi kita. Namun yang paling penting adalah apa yang kita lakukan hari ini. Apa yang kita persiapkan untuk masa depan. Seberapa cepat kita bisa belajar, seberapa jeli kita melihat peluang belajar yang membantu kita untuk proses learning, unlearning dan relearning. Dunia berubah begitu cepat, sehingga ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang kita punyai mungkin dikesampingkan sementara (unlearn), mulai belajar ilmu kekinian (learn) tapi juga ada yang sudah kita punyai yang perlu ditingkatkan atau dipertajam lagi (relearn).
Memimpin Rekan Kerja Sendiri
Masih di Amerika, di perusahaan sebelumnya, Tati memang cepat sekali belajar, mengadaptasi diri dan dalam waktu singkat dia sudah mendengar berita menggembirakan. Dia dipromosikan menggantikan atasan yang pindah. Ini berarti dia akan menjadi atasan dari rekan kerjanya sendiri. Gembira, penuh tanda tanya pada diri sendiri, apakah sanggup. Gelisah apakah teman2 pada terima, khawatir menerima komentar tidak menggembirakan.
Dan betul saja, saat berita ini diumumkan, satu dari rekan kerjanya berkomentar dihadapan yang lain: “Congratulation for promotion, but I am not sure whether I can accept you as my leader.” Ungkapan blak-blakan yang bisa membuat wajahnya merah. Tapi Tati masih bisa menguasai diri dan dalam pesan singkat yang dikirim kepada saya, dia masih bisa bercanda: “Aduh kak Josef, untung kulitku sawo matang, jadi marah pucat kaget tetap saja sawo matang warnanya.”
Pesan yang dia kirimkan sekaligus minta pendapatku. Saran saya pada dia sangat sederhana: gunakan situasi pertemananmu sebagai angin keberuntungan. Terus berada ditengah mereka sebagai teman. Gali kemampuan masing-masing mereka. Ajak mereka bersama memikirkan berbagai rencana ke depan.Tapi begitu keputusan harus diambil sebagai leader, lakukan secara tegas sebagai leader.
Saya datang memimpin team ini, sebagai leader yang ditunjuk. Tapi saya juga mulai masuk dengan memberikan signal bahwa saya adalah teman mereka, saya menghargai ide-ide gemilang mereka, memberikan peluang bagi mereka untuk hadir di pentas, termasuk ide-ide untuk outing atau tampil beda seperti di foto ini.

Tips Dalam Memimpin Rekan Kerja
Siapa yang menyangka kalau suatu saat kita menjadi atasan rekan kerja sendiri. Entah ada kesempatan dipromosi dan menjadi leader untuk rekan kerja (leading peer-to-peer), atau menjadi leader untuk memimpin cross-functional team (leading across), tips John Maxwell berikut bisa membantu. Dia awali dengan pernyataan:
“To succeed as a 360-Degree Leader who leads peer-to-peer, you have to work at giving your colleagues reasons to respect and follow you. How do you do that? By helping your peers win. If you can help them win, you will not only help the organization, but will also help yourself.”
Tujuh tips selengkapnya:
Lingkaran kepemimpinan dimulai dengan CARING: mencermati interest anggota tim demi mencapai sukses bersama (winning with people). Karena itu luangkan waktu bersama tim untuk meyakinkan mereka bahwa, bersama kita bisa meraih hasil yang lebih besar.
Bagi organisasi, sukses seluruh tim jauh lebih penting daripada sukses individu tertentu. Karena itu tumbuh-kembangkan anggota teammu agar mereka bersedia meraih sukses bersamamu.
Sebagai pemimpin, tujuannya adalah menjadi sahabat dari anggota team, bukan mencari sahabat diantara mereka. Bila ini yang dilakukan maka, anggota team yang awalnya enggan dipimpin olehmu, pada akhirnya bisa menerima situasi dan bisa diajak bekerjasama.
Untuk berhasil bersama tim seperti ini, jadilah dirimu sendiri (stay true to whom you are) dan jangan menggunakan kekuasaan dalam keseharian. Jadilah leader yang punya visi besar, tidak egois, jadilah seperti diplomat dihadapan rekan kerjamu
Semangat kolaborasi sangat membantu, terutama saat anda melihat bahwa ide2 timmu lebih gemilang dari idemu sendiri. Sebagai team player, penting untuk mengakui dimana anda bisa memberikan nilai tambah, saat anda mengesampingkan idemu dan menerima ide terbaik timmu untuk diimplementasi. Itulah saatnya anda meraih persahabatan dan mampu mempengaruhi mereka (you win friends and influence people).
Jangan sekali-kali menganggap diri sempurna. Karena itu akui kalau berbuat salah, minta pendapat yang lain, tak perlu cemas apa kata orang, buka diri untuk belajar dari yang lain. Kesampingkan rasa bangga dan kepura-puraan agar bisa Bersama yang lain melaju ke arah yang sama untuk sukses. (Simak: 7 Tips for Leading Your Peers – John Maxwell)
Peluang yang hadir di hadapan kita untuk maju, sering tidak terduga, termasuk peluang untuk promosi, tapi harus memimpin rekan kerja sendiri. Kapan harus mempersiapkan diri untuk itu? Sekarang, hari ini! Bangun network, perbanyak teman, jadilah pribadi yang kehadiranmu diharapkan banyak orang, karena bisa memberikan nilai tambah bagi karier atau kehidupan mereka.
“Good relationships make influence possible, and friendship is the most positive relationship you can develop on the job with your coworkers.” (John Maxwell)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...