Mutiara Kehidupan

Posted on March 6th, 2018

“We have more control than most of us realize. Each day is filled with thousands of opportunities to change the story of our lives.” (Michael Hyatt)

MUTIARA memang bertebar di seantero khatulistiwa. Juga mutiara kehidupan. Banyak sekali mutiara kehidupan yang hanya akan bersinar saat, diangkat ke permukaan, dibagikan kepada banyak orang, dan tanpa kita sadari ada saja orang yang mengambil makna dari mutiara kehidupan itu.

Postingan oleh seorang sahabat, Andry Lie, di Instagram 27 Pebruari, langsung saya spot, dan langsung saya minta agar dia tuliskan lebih lengkap, karena ini adalah sebuah contoh, sebuah kisah kehidupan yang patut dibanggakan dan sangat bermanfaat bila dibagikan. Dan sosial media saya, termasuk blog ini saya siapkan untuk menyajikan kisah ini. Berikut kisah selengkapnya dari Andry Lie:

Renungan Sore Hari

March 2, 2018

Mutiara Kehidupan

Salah satu yang membuat Saya menikmati perjalanan dengan taksi adalah kesempatan untuk berbincang secara lebih mendalam dengan para pengemudi. Saya selalu tertarik mendengarkan kisah mereka. Biasanya banyak pelajaran kehidupan yang bisa kita peroleh melalui obrolan ini.

Setelah mulai jalan, Saya biasa bertanya: “Sudah berapa lama Pak membawa taksi?”, “Aslinya darimana?”, “Apa yang Bapak lakukan sebelum membawa taksi?”, “Apakah sudah berkeluarga?”, “Ada dimanakah mereka?” Dst.

Sore itu seperti biasa, Saya mencari taksi biru langgananku. Dari awal taksinya terlihat bersih dan beliau terima pembayaran non-tunai. Jadilah Saya naik dan duduk manis di kursi depan.

Dia memang supir taksi, tetapi…..

Saat masuk ke mobil, Saya lihat foto beliau pada dashboard mobil. Kelihatannya masih baru. Beliau menggunakan jam tangan merek cukup ternama dan HP merek Korea yang paling terkenal.

Saya melakukan percakapan sesuai SOP. Beliau mulai bercerita bahwa beliau belum lama menarik taksi, kurang lebih setahun. Sebelum di taksi, beliau mempunyai pekerjaan mengurus fiber optic dan sejenisnya di sebuah perusahaan telekomunikasi. Latar belakang yang berbeda daripada pengemudi pada umumnya.

Lebih lanjut, beliau bercerita bahwa istri sudah di panggil oleh empunya (saya tertegun dengan pilihan bahasanya yang sangat santun) dan kedua anaknya jarang bertemu karena bekerja di luar kota. Ternyata oh ternyata, luar kota itu adalah New York dan South Dakota. Mereka bekerja di sebuah perusahaan minyak dan keduanya lulusan sebuah universitas di Singapura.

06 Maret 19_Mutiara Kehidupan1

Mendengar Dengan Hati

Sampai di sini, Saya sudah mencium sesuatu yang perlu saya gali lebih jauh. Bukan profile seorang pengemudi.

Saya lebih lanjut menanyakan, apakah beliau ingin membuat usaha sendiri? Beliau kemudian bercerita, setelah pensiun, beliau membeli sebuah rumah kos-kosan yang berjumlah 38 pintu di daerah dekat rumah beliau. Beliau juga mempunyai 2 kendaraan, termasuk tahun terbaru. Salah satunya sebuah Honda HR-V. Impressive!

Setelah ini Saya lebih menjadi pendengar yang baik. Artinya beliau sudah mulai cukup nyaman bercerita dan Saya siap menjadi telinga buat beliau.

Beliau bercerita bahwa dari tempat tinggalnya di daerah Bekasi, beliau ikut pool Mampang, supaya agak jauh. Kenapa? Supaya tidak jadi omongan tetangga dan keluarganya. Khawatir anak-anak akan kecewa dengan pilihan sang ayah.

Pilihan Sendiri vs Harapan Ayah

Suatu ketika salah satu anak beliau pernah bertanya, “Apakah ayah bangga dengan kami? Sekarang sudah berhasil dan bekerja sukses di negeri Paman Sam (Amerika)?

Beliau menjawab, “Sama sekali tidak! Alasannya, karena tidak ada satupun yang dekat dengan beliau (secara lokasi). Ada ketegasan dan kesedihan dari tonal jawaban beliau.

Saya lagi-lagi tertegun. Saya pun lulusan Amerika, dan kebetulan Saya memilih kembali ke Indonesia. Tetapi apa yang beliau ungkapkan adalah juga ada benarnya juga. Walaupun beliau memiliki suara hati, tetapi beliau tidak memaksakan keinginannya. Saya pun sudah menjadi orang tua dan tidak ada hal yang lebih menyenangkan daripada berkumpul bersama keluarga.

Sebagai seorang anak yang menjunjung nilai ketimuran, tentu Saya ingin menjadi kebanggaan orang tua. Saya juga ingin melakukan hal-hal sesuai passion-ku sambil menghidupi keluarga. Sejahtera dan bahagia.

Di sisi lain, waktu terus berjalan. Waktu kita bersama orang tua sudah semakin sedikit. Ada saatnya Saya cukup bersyukur untuk melepaskan kehidupan waktu di Amerika dan memulai dari nol di Indonesia. Hari ini, Saya tidak merasa kehilangan, justru cukup senang bisa berkumpul bersama keluarga dan orang-orang yang bermakna dalam hidupku.

Tanpa terasa, Saya sudah sampai di rumah. Kita bertukar nomor HP dan foto bersama. Saya berjanji untuk ngopi bareng, karena banyak sekali yang bisa dipelajari dari beliau. Sukses selalu Pak Yayok, terima kasih untuk mutiara kehidupan di sore hari!

Penutup dari Saya

Terima kasih kepada Andry Lie yang mau membagi kisah ini kepada kita semua. Terima kasih penuh kagum juga untuk pak Yayok, yang telah berhasil membawa anak-anaknya meraih sukses dalam pendidikan dan karya mereka.

Masih banyak sekali cerita kehidupan seperti itu. Semoga kisah kali ini bisa mengundang teman-teman lainnya untuk berbagi melalui blog ini.

“There are 2 ways to share knowledge. You can push information out. You can pull them in with a story.” (Unknown)

Bookmark and Share

10 Responses to Mutiara Kehidupan

  1. Andry Lie says:

    Terima kasih untuk kesempatan berbagi Pak Josef. Salam berbagi untuk kita semua.

  2. Ratih says:

    Kisah yang sangat menarik Pak..
    Teringat ucapan Pak Josef di Malang beberapa hari lalu : salah satu indikator kesuksesan kita adalah jika kita telah berhasil membuat orang lain sukses atau kita telah berhasil mengubah kehidupan orang lain menjadi lebih baik..

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, dan kita semua punya kesempatan untuk itu. Kisah orang lain lebih merupakan inspirasi agar kita jeli melihat peluang untuk berbuat baik.

  3. Santi Sumiyati says:

    Selamat siang Pak Josef, tulisan Bapak inspiratif selali. Setelah membacanya saya jadi menyadari, bahwa belajar bisa dari mana saja dan siapa saja ya Pak..asal kita mau membuka hati dan pikiran untuk lebih baik.sebagaimana Bapak dan Pak Andry mau menerima ilmu baru dari siapa saja. Terima kasih Pak Josef.

    • josef josef says:

      Setuju Santi, buka mata, telinga, pikiran dan hati lebar2 untuk belajar setiap hari dari semua yang ada disekitar kita agar bisa menjadi lebih baik dari waktu ke waktu.

  4. Indri says:

    Wow..,, inspiring story… terima kasih pak Josef dan Andry sudah berbagi cerita yg sangat inspiratif. Saya ikut bangga Blue Bird memiliki pengemudi spt pak Yayok

    • josef josef says:

      Terima kasih Indri, banyak kisah mirip seperti ini namun luput dari perhatian kita. Semoga lebih banyak lagi kisah kehidupan yang bisa diangkat ke permukaan. Salam

  5. Andri Hendrawan says:

    Terima kasih Pak Josep atas topik kali ini.
    Cerita yang menarik sekali Pak.
    Ada 2 learning point bagus sekali yg dapat saya simpulkan yakni mengenai kebesaran jiwa seorang ayah dan salah satu expektasi dari orang tua terhadap anaknya yang akhirnya kita sebagai anak yang masih memiliki orang tua haruslah peka dan mengerti apa yang mereka rasakan dan inginkan.
    Dan arti sebuah kesuksesan tanpa harus melihat dari sebuah jabatan tapi melainkan dari peran yg dilakukan dengan tulus dan bertanggung jawab selama itu positive dan tanpa melihat apakah pekerjaan tersebut dapat menurunkan image dari dirinya selama itu tidak menyulitkan orang lain.

    • josef josef says:

      Terima kasih Andri untuk mengedepankan learning point yang diambil. Cerita boleh sama, namun dengan sudut pandang yang berbeda, kita dapat mengambil pelajaran berharga yang beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Santi, hadirnya Nilai perusahaan itu pasti ada tujuannya. Karena itu memahami dan hidup sesuai...

josef:
Terima kasih Rizky, saya akan email. Salam

Santi Sumiyati:
Selamat siang Pak Josef, terima kasih sudah menginspirasi dengan tulisan Bapak. Salah satu poin...

Teuku Muhammad Rizky:
Dear Pak Josef, saya rizky, dari management trainee human resources (MT HR) di indofood...

josef:
Thank you Sulaiman, keep in touch


Recent Post

  • Bangga dengan Pekerjaanku
  • Saatnya Mengisi Baterei
  • Kejujuran Employer Brand 3.0
  • Mama Izinkan Saya Bermain
  • Menyamakan Makna TRUST
  • Komunikasi dan Seni Mendengarkan
  • Pilihan di Tangan Anda
  • Tutur Kata Seorang Pemimpin
  • Bawa Juga Hatimu ke Tempat Kerja
  • Kartini Zaman Now