Makna Terima Kasih Seorang Pemimpin

Posted on October 9th, 2018

“I discovered I always have choices and sometimes it’s only a choice of attitude.” (Judith M Knowlton)

SEMPAT BERPIKIR DUA KALI. Iya, saya ditawarkan untuk berbicara di depan 200 ASN (Aparatur Sipil Negara) di Pemerintahan Kota (Pemkot) Tangerang. Mereka dari berbagai eselon di bawah kepemimpinan bapak Walikota.

Kenapa harus berpikir lagi? Apakah kepemimpinan yang kita kenal di organisasi swasta bisa diterapkan di lingkungan pemerintahan?

Tapi hati kecil saya mengatakan, bahwa kepemimpinan itu berkaitan dengan struktur di mana ada pemimpin ada yang dipimpin dan ada di organisasi manapun juga. Kalau konsep kepemimpinan sudah teruji di berbagai organisasi lain dan berhasil, tak ada alasan untuk mengatakan bahwa tidak bisa diterapkan di lingkungan Pemkot. Karena itu mereka merancang program sharing sesudah apel bendera hari Senin seperti ini.

Menyamakan Pandangan

Di awal sesi, saya merasa perlu untuk menyampaikan pesan ini: Bahwa saat mendengar paparan saya di hati bapak dan ibu bisa saja berkata:

  • Itu kan praktek di swasta, di pemerintahan tentu saja beda. Dan menurut saya, bapak dan ibu boleh jadi benar.
  • Praktek di kantor kami, diatur dengan berbagai perangkat peraturan tentang struktur organisasi, deskripsi pekerjaannya dan lain-lain, yang tentu beda dari dunia swasta. Untuk inipun bapak dan ibu tidak salah.
  • Bahkan ada peraturan pemerintah yang mengatur luas ruang kerja, ukuran meja dan lain-lain. Inipun pasti beda dengan swasta. Bapak dan ibu yang berpikir seperti itupun benar.

Namun, satu hal yang boleh saya minta dari bapak ibu sekalian, buka pikiran dan hatimu untuk menyimak praktek leadership di dunia swasta, siapa tahu ada satu dua butir yang bisa diserap untuk diterapkan oleh bapak ibu di unit masing-masing. Karena menurut hemat saya, bila kepemimpinan yang diterapkan di banyak organisasi lain dan berhasil, sewajarnya juga bisa diadopsi di lingkungan pemerintahan.

Terima kasih Yang Mengesankan

Saya pun gembira mengetahui bahwa ternyata banyak aspek human yang mereka serap, berdasarkan komentar atau pertanyaan dari peserta. Pada akhirnya, hubungan atasan bawahan adalah hubungan antar manusia yang mempunyai peran berbeda dalam sebuah organisasi. Saat Pak Sekda mengomentari kebiasaanku memberikan kartu ucapan terima kasih kepada teamku yang menyelesaikan sebuah pekerjaan dengan hasil yang bagus, dia bercerita:

“Saat itu saya masih karyawan tingkat KaUr. Ada rekonsiliasi antar kantor, dengan fax. Karena jadual ketat maka proyek dua hari tersebut dikerjakan siang malam, ada yang tinggal di kantor tidak sempat tidur. Tapi pekerjaan bisa diselesaikan pada waktunya. Di akhir hari itu, Kepala Bagian mengumpulkan kami semua dan mengucapkan terima kasih. Sampai sekarang masih teringat momen itu, ucapan terima kasih yang sangat mengesankan.”

Ini merupakan sebuah testimoni yang sangat humanis, seakan mau mengatakan, mengucapkan terima kasih itu mudah dan bisa dilakukan, serta  dampaknya sangat besar. Tapi kenapa masih sering kita abaikan? Berikut foto bareng Pak Sekda.

Semua Diatur Peraturan Ketat

Saya sempat menawarkan kepada peserta, suatu hari, entah dalam momen apa, tolong dicopot semua atribut kepangkatan, tanggalkan pakaian jabatan, dan sempatkan untuk bertemu semua pegawai yang ada di sekitar kita di kantor ini sebagai manusia. Pada momen itu, kita akan menghargai setiap insan yang hadir di situ, yang sama-sama dibutuhkan oleh kantor ini karena keahlian dan panggilan tugas masing-masing. Kita memerlukan Kepala Dinas, tapi juga memerlukan staf administrasi. Kita perlu kepada bagian, tapi kita juga memerlukan karyawan yang menyediakan kopi atau teh untuk kita.

Dalam prakteknya sering kita lupa dan malah kebablasan. Saat saya menjadi karyawan biasa, saya merasa tugas saya adalah melayani. Tapi begitu saya menjabat sebagai kepala, saya merasa seakan tugas saya adalah memberi perintah dan dilayani, anak buah saya yang kerja dan melayani sang kepala. Perilaku kita pun kemudian berubah.

Siapa Yang Menangis?

Bapak Dadi Budaeri, Sekda dengan jeli mengomentari tentang pemimpin idaman itu seperti apa. Dengan menyebut dua nama Pemimpin di Indonesia yang dikenal umum, pemimpin idaman bisa kita kenali saat perpisahaan. Apakah anak buahnya bersedih atau bahkan menangis karena berpisah, atau mereka malah memotong kambing untuk merayakan kepergiannya, sambil mensyukuri kepergiannya. Kita mau menjadi seperti siapa? Dan jangan menunggu sampai pensiun, jaga perilaku kita sebagai pemimpin idaman dari sekarang, masih ada waktu untuk itu.

Satu hal yang pasti di akhir sesi itu. Baik itu organisasi swasta atau pemerintah, di sana ada manusia yang mempunyai peran berbeda-beda. Kalaupun ada perangkat aturan yang diterapkan, itu berguna untuk kejelasan langkah dan tindak. Kalaupun ada perbedaan, itu karena perilaku dan cara interaksi para pemimpin di organisasi itu yang menentukan. Dengan demikian, kalau kita menginginkan lingkungan yang lebih kondusif untuk meningkatkan kinerja, kita perlu refleksi tentang gaya kepemimpinan seperti apa yang akan memberikan hasil maksimal. Dan ini berlaku umum, di organisasi manapun juga.

Salut buat Pemkot Tangerang untuk membuka diri dengan inisiatif pembelajaran seperti ini.

“It is not the experiences of your life that determine your outcome. It is the meaning you attach to each experience.” (Jim Hartness)

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Santi, buku baru masih dalam persiapan. Salam

Santi Sumiyati:
Terima kasih Pak Josef untuk “pelajaran baiknya” lagi yang sangat bermanfaat. Ditunggu...

josef:
Terima kasih Sri, sangat disarankan untuk refreshing, jauh dari kesibukan di kota besar. Salam

Sri Mahayani:
Hi Pak Josef, Menyenangkan sekali melihat2 fotonya…menarik tempatnya…bila nanti saya ada...

josef:
Terima kasih sama2 mba Maria, kami semua mengharapkan sekaligus mendukung sukses langkah kalian demi kualitas...


Recent Post

  • Pemimpin dengan #180FitChallenge
  • Makna Terima Kasih Seorang Pemimpin
  • Di Antara Bebatuan Ini Kami Dibesarkan
  • Boleh Jadi Anda Pemimpin Yang Handal
  • Menenun Kebersamaan di Sumba
  • Pesona Budaya dan Alam Sumba
  • Universitas Proaktif Berbenah
  • Energi dan Harapan Masa Depan
  • Mengapresiasi Tiap Momen Kehidupan
  • MU dan Leadership ala Alex Ferguson