Terus Belajar dan Berkembang

Posted on February 21st, 2020

 “The best leaders insist on finding new ways to learn and grow, because they understand their growth determines who they are – and, ultimately, the success of their leadership.” (Lolly Daskal)

BELAJAR hendaknya menjadi makanan setiap hari. Saat saya menyimak lagi moto hidupku: Be Yourself, but Better Everyday, disana ada komitmen atau janji pada diri sendiri untuk pertama-tama menjadi diri sendiri, tanpa harus menjadi orang lain untuk bisa sukses. Mengapa? Karena setiap kita diciptakan unik, lengkap dengan talenta yang dibutuhkan untuk maju. Bilamana saya percaya bahwa semua diciptakan unik, artinya setiap orang mempunyai keunikan yang tidak saya punyai. Karena itu sayapun berjanji untuk senantiasa membuka diri untuk belajar dari siapa saja, dari atasan, bawahan, rekan kerja, atau siapa saja yang kita temui setiap hari. Untuk apa? Agar saya bisa menjadi lebih baik hari ini dibandingkan dengan kemarin. Josef Bataona harus lebih baik besok dibandingkan hari ini karena dia belajar. Jadi saya tidak membandingkan dengan orang lain, tetapi membandingkan dengan diri sendiri di saat yang berbeda-beda. Inilah yang memacu saya untuk terus belajar dari waktu ke waktu, termasuk momen dimana saya tidak lagi berada di lingkungan korporasi.

Apakah Semua orang punya komitmen belajar

Dalam postingan twitter beberapa waktu lalu, Lolly Daskal, pengarang buku Lead from Within mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa mengajari orang yang tidak mau belajar. Bahkan kita tidak bisa memberikan advis apa-apa atau memberikan coaching pada mereka. Tetapi mengapa ada saja pemimpin yang enggan untuk belajar dan tumbuh. Ada empat alasan:

They know what they know

Tidak sedikit kita temui pemimpin yang tidak merasa perlu untuk belajar karena merasa sudah tahu apa yang diperlukan, apalagi merasa lebih tahu dari orang lain. Hasilnya mereka tidak membuka diri untuk belajar, berada dalam lingkaran tertutup yang membatasi cara pikir dan pola berinteraksi dengan orang lain. Pemimpin seharusnya berusaha untuk terus bertanya pada diri sendiri, tetap open mind walau terkadang tidak nyaman. Pemimpin terbaik paham bahwa pengetahuan mereka senantiasa belum cukup.

They know what they don’t know

Ada juga pemimpin yang sadar akan apa yang tidak mereka ketahui, tetapi bangga dan terus menggunakan cara-cara yang mereka terbiasa, walaupun terkadang kontra produktif sekalipun. Cara berpikir seperti ini sering nampak sangat arogan, sekedar mempertahankan ego, ditambah lagi dengan sikap defensif terhadap kurang pengetahuan mereka. Pemimpin yang seharusnya belajar banyak, justru bangga akan kekuarangannya. Memang dibutuhkan keberanian untuk mengakui bahwa kita tidak tahu semua yang seharusnya kita tahu. Tapi inilah sebetulnya yang merupakan langkah awal dari belajar.

Foto berikut adalah momen belajar calon2 pemimpin yang sedang belajar tentang Leadership di Rumah Perubahan. Antusias belajar mereka tinggi karena mereka sadar akan ilmu apa lagi yang diperlukan demi pengembangan diri.

 

They don’t know what is known

Pemimpin yang tidak pandai bertanya, tidak belajar. Pemimpin yang smart merupakan murid abadi, mereka mempunyai mindset untuk selalu belajar sesuatu yang baru sepanjang waktu. Tapi sering kita tidak menganggap bahwa kita perlu tahu sesuatu yang baru, hanya karena kita tidak melatih kaingin-tahuan (curiosity) untuk menemukan kesenggangan dengan apa yang sudah kita ketahui. Hanya pemimpin yang percaya diri yang proaktif mencari kesenggangan itu (knowledge gap), sehingga mereka bisa menutupinya.

 

They don’t know the unknown

Pemimpin yang tidak tahu bagaimana menghadapi ketidak-tahuan, akan selalu terlihat agak dungu. Insight memiliki power dan value seperti pengetahuan. Dan mengembangkan insight, berarti anda siap dengan pertanyaan2, siap untuk mengakui bahwa ada sesuatu yang tidak bisa diketahui. Ini berarti membuka sisi yang berbeda dari diri anda sendiri.

Anak-anak muda yang ingin ngobrol santai dengan saya di sebuah café, hanya mengandalkan pertanyaan dan kesungguhan menyimak, sementara saya sendiri sangat percaya akan kemampuan story telling, sehingga waktu yang dialokasi sejam, tanpa terasa menjadi lebih panjang. Mereka belajar, tetapi saya juga belajar melalui berbagai pertanyaan yang mereka lontarkan. Kami mengakhiri sesi santai ini dengan berfoto bersama.

Development dan Growth hendaknya sinonim dengan atau persisnya menggambarkan siapa anda sebagai seorang pemimpin, bukan dijadikan one-time event or a periodic luxury. Untuk bisa berhasil maksimal, anda perlu menjadikannya kebiasaan harian.

“If you want to be successful you must be open to development and growth. The best leaders are always teachable.” (Lolly Daskal)

Bookmark and Share

2 Responses to Terus Belajar dan Berkembang

  1. Mudji says:

    Saat pertama Bpk baru buka blog ini di Nop 2011, terus terang saya suprise banget dgn moto Bpk yg berat ini + menjadi tambah berat, krn di-share di-blog (banyak mata yg menjadi pemerhati…he..he..he..)

    Tanya donk Pak,
    kalau pada dasarnya kita sudah (selalu) berusaha & senang belajar, terutama ttg pengalaman² baru & bertambah menarik kalau pengalaman² baru tsb benar² out of the box

    Namun ada kalanya mood ini susah diajak kompromi, alias malas melanda

    Juga saat diri ini tidak puas pada pencapaian target², malah suka down sendiri

    Mohon advise Bpk, gimana caranya utk selalu semangaaaaat…

    Makasih sebelumnya Pak

    Semoga Bpk sehat selalu & tetap selalu menginspirasi kami. Aamiin

    • josef josef says:

      Terima kasih Mudji atas pertanyaannya:
      1) Pembelajaran yang dimaksud tidak harus yang besar. Mis. Dalam kesendirian di rumah, saya menyadari bahwa ternyata banyak kenikmatan yg didapatkan belum cukup saya syukuri: masih bernapas, bisa makan, tinggal di rumah sendiri. Ini merupakan pelajaran yg sangat berarti.
      2) Dengan menatap wajah mama yg sudah tua dan mungkin sakit, saya bersyukur masih bisa melayani beliau, meluangkan waktu untuk menghibur dia. Disinipun saya belajar bersyukur, tapi juga belajar mencari variasi cara menyenangkan mama.
      3) Kalau lagi down, ingatlah bahwa kita sendiri yang menciptakan cuaca hati kita. Begitu menyadari itu, mulailah dengan senyum, kemudian pikirkan seseorang yang mungkin perlu sapaanmu hari itu, dan telp dia. Bila itu dilakukan, kita akan mendapatkan semangat positif untuk mengisi hari kita dengan cara positif. Opsi lain, simak kembali inspirational quotes yang saya posting tiap pagi di twitter, facebook dan linkedIn.
      Ini sekedar contoh, Mudji bisa menemukan sendiri cara2 lain yang lebih sesuai. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan