Saat Pemimpin Tidak Bisa Diandalkan

Posted on December 3rd, 2021

“A leader today is someone who creates an environment that other people choose to join and do their best in.” (Tamara Erickson)

PEMIMPIN ANDALAN. Itu merupakan harapan semua karyawan. Namun tidak sedikit kemungkinan, bahwa sebaliknya yang terjadi. Dan sengaja saya angkat topik ini, karena sudah beberapa kali pertanyaan diajukan saat saya berbagi tentang Leadership, termasuk saat saya berdiskusi dengan peserta CHRP Atma Jaya Batch 62. Pertanyaan yang diajukan dalam rumusan yang berbeda, misalnya, dalam satu team tidak ada saling percaya. Namun yang bisa saya tangkap atau saya pahami setelah diklarifikasi: yang dimaksud adalah atasannya tidak bisa diandalkan, atau tidak bisa dipercaya team. “Pertanyaan mereka, apa yang bisa saya lakukan untuk mengubah situasi tersebut?”

Pimpinan Yang Tidak Mampu Memimpin

Seakan berempati dengan penanya di atas, John Maxwell juga bertanya:

The employees in the middle have ideas, they have suggestions, but they believe they have no voice. Do you ever feel that way?

Do you ever feel like you could make a significant contribution to your team or organization if only you had permission to do so?

Tulisan ini juga merujuk pada buku  John Maxwell berjudul How to Lead when your boss can’t (or won’t) Ada beberapa gejala umum, saat pemimpin tak mampu memimpin, entah di perusahaan, departemen, organisasi, tim atau bahkan keluarga:

  • Pengambilan keputusan tertunda. Salah satu aspek penting dalam kepemimpinan adalah pengambilan keputusan, dan terkadang harus cepat atau tepat waktu.
  • Agenda bertumpuk: Semua agenda kerja team mestinya dalam koordinasi dan menyatu dengan agenda besar unit/divisinya dibawah satu pemimpin. Ini untuk menghindari setiap orang mengerjakan agenda sendiri2
  • Konflik berkepanjangan: Konflik bisa saja terjadi dalam sebuah team, tetapi pemimpin hendaknya hadir memfasilitasi penyelesaian konflik itu.
  • Semangat menurun: Harapan seluruh tim juga bertumpuh pada pimpinan, yang terus menerus membangkitkan semangat. Karena itu, bilamana seorang pemimpin tidak bisa memimpin, maka hilanglah harapan team.
  • Produksi menurun: Pemimpin yang andal senantiasa berupaya menemukan cara-cara kreatif atau membantu teamnya untuk bisa lebih kreatif dan produktif. Dalam situasi yang terus berubah, pemimpin hendaknya mampu mencari cara-cara kreatif untuk menumbuh-kembangkan teamnya, memotivasi, memberi tantangan, dan lain-lain.
  • Kesuksesan sulit diraih: Sukses sebuah team akan bisa diraih karena hadirnya seorang pemimpin yang andal. Anggota team yang kompeten sekalipun membutuhkan pemimpin yang memfasilitasi pemberdayaan setiap kompetensi, baik secara individu maupun secara bersama-sama.

Berikut foto sebagian peserta CHRP Universitas Katolik Atma Jaya, Batch 62

Kemampuan Memimpin Diri Sendiri

Sebelum kita dipercaya untuk memimpin orang lain, kita hendaknya mampu memimpin diri sendiri. Alasannya sederhana, bagaimana orang lain mau dipimpin olehmu, kalau anda sendiri belum mampu memimpin diri sendiri. Kita berlatih untuk membuat pilihan-pilihan terbaik dalam berbagai situasi yang dihadapi. Kita membangun kredibilitas diri melalui kemampuan mengelola hal berikut ini:

  • Emosi, saat menghadapi situasi tertentu, kita mempunyai sepersekian detik untuk memutuskan cara menanggapinya. Misalnya, marah-marah sambil mencari kesalahan orang lain, atau dengan tenang berusaha mencari solusi.
  • Waktu: Semakin efisien menggunakan waktu yang terbatas, semakin banyak pula tugas yang diselesaikan dan semakin besar penghargaan yang didapat.
  • Prioritas. Anda pemegang kendali atas daftar tanggung jawab dan prioritas anda. Gunakan 85% waktu untuk tugas-tugas di bidang keahlian anda; 15% untuk tugas demi pembelajaran anda; dan 5% untuk tugas penting lainnya.
  • Energi: kerjakan tugas terpenting saat kondisi anda masih prima, saat energi masih banyak dan pikiran masih tajam, kemudian baru yang lainnya.
  • Pikiran: Bila anda terlalu sibuk dalam bekerja, biasakan untuk mencatat 3-4 hal penting yang perlu disimak di saat senggang dan kondisi mental anda sedang prima, untuk melakukan tindak lanjut yang lebih memadai
  • Perkataan: kata-kata yang keluar dari mulut kita, adalah hasil dari kemampuan kita mengelola pikiran. Bila isi pikiran kita positif maka yang keluar dari mulut juga positif, dan sebaliknya.
  • Kehidupan pribadi: Definisi Sukses kita adalah dikasihi dan dihargai oleh orang-orang terdekat kita, istri/suami, anak-anak, dan cucu-cucu kita. Tentu saja kita menginginkan dihormati dan dihargai orang-orang yang bekerja dengan kita, tetapi bukan dengan mengorbankan keluarga tercinta

Dengan kemampuan untuk mengelola atau memimpin diri sendiri, maka kita sudah menjadi teladan untuk orang lain, orang lain akan menghargai kita dan merasa nyaman bekerja-sama dengan kita.

Leadership is Influence

John Maxwell terus menekankan bahwa Leadership is influence. Kalau anda mampu menyemangati rekan kerja yang lagi galau, atau membagi ide untuk menyemangati demi tercapainya tujuan, atau bisa bekerja sama dan membantu bosmu untuk mencapai tujuannya, artinya anda bisa memimpin. Berikut lima aspek yang menunjukkan bahwa anda berpotensi menjadi pemimpin. Anda harus:

  1. Mampu memimpin diri sendiri. Lihat uraian diatas
  2. Mampu menemukan cara bekerjasama dengan bosmu. Pasti ada cara untuk membuat atasanmu merasa dibantu dengan kehadiranmu
  3. Mampu mendevelop influencing skill: yang bisa memberikan dampak positif di setiap kesempatan kepada tim, rekan kerja ataupun atasan.
  4. Mampu menghindari jebakan yang memperburuk situasi: lebih smart, sensitif dan strategis dalam situasi unik.
  5. Mampu membuktikan bahwa anda bisa memberikan nilai tambah setiap hari, dan jangan berhenti bertumbuh.

Singkat cerita, anda bisa belajar memimpin, dimanapun anda berada, dan siapapun atasan anda.

Kendali Karier sepenuhnya di tanganmu

Semua kejadian bukan kebetulan, ada alasannya. Termasuk juga kalau seseorang hadir dalam tim, dimana pemimpinnya tidak bisa memimpin, atau tidak bisa diandalkan. Mungkin ini merupakan kesempatan bagi yang bersangkutan untuk belajar memberdayakan potensi yang dimiliki untuk diterapkan dalam situasi seperti itu. Beberapa butir penting untuk mengingatkan kita semua yang berada dalam situasi seperti itu:

  • Tetap jaga kepercayaan pemimpinmu.
    Anda melayani orang-orang yang memberikan wewenang kepada anda. Karena itu, tetap jaga kepercayaan yang diberikan kepadamu, jangan tergoda untuk merasa lebih tinggi atau lebih hebat dari atasanmu.
  • Hindari pula untuk membicarakan kejelekan atasanmu dengan rekan kerjamu. Bila ada masalah dengan atasanmu, sebaiknya bicarakan langsung dengan dia. Cari cara yang tepat untuk bicara empat mata dan memberikan umpan balik.
  • Tapi, bila atasanmu meminta untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan COBP (Code of Business Principles), tolaklah permintaannya dengan cara yang elegan.

Tantangan seperti yang sedang dihadapi ini, boleh jadi merupakan kesempatan untuk kita belajar mengatasi berbagai kesulitan seperti itu. Tapi yang paling penting adalah, kita belajar membedakan pemimpin yang bisa diandalkan dan yang tidak, sehingga bila tiba saatnya kita memimpin, kita tidak akan melakukan hal yang kita alami bersama pimpinan saat ini.

“The three keys of successful transformation are leadership, talent and culture. Talent works at the speed of culture.” (Renata Lerch)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna