Akselerasi Pengembangan Valuable Talent

Posted on April 16th, 2019

“The only place where your dream becomes impossible is in your own thinking.”  (Robert H. Schuller)

BERKAT KEMURAHAN TUHAN. Ungkapan ini begitu sering saya dengar keluar dari mulut semua penghuni Transformer Center. Betapa tidak, ungkapan ini merupakan ungkapan syukur, bahwa mereka tadinya bukan siapa-siapa sudah bisa menjadi manusia yang juga bisa membawa berkat buat orang lain. Tulisan ketiga ini akan mengangkat kisah Pemeran Utama dalam Pentas Kolosal yang kami tonton malam itu di Theater of Dreams, Blaze of Glory. Dan pemeran utamanya adalah Fransiska Dwi Rahayu, murid kelas 3 SMA Selamat Pagi Indonesia. Sebuah contoh program akselerasi talenta yang berhasil. Foto Siska tengah dengan kostum hitam.

Faster and Shorter di Transformer Center

Kehadiran kami Bersama 70a peserta lainnya di Transformer Center adalah untuk program Light Up Your Company, dengan tema Faster and Shorter. Disana Pimpinannya, pa Julianto Ekaputra tidak saja berbicara tentang teori, tapi juga insight yang ditemukan dari penerapan dalam group bisnisnya, termasuk di Transformer Center. Suatu ketika mereka mengalami banyak pemain utama dari business yang dibangun di Transformer Center, yang adalah lulusan SMA Selamat Pagi Indonesia, memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya. Mereka dihadapkan pada tantangan besar untuk membuat talenta yang tersedia harus mampu mengambil alih tugas. Bisa Ngga Bisa Harus Bisa, adalah slogan yang bukan sekedar diucapkan, tapi juga dihayati dan diimplementasikan dalam keseharian.

Karena itu, belajar dari kejadian tersebut, dan juga melihat perubahan sekitar yang cepat, mereka juga mulai mengambil ancang-ancang untuk mengakselerasi pengembangan talent yang dimiliki. Talenta itu sudah diidentifikasi sejak dini, sejak anak-anak masih sekolah, dalam belajar entrepreneurship, sehingga begitu mereka lulus, mereka siap untuk mandiri, entah tinggal di Transformer Center atau saat kembali ke kampung halamannya.

Bangga sambil Mensyukuri

Seperti halnya teman-teman lainnya Siska juga berasal dari sebuah desa di Kediri, dari keluarga tani yang sungguh-sungguh harus berjuang untuk hidup. Kedua orang tuanya tinggal di Kalimantan, sementara Siska tinggal bersama kakek neneknya sejak usia 5 tahun di Kediri. Sejak TK, SD maupun SMP di Kediri, Siska harus menolong kakek neneknya bekerja di sawah usai sekolah. Ikut nyangkul. Namun untuk memenuhi kebutuhan lain-lain Siska juga harus membantu tetangga ngarit rumput. Semua itu Siska jalankan karena sadar bahwa tidak bisa menunggu, sementara berbagai kebutuhan sekolah dan kebutuhan hari-hari harus juga dipenuhi. Saat merefleksi seluruh pengalaman ini Siska malah bersyukur, sudah menempah pribadinya menjadi tangguh sejak kecil. Berikut foto bersama Siska.

Perjalanan Hidup Penuh Perjuangan

Memasuki sekolah SMP, Siska bersyukur mendapat beasiswa Pemerintah. Itu belum cukup, dan sebagian ternyata diambil dari tabungan hasil lomba yang memang disimpan guru. Tapi kebutuhan lain-lain harus dipenuhi sendiri. Dia mendapat berbagai peluang untuk mengikuti lomba Baca Puisi, Lomba Pidato atau ikut bertanding Volley. Dari sana ada tambahan uang saku yang lumayan. Pekerjaan utama setelah sekolah untuk mencari uang semakin digiatkan: bantu tetangga yang punya bisnis membuat amplop, atau membantu ngarit rumput, atau mencari rumput untuk makanan hewan tetangga. Semua itu Siska jalanin dengan penuh ketekunan.

Belajar tetap menjadi menu utama. Setelah magrib Siska belajar sampai Isa dengan penuh disiplin dan konsisten. Dan hasilnya, dia menduduki ranking pertama umum tiga tahun berturut-turut di SMP.

Sementara itu program ekskul, Siska memilih Pencak Silat agar bisa menjaga diri, dan hasil tertinggi dia menyabet Sabuk Putih. Namun pertanyaannya, kemana Siska setelah SMP, sementara keuangan keluarga tidak bisa diharapkan. Tawaran datang dari mantan kepala desa, yang memberikan informasi tentang sekolah gratis di SMA Selamat Pagi Indonesia, Batu. Dia juga membantu mendaftarkan. Orang tua dikabarkan dan diberikan pengertian untuk juga menyetujui. Dan semua bisa berjalan lancer. Menurut Siska:

“Kalau Tuhan memberikan jalan Siska, Tuhan akan izinkan Siska sekolah disana.”

 

Bisa ngga Bisa Harus Bisa

Sejak  kelas 1 SMA, Siska berkesempatan aktif dalam beberapa show. Awalnya sebagai dancer dan beberapa peran kecil lainnya. Tapi sinar talentanya tidak bisa disembunyikan. Di bulan keempat dia sudah diajarin peran lebih penting, bahkan peran utama. Penasaran dengan proses itu, saya bertanya, bagaimana tim sampai kepada kesimpulan bahwa Siska Bisa? Ceritanya dia dipanggil ka Sheren (pemeran utama show dan juga talen scouter):

“Saya diminta untuk berlatih peran utama sebuah show dalam seminggu, kemudian diminta untuk perankan dihadapan ka Sehren. Dan ternyata lulus hanya dengan beberapa catatan perbaikan.

Lalu tiba saatnya, suatu pagi, saya dipanggil ka Sheren yang mengatakan, Bisa ngga bisa harus bisa. Malam ini Siska harus tampil sebagai pemeran utama. Perasaan kaget kok bisa mendapat kepercayaan seperti itu. Saya bersyukur, senang. Menjelang tampil, saya berdoa agar bisa berikan yang terbaik, tidak kecewakan mereka yang mendukungku. Saya akhirnya bisa mengontrol diri.”

Memetik Buah

Semakin jauh Siska melangkah dalam meraih sukses, semakin tebal rasa syukurnya. Dia baru menyadari bahwa kemampuan dia di dunia Pencak Silat boleh jadi merupakan modal dalam seni pentas. Dan saat dia mengingat-ingat hari pertama datang ke asrama:

Saya begitu senang, tidak menyangka mendapat tempat tidur spring bed, Thanks God, bisa dapat kehidupan layak. Dan saat makan siang pertama, yang sebelumnya saya membayangkanakan makan sayur terong sebulan penuh. Ternyata banyak lauk macam2, dibanding di rumah mungkin hanya sekali dalam sebulan atau dua bulan. Saya akhirnya membayangkan, orang tua saya sedang makan apa. Sayapun terharu dan menangis.

Siska yang mempunyai Dream untuk mempunyai rumah seperti pada foto, ingin membahagiakan keluarga, membuat orang tua bangga, dan bermanfaat bagi orang lain. Kita doakan semoga Siska yang saat ini duduk di kelas 3 SMA, berhasil mencapai mimpinya.

Shorter Faster di semua lini

Kisah Siska diatas sengaja saya angkat sebagai contoh proses akselerasi pengembangan talenta individu.

Kembali ke tema utama kami berada di Transformer Center, pesan yang disampaikan adalah perubahan harus merupakan tanggung jawab semua, disemua lini. Tidak bisa hanya mengandalkan atasan. Karena itu, pa Julianto meminta seluruh timnya untuk harus bisa memperlihatkan sebuah perubahan setiap bulan, tidak peduli seberapa kecilnya. Ini untuk mendorong semua orang ikut berkontribusi. Berikut foto dengan beberapa tim ko Jul di Transformer Center.

Saat ini kalau kita check-in di hotel Transformer, hanya dengan scan barcode yang sudah dikirim sebelumnya, sebuah contoh kecil untuk mempercepat proses mengurangi waktu antri.

Dan masih banyak lagi program yang terupdate untuk menyesuaikan perubahan, termasuk, Program untuk Team, untuk para Leader dan sebagainya. Ada juga program untuk Family atas dasar pemahaman bahwa bila kehidupan keluarga damai sejahtera, karyawan bisa lebih konsentrasi bekerja dan berprestasi.

Bila diawal sesi, seperti yang saya tuliskan di blog, hari Selasa minggu lalu, ko Jul muncul dengan Toga, dia ingin memberikan pesan bahwa kita masing-masing punya peran berbeda-beda sesuai tempat dan waktu: peran sebagai anak, sebagai orang tua, sebagai karyawan, sebagai pimpinan dan lain-lain. Program pengembangan harus membuat kita lulus dalam peran apapun yang kita emban…. Gaudeamus Igitur….

“So many of our dreams at first seem impossible, then they seem improbable, and then, when we summon the will, they soon become inevitable.” (Christopher Reeve)

Bookmark and Share

4 Responses to Akselerasi Pengembangan Valuable Talent

  1. Ratih Hapsari says:

    Membaca tulisan Pak Josef di atas bahwa perubahan harus merupakan tanggung jawab semua lini dan tidak bisa mengandalkan atasannya, yang terlintas dalam pikiran saya adalah tahun 2013 yg lalu ketika Pak Josef datang ke Indofood Pak Josef mengatakan salah besar jika kami mengharapkan perubahan dari kehadiran Pak Josef, tapi kamilah yang harus melakukan perubahan itu dan Pak Josef yang akan memfasilitasi. Terima kasih Pak untuk mengajarkan bahwa kita semua harus terlibat dalam sebuah proses dan tidak hanya mengandalkan satu orang saja untuk keberhasilan sebuah inisiatif.

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, sebuah highlight yang memperkuat insight yang diangkat dari pengalaman di Transformer Center. Salam

  2. Andreas Wahyu says:

    Pak Josef, thanks for share, saya sendiri yg ikut juga di acara LUYC 2019, merasa beruntung dan bersyukur boleh menjadi saksi mata pengalaman hidup yg dialami adik² di SMA SPI, tidak habis rasa kagum, salut, dan bangga utk semua usaha, pengorbanan, cinta yg diberikan oleh Tim MIC Transformer dalam mendidik dan membentuk pribadi² yg masih “mentah” menjadi pribadi “matang” yg berkualitas.

    Pak Josef, thank you utk sharing dan ulasan yg diberikan, sangat inspiratif dan boleh memberikan insight ke kehidupan yg lebih baik.

    Tuhan memberkati. Amin.

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 pa Andreas,
      Sampai sekarangpun, setelah berkali2 hadir disana, saya masih merasa bahwa miracle sungguh terjadi disana, melalui tangan ko Jul dan tim. Semoga ini bisa menginspirasi lebih banyak orang lagi untuk berbagi kebaikan. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 pa Andreas, Sampai sekarangpun, setelah berkali2 hadir disana, saya masih merasa bahwa...

Andreas Wahyu:
Pak Josef, thanks for share, saya sendiri yg ikut juga di acara LUYC 2019, merasa beruntung dan...

josef:
Terima kasih Ratih, sebuah highlight yang memperkuat insight yang diangkat dari pengalaman di Transformer...

Ratih Hapsari:
Membaca tulisan Pak Josef di atas bahwa perubahan harus merupakan tanggung jawab semua lini dan tidak...

josef:
Terima kasih Tromol, kapan saja sempat silahkan simak berbagai tulisan disini


Recent Post

  • Coaching World Game 2019
  • Akselerasi Pengembangan Valuable Talent
  • Biasakan Membangun Mimpi
  • Faster and Shorter
  • Your Legacy
  • Bahagianya Saling Belajar
  • Dampak Positif bagi Sesama
  • Push Beyond the Limit
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Digitalisasi di Telapak Tanganmu