Coaching untuk Engagement dan Development

Posted on December 1st, 2015

“The way your employees feel is the way your customers will feel. And if your employees don’t feel valued, neither will your customers.” (Sybil F. Stershic)

KITA HENDAKNYA menatap masa depan dengan penuh optimis. Alasannya sederhana, harapan memang ada di depan, kemarin menjadi pelajaran, dan hari ini sedang kita tapaki. Optimisme perlu juga dibarengi dengan persiapan untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk situasi yang paling buruk sekalipun. Dan persiapannya harus dimulai dari sekarang.

Banyak Resources Tersedia

Salah satu hal yang membuat kita konfiden adalah keyakinan bahwa kita punya resources yang memadai. Termasuk di dalamnya yang dianggap terpenting adalah Human Resources. Untuk itu telah digelar HR Conference di Surabaya yang dihadiri sekitar 375 orang untuk bersama belajar apa yang perlu diantisipasi dan dipersiapkan dalam melangkah ke depan. Yang hadir adalah komunitas Human Resources atau mereka yang aktif berperan dalam pengembangan Human Resources.

coaching

Dengan terbukanya kesempatan kerja melewati batas negara, tenaga kerja akan leluasa menjajagi kesempatan tersebut. Peta ketenaga-kerjaan di berbagai perusahaan akan terus berubah, dengan dimensi keragaman yang semakin banyak. Selain diversity gender, ada latar belakang sosial ekonomi, lulusan dalam dan luar negeri dengan ragam bidang studi. Tentu saja semua ini akan mempengaruhi lingkungan kerja, dan pola perilaku yang juga berbeda. Saya hanya ingin mmengangkat dua hal penting: Engagement dan People Development.

Kesenjangan dan Retensi

Kemampuan adaptasi, umumnya termasuk di dalam profile calon ketika mencari karyawan baru. Namun demikian, kehadiran karyawan baru perlu difasilitasi agar mereka mendapatkan akses seluas mungkin agar bisa cepat menyesuaikan diri. Termasuk di dalamnya memberikan mereka kesempatan untuk berkontribusi dengan ide-ide baru, yang mungkin saja berbeda. Mereka membawa angin segar, kalau angin itu dibiarkan bertiup

Karyawan yang sudah ada, merupakan modal penting yang sudah ada di tangan. Prediksi keterbatasan talent middle management di pasar di masa mendatang, menjadikan engagement semakin penting guna membuat karyawan bisa lebih lama tinggal di perusahaan. Dan engagement ini bukan sekedar program, tapi perilaku pimpinan yang menjadikan engagement sebagai pola hidup dan gaya bekerja setiap hari. Kedekatan para pimpinan dengan tim akan membantu mereka memahami aspirasi dari anggota tim yang beragam tersebut dan mengambil langkah dini bila ada tanda-tanda karyawan sedang di persimpangan jalan.

Engagement Itu Sederhana

Di berbagai perusahaan, dikenal program engagement, dengan biaya yang aduhai. Namun yang sering tidak terekam adalah kejelian pimpinan melihat moment untuk engagement, seperti kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih baik langsung atau dengan kartu tulisan tangan sendiri setelah tim menyelesaikan tugas dengan baik. Atau kepekaan sang pemimpin mengangkat hal biasa menjadi luar biasa, seperti moment ulang tahun.

Potong kue dengan menyanyikan Happy Birth Day yang rutin ditemui, bisa dibungkus dengan cara yang kreatif, membuat moment itu memorable. Jangan sampai kita membahas program engagement yang rumit, tapi dalam keseharian tim menemukan betapa jauh jarak mereka dengan atasan.

Keterbukaan, kedekatan dan kemudahan akses tanpa sekat antara pimpinan dan anak buahnya akan memacu tim berinisiatif untuk memberikan kontribusi pada upaya yang dilakukan pimpinan untuk menciptakan bersama lingkungan kerja yang menyenangkan seluruh tim.

Bersama tim, kami memulai langkah tersebut dengan menggunakan program sederhana yang kami namakan FishFun, yang didasari pada empat falsafah sederhana: Choose your attitude, Be There, Play dan Make Their Day. Berbagai inisiatif dan tulisan tentang ini bisa ditemukan di blog ini dengan key word: FishFun. Program ini bisa dijalankan di perusahaan besar atau kecil, di unit dalam perusahaan yang berjumlah sedikit atau banyak, di organisasi formal atau informal, dan lain-lain.

Coaching untuk Engagement dan Development

Bila melihat challenges di atas, People Development Program juga akan memberikan kontribusi besar mengatasi keterbatasan talent tersebut. Program Management Trainee yang dijalankan secara konsisten bisa merupakan solusi mengisi berbagai kebutuhan dalam jangka panjang. Berbagai program training dan development sebagai bagian tak terpisahkan dari rencana suksesi, hendaknya menyentuh hakekat development itu sendiri, termasuk mempersiapkan mereka untuk tanggung jawab lebih besar dan lebih tinggi.

HBR terbitan 26 November 2016, dibawah judul “The Powerful Way Onboarding Can Encourage Authenticity”, (Dan Cable, Francesca Gino, and Bradley Staats), menyajikan hasil survey yang mengatakan:

“One of the chief features of being human is our longing for opportunities to be valued as our authentic selves. Being valued for who we truly are makes us feel alive. We’ve found that when people gain insight into their unique perspectives and strengths and can use them at work, their work engagement increases — their work is no longer just a means to the end. Most organizations do not tap this power source and, as a result, do not get the best out of their employees.”

Pimpinan yang memiliki coaching skill akan dengan mudah memfasilitasi timnya untuk menemukan sendiri “unique perspectives and strengths” dalam diri sendiri yang bisa digunakan dalam meningkatkan kinerjanya. Coaching menurut International Coach Federation dimaknai sebagai:

“Partnering with clients in a thought-provoking and creative process that inspires them to maximize their personal and professional potential, which is particularly important in today’s uncertain and complex environment”

Pendekatan Coaching semakin diyakini lebih efektif sebagai sarana engagement sekaligus development, terutama akselerasi development untuk memenuhi berbagai rencana suksesi. Coaching memberikan keleluasaan karyawan untuk menemukan berbagai solusi permasalahan yang dihadapi. Sejalan dengan ini, penting juga bagi pimpinan untuk memberikan ruang gerak, termasuk untuk membuat kesalahan bilamana perlu.

Coaching bukan suatu kegiatan musiman, tapi merupakan hubungan professional berkelanjutan, yang dapat membantu karyawan menelorkan hasil luar biasa dalam kehidupan, karier, bisnis atau organisasi. Karena melalui proses coaching, karyawan terus belajar, meningkatkan kinerja dan sekaligus meningkatkan kualitas hidupnya.

Dengan cara demikian, coaching akan menjadi alat ampuh bagi pimpinan, bukan saja untuk development, tapi juga untuk engagement dengan timnya.

“What you believe about employees comes out in how you treat them.  And how you treat them ultimately determines how effectively you engage them.” (Scott Carbonara)

Bookmark and Share

2 Responses to Coaching untuk Engagement dan Development

  1. Barkah says:

    Sangat valid, sederhana dan “makjleb” uraian Pak Josef.

    Dengan cara tertentu yang sudah diuraikan oleh Pak Josef di atas, tidak memerlukan biaya tinggi, namun sangat mudah diterapkan dan diimplementasikan secara efektif dan efisien serta akan muncul hasilnya.

    Terima kasih telah memberikan sebuah ulasan yang mudah dicerna bagi pembaca.

    Salam,
    Barkah

    • josef josef says:

      Terima kasih Barkah, terkadang kita abaikan hal yang penting untuk dilakukan. Tapi dengan saling mengingatkan, semoga tanggungjawab kita sebagai pimpinan bisa terlaksana dengan baik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life