Posted on April 24th, 2020
“The gift of the moments and its lessons prepares us for a better tomorrow.” (Lailah Gifty Akita)
KESALAHAN, kita sering perbuat. Namun banyak pula kesempatan diberikan untuk melakukan perbaikan, koreksi. Kita disadarkan untuk menggunakan pengalaman ini untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik. Secara pribadi ataupun kolektif kita diberi peringatan oleh alam semesta, termasuk melalui wabah Corona. Selagi kita meneruskan upaya untuk saling membantu agar wabah ini segera berlalu, kita juga mengambil kesempatan untuk belajar. Kali ini saya sengaja mengangkat pandangan Bill Gates tentang Corona/Covid-19, yang beredar luas melalui WA, dan mungkin kita sudah membacanya. Tapi entah kenapa, dalam Independent News UK 24 Maret 2020, pesan ini dicabut dengan permintaan maaf. Dengan demikian, entah siapa yang awalnya membuat pesan ini (bukan Bill Gates), tetapi karena pesan ini bagus sekali untuk refleksi, saya memutuskan untuk terus menyajikan ini di blog.

Pelajaran Penting dari Covid-19
Saya termasuk yang yakin bahwa ada “Spiritual Purpose” di balik apa saja yang terjadi, yang baik maupun yang buruk. Peristiwa Covid-19 ini mengingatkan kita semua bahwa:
- We are equal:
Kita semua sama dan sederajad tak peduli apa budaya, agama, pekerjaan, status keuangan atau tingkat ketenarannya. Wabah ini memperlakukan kita semua sama. Kalau tidak percaya tanyakan Tom Hanks (Aktor Amerika yang positif Corona)
- We are all connected:
Apapun yang terjadi pada seseorang, berdampak pada yang lain. Kita diingatkan bahwa batasan semu yang kita bangun tak ada artinya karena virus tidak butuh passport. Penderitaan jangka pendek ini mengingatkan kita akan mereka yang tertindas sepanjang hidupnya.
- How precious our health is:
Bahwa kesehatan adalah harta yang sangat berharga. Betapa kita semua mengabaikan kesehatan dengan mengkonsumsi makanan yang diproduksi tanpa nutrisi layak dan meminum air yang sudah tercemar bahan kimia.
- The shortness of life:
Hidup kita pendek, karena itu hal terpenting bagi kita adalah “saling membantu” terutama membantu yang lansia dan sakit. Jadi purpose kita bukan untuk membeli dan menumpuk tisu toilet.
- How materialistic our society has become and how:
Kita diingatkan betapa materialistisnya kita ini, dan di saat yang sulit, kita perlu ingat bahwa ada hal esensial yang diperlukan, seperti makanan, air minum dan obat-obatan, dibandingkan dengan barang-barang lux yang sering kita berikan nilai yang berlebihan.
- How important our family and home life is and how much we have neglected this.
Bila ditanya apakah itu penting, semua kita mengatakan keluarga dan kehidupan di rumah sangat penting. Namun, sekarang kita diingatkan kembali bahwa kita terkadang mengabaikannya. Kita sekarang dipaksa tinggal di rumah sehingga kita bisa membangun kembali hubungan rumah tangga kita.
- Our true work is not our job:
Yang kita kerjakan sekarang belum tentu merupakan alasan kita diciptakan. Pekerjaan kita sesungguhnya adalah saling peduli satu sama lain, saling melindungi, saling memberikan manfaat bagi yang lain.
- Keep our egos in check:
Dengan penuh kerendahan hati kita renungkan bahwa tidak peduli seberapa hebat kita atau seberapa hebat kita dalam pandangan orang lain, virus mempunyai kemampuan untuk menghentikan dunia ini.
- The power of freewill is in our hands
Kekuatan dari sebuah kehendak bebas ada di tangan kita. Kita bisa ambil bagian untuk saling membantu, untuk berbagi, memberi, membantu dan mendukung satu sama lain, atau memilih untuk memikirkan diri sendiri, menimbun demi diri sendiri. Saat seperti ini memang sulit untuk menampilkan warna asli kita.
- We can be patient, OR we can panic
Kita bisa bersabar atau panik. Kita bisa lebih paham bahwa situasi seperti ini sudah pernah terjadi dalam sejarah dan bisa dilalui, atau kita bisa panik dan melihatnya seakan dunia mau kiamat, sehingga lebih membahayakan.
- This can either be an end OR a new beginning
Ini merupakan saatnya untuk melakukan refleksi untuk lebih memahami, dimana kita bisa belajar dari kesalahan, atau ini bisa menjadi awal sebuah siklus yang akan berlanjut hingga kita tuntaskan pelajaran kita.
- This Earth is sick
Bahwa bumi kita sedang sakit. Kita perlu melihat tingkat penggundulan hutan sekarang sudah secepat menghilangnya tisu toilet di rak simpanan. Kita sedang sakit karena rumahtangga kita juga sedang sakit.
- Life is cyclical, and this is just a phase
Kita diingatkan bahwa badai pasti berlalu. Ini merupakan sebuah fase dari siklus kehidupan. Karena itu kita tidak perlu panik, situasi ini akan segera berlalu.
Selanjutnya pesan ini ditutup dengan mengatakan bahwa Corona/Covid-19 ini tidak dilihat sebagai bencana seperti pandangan banyak orang, tapi sebagai kesempatan koreksi. Situasi ini mengingatkan kita akan pelajaran yang sangat penting yang kita lupakan. Bila kita dengan tulus menyadari dan memperbaiki apa yang perlu diperbaiki, maka ini merupakan peluang emas bagi kita untuk melangkah ke jenjang kehidupan yang lebih baik, bisa menjadi pribadi yang lebih baik, lebih berguna bagi banyak orang.
Sekarang tergantung pada kita masing-asing apakah mau belajar atau mengabaikannya.
“Many see the Corona/ Covid-19 virus as a great disaster, I PREFER to see it as a great corrector. It is sent to remind us of the important lessons that we seem to have forgotten and it is UP TO US if we will learn them or not.” (Unknown)
Recent Comments
josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...
Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...
josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....
Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...