Loyalitas Timbal Balik

Posted on October 11th, 2019

“Loyal employees uphold your brand and ensure the sustainability of your business. They go the extra mile. They make it possible for you to win.” (Brigette Hyacinth)

KARYAWAN LOYAL. Apakah ini berkaitan dengan lamanya seseorang bekerja? Apakah dia loyal kepada atasan atau Perusahaan? Apakah dia justru loyal kepada profesi?
Saya tergugah untuk mengangkat tema loyalitas karyawan karena munculnya pertanyaan dari seorang peserta sharing sessionku tentang loyalitas ini. Pertanyaan persisnya, bapak pernah bekerja sampai 31.5 tahun di satu perusahaan, bahkan sampai pensiun. Apa makna Loyalitas menurut bapak? Pertanyaan itu sangat masuk akal terutama karena datangnya dari seorang milenial, yang belum bisa membayangkan bekerja selama itu di perusahaan yang sama. Berikut foto Bersama peserta sharing session.

Perlakuan Yang dialami Karyawan

Sering sekali kita bicara tentang cara Perusahaan memperlakukan karyawan, atau tentang budaya kerja perusahaan. Tapi sebetulnya yang dimaksud dengan perusahaan adalah atasan karyawan. Karena atasan kita adalah orang yang paling dekat dengan kita, yang karena tugasnya mewakili perusahaan dalam keseharian kita. Jadi kalau hubungan dengan atasan baik, akan dianggap bahwa hubungan dengan perusahaan juga baik. Tapi kalau sebaliknya terjadi maka karyawan tidak akan tinggal lama. Sementara itu, riset juga menunjukan bahwa karyawan yang loyal memiliki produktivitas 12% lebih tinggi. Mereka akan menjadi brand ambassador, akan go extra mile, menjamin keberlangsungan bisnis dan berjuang demi keberhasilan perusahaan.

Perlu juga disadari, bahwa competitor sedang mengincar talent perusahaan kita. Bahkan hasil survey yang dipaparkan oleh Brigette Hyacinth di LinkedIn 5 April 2018, (https://www.linkedin.com/pulse/why-managers-should-care-employee-loyalty-brigette-hyacinth) bahwa dari 30 case study yang diambil dari 11 survey memperlihatkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk menggantikan karyawan yang berhenti kurang lebih 20% dari total penghasilan karyawan tersebut. Angka itu dihitung dari hilangnya produktivitas karena karyawan keluar, biaya untuk mencari pengganti dan belum maksimalnya produktivitas karyawan baru. Belum lagi kerugian karena karyawan lain boleh jadi berpikir-pikir untuk pergi, atau rusaknya citra perusahaan di mata karyawan sendiri dan pencari Kerja.

Tips untuk mempertahankan Karyawan terbaikmu

Bila karyawan merasa disconnected, undervalues, unappreciated, merka akan segera mencari pekerjaan lain dimana kontribusi mereka lebih dihargai. Karena itu cara mencegahnya adalah memberikan kepada karyawan alasan untuk mereka mau tinggal. Beberapa saran Brigette Hyacinth, diantaranya:

  • Perlakukan karyawan sebagai manusia, bukan mesin. Karyawan ini punya kebutuhan akan balanced life, punya personal time, family time, social time dll
  • Beri kesempatan untuk pengembangan karyawan. Buatlah karyawan melihat makna dibalik setiap tugas yang dikerjakan.
  • Berikan pengakuan dan penghargaan pada hasil kerja karyawan. Jadikan itu sebagai bagian dari budaya perusahaan.
  • Jangan micromanage karyawan. Percaya pada mereka, berikan otonomy dan keleluasaan untuk bekerja.
  • Berikan training dan support, yang akan dilihat karyawan sebagai komitmen perusahaan untuk pengembangan pribadi karyawan.
  • Perlihatkan empathy. Dampaknya moral dan kinerja karyawan akan meningkat
  • Akhirnya, ciptakan budaya dimana ada komunikasi terbuka, ada fairness, teamwork dan suasana kekeluargaan.

Hal tersebut diatas perlu mendapat perhatian, karena sering kita berpendapat, seakan-akan karyawan keluar karena ada tawaran lebih besar di luar. Memang kenyataannya bahwa karyawan keluar akan meminta tawaran lebih tinggi di perusahaan baru. Tapi alasan utama kenapa dia mulai berpikir untuk keluar adalah karena perlakukan atasan terhadapnya. Apalagi atasan yang tidak dekat dengan karyawannya senantiasa gagal paham akan apa yang menjadi motivasi seseorang dalam bekerja.

Loyal Sepenuh Hati

Kembali ke pertanyaan awal, apa sebetulnya loyalitas itu? Saya diterima di sebuah perusahaan karena kompetensi yang saya miliki. Secara professional saya berkembang dan bisa berkontribusi bagi perusahaan. Saya akan bekerja dengan sepenuh hati karena saya percaya bahwa perusahaan juga menghargai kontribusiku, para pemimpin memberikan kesempatan untuk berkembang, dan disana saya diperlakukan sebagai manusia seutuhnya.

Dan di postingan IG peserta lain, Cordelia, explisit dia menyebutkan bahwa kisah perjalanan hidupku menginspirasinya. Namun ada tersirat harapan sekaligus doa, semoga di perusahaan manapun dia bekerja dia bisa sukses “from ZERO to HERO, dan from NOTHING to SOMETHING.” Ini adalah harapan lumrah mewakili karyawan-karyawan lain. Mereka ingin menambah MAKNA (Meaning) kehidupan mereka, karena bisa memberi manfaat bagi orang lain.

Ini berarti loyalitas itu tidak satu arah (karyawan loyal kepada perusahaan), tapi timbal balik. Dan saya berpendapat, loyalitas saya adalah kepada profesi Human Resource. Saya akan terus berkarya dimanapun tempatnya dan siapapun atasannya, bilamana para pimpinan (yang juga mewakili perusahaan) memberikan kesempatan untuk profesi Human Resources berkipra.

“Train people well enough so they can leave, treat them well enough so they don’t want to.” (Richard Branson)

Catatan: karena kesibukan mempersiapkan penerbitan buku, mulai minggu depan blog hanya akan menghadirkan satu tulisan baru setiap hari Jumat.

 

Bookmark and Share

2 Responses to Loyalitas Timbal Balik

  1. Awan Rusdi says:

    Pak Josef,

    Bapak sudah tercatat di UNVR berkarir cemerlang, berkontribusi hebat dan dikagumi bawahan sebagai pribadi maupun atasan. Ada baiknya Bapak berbagi keberjhasilan tersebut melalui media social ataupun buku. SElain buku dan web yang sudah ada. Saya kira sharing hal ini akan membantu para talenta dalam membina karir dan mewujudkan impian2. Saat ini Pak Josef sudah bukan lagi praktisi atau konsultan tetapi dalam kategori pemilik wisdoms.

    Saya punya cerita hampir serupa dalam durasi dengan Bapak dalam membangun karir terutama saat di UNVR bedanya posisi lanjutan Bapak di UNVR, BNLI & INDF sangat tinggi.

    Saat memulai berkarir, saya sudah sangat sadar dan melihat bahwa posisi tertinggi dalam organisasi tempat saya akan ditempati keluarga pemilik usaha. Berarti posisi tertinggi yang mungkin di raih adalah posisi kepala unit kecil. Saat itu yang saya menetapkan tujuan karir mencapai posisi tersebut dalam X tahun. Kebetulan perusahaan maju pesat dan tidak ada orang lain yang terpilih sehingga saya terangkat menjadi kepala unit dalam 1/2X. Saya mulai menyadari bahwa tujuan karir pribadi hampir tercapai.

    Pasar tiba2 berkembang pesat dan laju pertumbuhan usaha sangat tinggi. Perusahaan mengubah visi dan misi sehingga tujuan perusahaan lebih besar dan lebih kompleks lagi. Saya turut terbawa perubahan perubahan perkembangan perusahaan dan menikmati karir yang berbeda2. Posisi dan jenis tanggung jawab pun turut berubah. Banyak posisi tinggi sudah dipercayakan pada para profesional sesuai dengan keahlian dan kompetensi yang dibutuhkan.

    Saya merasa sudah terlarut dalam tujuan karir pribadi saya. Saya lebih fokus bagaimana menbangun milestones yang penting bagi perusahaan dengan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab saat itu. Saya mencoba berikhtiar untuk mencapai KPI yang disepakati. Saya merasa menikmati pekerjaan dan penugasan yang sering berganti ini.

    Secara pribadi saya banyak belajar mengenai karir, hidup, manajemen dari mentor senior. Saya bisa belajar hal teknis produk, riset, produksi, marketing, sales , keuangan maupun operasional. Saya kira pembelajaran seperti ini karena organisasi ada ruang dan saya memiliki kesempatan tersebut.

    Kadang mendengar juga, berkarir lama di suatu orgnaisasi sebagai suatu keanehan, keganjilan atau hal negative lainnya. Koq tidak pindah kerja? Koq merasakan pengalaman dari organisasi lain? Loyalis sejati.

    Saya tidak melihat karir lama di suatu tempat sebagai loyalis. Saya melihatnya bahwa saya memiliki tujuan karir & finansial tertentu dengan nilai-nilai pribadi yang dimiliki. Saya loyal dan komit. Apakah organisasi tempat berkarir dapat memenuhi tujuan karir, kebutuhan pribadi dan selaras dengan nilai pribadi. Kalau employer selaras dengan tujuan,cita2 dan nilai pribadi mengapa harus berpindah2?

    Pak Josef punya pendapat ?

    • josef josef says:

      Terima kasih pa Awan Rusdi telah menyempatkan berkunjung ke blog dan memberi komen. Saya senantiasa percaya bahwa tidak ada yang kebetulan, termasuk seseorang berada di perusahaan tertentu. Tentu ada kesempatan belajar disana yang harus dituntaskan. Begitu pula panjang pendek masa kerja, saya selalu melihatnya dalam konteks panggilan karier atau panggilan hidup yang bersangkutam, dan kebutuhan orang2 sekitar dia, dimanapun dia berada.
      Berkaitan dengan kesempatan berbagi, saat ini sudah ada dua buku yang diterbitkan: Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku; #CURHATSTAF Seni Mendengarkan untuk para pemimpin. Buku ketiga sedang ditangan editor penerbit. Masih ada tiga lagi buku dimana saya bersama teman2 kontribusi satu judul setiap orang.
      Di blog saya saat ini ada sekitar 700 artikel dari berbagai kategori, yang tidak saja bicara kOnsep tapi juga pengalaman nyata. Setiap kali saya hadirkan artikel baru, saya juga tautkan ke twitter, facebook dan LinkedIn agar bisa dibaca lebih banyak orang. Selain berbagi secara tertulis, saya juga berbagi di berbagai forum publik, universitas atau di perusahaan. Semoga ini sedikit menjawabi. – Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Putu Endra. Salam

josef:
Terima kasih pa Awan Rusdi telah menyempatkan berkunjung ke blog dan memberi komen. Saya senantiasa percaya...

Awan Rusdi:
Pak Josef, Bapak sudah tercatat di UNVR berkarir cemerlang, berkontribusi hebat dan dikagumi bawahan...

I Gusti Putu Endra A:
Terima kasih bapak ku,, Sangat diberkati. Salam I Gusti Putu Endra A

josef:
Terima kasih Roy, pasti ada waktunya untuk masing-masing kita, sesuai kebutuhan. Salam sukses


Recent Post

  • Sentuhan Tangan Yang Diberkati
  • Tempat Kerja Idaman
  • Momen Mendengarkan Milenial
  • Memacu Gairah Belajar
  • Loyalitas Timbal Balik
  • Self Discovery melalui Coaching
  • Profesi MSDM Berkualitas
  • Fokus Untuk Masa Depan
  • Komitmen Hidup Sehat
  • Leading with Love