Langkah Proaktif

Posted on November 29th, 2016

“If you really want to change, you need to work from inside out. Only once you’ve changed yourself can you start to change the world around you.” (Stephen R Covey)

TANGGUNG JAWAB atas kehidupanku, sepenuhnya ada di tanganku. Saya yang bertanggung jawab penuh atas setiap keputusan yang diambil berikut semua konsekuensinya. Pernyataan ini penting dihayati, agar tidak terlintas dalam pikiran untuk menyalahkan pihak lain atas hal yang kurang berkenan dalam kehidupan ini.

Untuk mengantisipasi berbagai situasi yang terjadi di masa mendatang, sayapun bertanggung-jawab penuh untuk mempersiapkan diri. Kalaupun perusahaan memberikan fasilitas untuk mengembangkan diri, maka itu merupakan nilai tambah yang patut disyukuri. Karena tidak kurang pula karyawan yang kurang menghargai kesempatan seperti itu.

Foto berikut, bersama teman-teman HR perusahaan lain belajar Training for Trainers untuk implementasi SKKNI (Standard Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) di bidang HR. Belajar dan having fun, bukan saja untuk pengembangan diri, tapi juga untuk memberikan sesuatu yang bermakna bagi komunitas HR di Indonesia.

langkah-proaktif1

Kebutuhan sebagai Manusia Seutuhnya

Setelah suksesnya konsep ‘7Habits of Highly Effective People’, kembali Stephen Covey meluncurkan buku ‘The 8th Habit, from Effectiveness to Greatness’. Di sana dia memaparkan The Whole-Person Paradigm, yang terdiri dari 4 elemen Utama yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain: Body, Heart, Mind and Spirit.

Masing-masingnya mengedepankan kebutuhan dasar akan:

  • To Live, kebutuhan akan Survival (Body)
  • To Love, kebutuhan akan Relationship (Heart)
  • To Learn, kebutuhan akan Growth and Development (Mind)
  • To Leave a Legacy, kebutuhan akan Meaning and Contribution (Spirit)

Bila kita membawanya dalam konteks keseharian di lingkungan kerja, maka tanpa disadari seorang karyawan mempunyai kebutuhan yang berkaitan dengan keempat aspek tersebut:

  • Pay me fairly (Body)
  • Treat me kindly (Heart)
  • Use me creatively (Mind)
  • In serving Human Needs in principled ways

Semua ini akan berhubungan erat dengan kesediaan seseorang untuk memilih bekerja di perusahaan tertentu, untuk jangka waktu tertentu.

Menjawabi Situasi Berbeda

Beberapa skenario yang terjadi dalam keseharian kita di tempat kerja, yang bisa menggambarkan tanggapan seorang karyawan sebagai pilihannya:

Skenario 1: Anda diperlakukan tidak fair. Banyak politik di tempat kerja, nepotism, sistim penggajian tidak fair, imbalan yang Anda terima tidak merefleksikan kontribusi Anda sesungguhnya. Apa tanggapanmu?

Skenario 2: Anda diperlakukan secara fair dalam konteks remuneration, tapi tidak diperlakukan secara wajar. Misalnya, Anda kurang dihargai sebagai manusia, perlakuan terhadapmu juga tidak konsisten, tergantung mood atasanmu. Apa tanggapanmu?

Skenario 3: Anda digaji dan diperlakukan secara fair dan manusiawi, tapi kesempatan untuk tumbuh dan berkembang tidak diberikan. Apa tanggapanmu?

Skenario 4: Anda digaji dan diperlakukan secara fair dan manusiawi, serta dilibatkan secara kreatif agar bisa tumbuh dan berkembang, tapi Anda diminta mengerjakan pekerjaan yang tidak berguna. Misalnya membuat laporan, yang atasanmu tidak akan pernah menyentuhnya. Atau mengumpulkan data yang tidak akan pernah digunakan. Apa tanggapanmu?

Skenario 5. Anda digaji dan diperlakukan secara fair dan manusiawi, dilibatkan secara kreatif dalam pekerjaan yang berguna dan memberikan arti dalam kehidupan profesi, tapi banyak tipu muslihat terhadap konsumen dan pelanggan atau stakeholder lainnya termasuk terhadap karyawan lainnya. Mengabaikan cara kerja berdasarkan etika. Apa tanggapanmu?

Kita bisa meneruskan daftar ini dengan berbagai skenario, yang merupakan kombinasi dari skenario tersebut diatas, sesuai dengan kenyataan kita di lapangan.

(Sumber: The 8th Habit, by Stephen R Covey)

Tentu saja tanggapan kita terhadap perlakuan tersebut di atas, merupakan pilihan yang bebas setiap kita, dengan mempertimbangkan berbagai konsekuensinya. Dan yang paling penting dari semuanya adalah: “Apakah saya secara proaktif mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi tersebut di atas?”

Foto berikut ini menggambarkan momen membangun dan mempererat persahabatan dengan teman-teman, saling berbagi kisah inspiratif tentang kehidupan.

langkah-proaktif2

Belajar Berkesinambungan

Berbagai skenario tersebut di atas itu nyata ditemukan diberbagai tempat kerja. Kita bisa saja berada di lingkungan kerja yang sama, tapi mengalami berbagai skenario tersebut, entah satu, dua, tiga atau lima contoh di atas dan bisa saja beberapa kali.

Namun pertanyaannya juga adalah apakah kita belajar dari berbagai situasi yang muncul? Ataukah itu membuat kita sakit hati, lalu berontak atau berhenti, tanpa berkesempatan untuk belajar dari pengalaman itu?

Marilah kita menjadi insan seperti yang digambarkan dalam quote berikut ini:

“The people who get on in this world are the people who get up and look for the circumstances they want, and if they can’t find them, make them.” (George Bernard Shaw)

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah, bagaimana kita mempersiapkan diri untuk hadir secara utuh, dengan keempat dimensi, Body, Heart, Mind dan Spirit. Dengan demikian kita akan terus belajar secara proaktif untuk menghadapi berbagai tantangan hidup ini, belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik hari ini dibanding hari kemarin, dan besok lebih baik dibandingkan dengan hari ini.

“Proactive people determine their own behavior, and they do not allow it to be affected by external conditions.” (Stephen R Covey)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life