Space for Millennials

Posted on February 22nd, 2019

“There’s always room for a story that can transport people to another place.” (J.K. Rowling)

AWALNYA dia tertantang saat mengetahui bahwa saya mempunyai disiplin untuk menulis 2 artikel seminggu. Demikian beliau berkisah. Dan tidak tanggung-tanggung, dia bertekad untuk menulis setiap hari dan dibagi di beberapa media termasuk WA Group. Itu dia jalankan dengan penuh disiplin sampai hari ini. Tidak berhenti disitu, saat saya sedang mempersiapkan buku kedua, #CURHATSTAF Seni Mendengarkan Bagi para Pemimpin,  diapun meluncurkan buku pertamanya, lalu buku kedua dan sekarang buku ketiga sudah hadir dengan judul Lead the Innovation Game. Dia adalah pa Pambudi Sunarsihanto, tokoh HR yang dikenal luas, aktif di berbagai komunitas HR termasuk saat ini memimpin PMSM, Persatuan Management Sumber Daya Manusia.

 

Inspirasi Positif

Saya merasa sangat bahagia, sahabat HR ini berhasil meluncurkan buku ketiga yang relevan di zaman milenial ini. Apalagi melihat pengalaman beliau yang segudang, seperti yang dikisahkannya di buku tersebut, mereka sekeluarga memulai petualangan dengan hanya satu koper saat meninggalkan Indonesia pada 1998, dan kembali ke Indonesia pada 2013 dengan 3 kontainer berisi 330 boks, dengan pengalaman di 5 negara. Saya membacanya: dia kembali ke Indonesia dengan lebih dari 3 kontainer pengalaman di manca negara.

Para milenials atau yang selalu berurusan dengan milenial akan bisa mengambil banyak manfaat dari buku ini. Terutama mengingat gaya cerita pa Pam yang selalu menginspirasi penuh humor, yang juga terrefleksi dari cara memaparkannya di buku. Atraktif, mudah dicerna, menggugah untuk membalik lembar selanjutnya, dan begitu sampai di lembar terakhir, kita merasakan betapa banyak yang dipelajari tanpa merasa digurui. Simak saja, ini daftar isi buku.

 

Merangkul Milenial

Sub title buku itu: Menjadi Pemenang di Era Milenial.

Dalam berbagai forum saya masih mendengarkan berbagai pembicaraan tentang Milenial, seakan mereka adalah makluk lain yang seharusnya menyesuaikan diri sepenuhnya dan mengikuti gaya mereka yang sudah lebih dahulu hadir di muka bumi ini. Tidak sedikit juga yang membuat daftar kesalahan yang tidak seharusnya dilakukan oleh milenial, dan itu sebetulnya adalah harapan, atau persisnya tuntutan dari generasi yang lebih tua terhadap mereka. Saya sendiri lebih banyak pada posisi untuk melihat bahwa ada keunikan dari mereka yang lebih sesuai dengan zamannya, yang perlu dipahami oleh generasi pendahulu agar bisa mengoptimalkan kehadiran mereka.

Sebut saja satu contoh pernyataan:

“Milenial ngga betahan, suka pindah-pindah kerjaan.”

Katakan itu ada (walaupun tidak semuanya demikian), dengan menerima kenyataan itu dan menyikapinya, bisa ditemukan jalan keluarnya. Contoh, banyak perusahaan besar dengan berbagai divisi atau unit kerja. Mereka bisa merancang perputaran karyawan milenial ke berbagai fungsi lain atau juga melalui berbagai proyek. Bila itu dilaksanakan, maka sebagian besar masa kerja milenial tersebut sudah terlewati. Namun satu hal yang perlu diperhatikan, panggung kerja saat ini sudah diisi milenials. Mereka juga ingin berkontribusi dan menemukan MEANING dibalik apa yang mereka kerjakan, yang menunjang langkah mereka untuk memenuhi panggilan profesi dan panggilan hidup mereka.

Salah satu kontribusi pa Pambudi dalam kaitan ini adalah menyajikan buku dengan cara yang disukai milenial: membaca itu fun, belajar itu menyenangkan, dan bekerja juga hendaknya fun penuh sukacita.

Tulisan di awal buku Lead the Innovation Game, seakan mengingatkan mereka, para milenial: “If you want to achieve more than others, you have to work harder than others. Comfort and Progress can not go together.”

Dan tulisan di buku ini diakhiri dengan konsep inovasi bisnis yang sederhana: Dream Big, Start Small and Act Now. Dan apa yang ada diantaranya? Ada …… ups, saya tidak perlu cerita…

Silahkan untuk memiliki dan membaca buku ini, mudah dicerna walau padat berisi, dan sangat menyenangkan seakan mendengarkan pa Pam sendiri yang sedang bercerita. Congratulation pa Pambudi !!

“Story telling is about connecting to other people and helping people to see what you see.” (Michael Margolis)

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

 

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih banyak mba Lisa, sebuah paparan yang menyentuh untuk semakin kita memahami betapa besar dampaknya...

Lisa Samadikun:
Bahagiaku adalah ketika masih bernapas. Karena selama masih bernapas, ku masih bisa berbagi. Dan...

josef:
Terima kasih Ratih, irama kerja bisa kita atur, tapi tetap berlandaskan pola pikir dan perilaku yang positif...

josef:
Terima kasih sama2 Ratih, berguna untuk kita semua yang sering lupa. Salam

Ratih Hapsari:
Nice article Pak, walaupun kita “dituntut” untuk selalu cepat dan cepat, tapi kita tidak...


Recent Post

  • Gaya Hidup di Era Percepatan
  • Simple Daily Human Tips
  • 3S: Say Stay and Strive
  • Ecosystem For Learning Agility
  • Guru Yang Tulus Melayani
  • Multi Dimensi Pengembangan SDM
  • Temukan Kebahagiaan Dalam Dirimu
  • Belajar Sejarah Bisa Menyenangkan
  • Warisan Sejarah Tak Ternilai
  • Etika Para Wisatawan