Sejuta Kenangan Penuh Makna

Posted on July 21st, 2023

“Your family and your love must be cultivated like a garden. Time, effort, and imagination must be summoned constantly to keep any relationship flourishing and growing.” (Jim Rohn)

SAAT MENUNGGU pesawat di bandara I Gusti Ngurah Rai, ditemani secangkir kopi, saya mencoba menyimak kembali foto-foto liburan keluarga. Namun mata saya sempat menangkap sebuah iklan dari  www.indonesia.travel yang tayang di TV: seakan meneguhkan apa yang barusan kami sekeluarga alami: Sebuah Perjalanan penuh cerita, sejuta kenangan penuh makna. Dan kalimat terakhir ini saya pilih untuk menjadi judul tulisan ini.

 

Fasilitas Hotel Sangat Menunjang Liburan

Selain program di luar, hotel juga menyediakan fasilitas yang sangat menunjang untuk libur keluarga. Halaman luas, depannya ada pantai, tiga kolam renang besar, bisa pinjam  sepeda, memilih berenang atau duduk di pinggir kolam renang atau menikmati minuman di luar restoran menghadap laut, sambil menanti matahari terbenam. Semuanya sangat disenangi keluarga, terutama anak2. Pilihan Hotel Anvaya di Kuta ternyata disenangi  keluarga karena sesuai untuk  libur keluarga bersama anak2.


Berbagi Kesan

Kami sengaja meminta kesan-kesan dari anggota keluarga, tentang perjalanan wisata di Bali ini. Bukan saja orang dewasa, anak-anak juga dimintai komentarnya secara langsung, seperti nampak di foto. Mereka memilih memberi komentar atau bernyanyi. Apa sebenarnya kesan secara umum yang disampaikan oleh peserta, menjawabi pertanyaan, apa satu hal yang paling berkesan.

Ontime, barong, banner, happy melihat semua happy, rame2 makan durian di desa pelipuran, kintamani, disiplin nurut, kompak padahal susah kumpulin keluarga. Nabung ternyata bisa, berkesan, senang, setiap hari berkesan, tiap hari ada yg baru, dinner jimbaran berkesan, keluarga kompak, pertama ke bali, rasakan kehangatan keluarga, bahagia, kintamani, karaoke di bus, happy, happy, berenang di hotel, banyak pilihan makanan untuk sarapan, nyantai di pinggir pantai, bisa libur bareng 30 orang, koordinasi kompak, ide om tante dan semua support, supir sabar, guide cerita sejarah, semua happy.

 

10 Mutiara Kehidupan

Dari perjalanan wisata 4 hari 3 malam, kami coba merangkum apa mutiara kehidupan yang kami dapatkan dalam kebersamaan ini. Dan butir2 ini sengaja saya bingkai yang Indah untuk bisa menjadi rujukan keseharian.

 

Melanjutkan Kebiasaan Kecil dalam Keseharian

Semua keluarga sudah memulai kebiasaan kecil nabung Rp 50.000 per hari selama setahun, dan bisa membawa kita semua wisata ke Bali. Tentu saja kebiasaan seperti itu bisa juga diterapkan dalam aspek kehidupan lainnya. Mulailah dengan yang kecil, lakukan secara disiplin.

Berikut ini langkah yang disarankan oleh penulis buku Mini Habits, Stephen Guise.

  1. Jangan pernah membohongi diri sendiri.
    Jujurlah pada diri sendiri. Bila kebiasaan kecilmu dirancang untuk mengurangi 4 batang rokok sehari misalnya, lakukan itu dan jangan menundanya sampai besok, walau anda bisa lakukan dua kali empat besok.
  2. Berbahagialah dengan setiap progress yang diperoleh.
    Ingat, kita mulai dengan yang kecil. Hargailah pencapaianmu. Kalaupun anda tidak bisa mempercepat pencapaian itupun ok. Kata Bruce Lee, Be happy, but never satisfied. Boleh berbahagia tapi jangan puas dengan itu.
  3. Beri penghargaan pada diri sendiri, setelah mencapai hasil dari kebiasaan kecil. Bentuknya bisa dengan makan enak, atau sekedar bicara di cermin. Ini akan membantu anda dalam membangun kebiasaan2 kecil baru lagi.
  4. Tetap tenang dan jangan terburuh-buruh. Masa depan tergantung apa yang dilakukan hari ini.
  5. Bila mendapatkan kesulitan, mulai kembali dengan langkah yang dipecah lebih kecil lagi.
    Tekad yang kuat perlu diimbangi dengan kemampuan diri. Terlalu memaksakan diri bisa berdampak kurang baik. Bila dirasakan terlalu sulit, langkah yang ada dipecah lagi menjadi yang lebih kecil sehingga bisa lebih muda dilakukan.
  6. Jangan pernah menganggap remeh langkah kecil.
    Ada pencapaian dari setiap kebiasaan kecil. Jangan menganggap sepeleh pentingnya pencapaian kecil itu. Bila ada kecenderungan meremehkan pencapaian kecil, tulislah mengapa yang dilakukan itu penting dan hasil apa yang akan diraih di kemudian hari.

Sangat disarankan agar kita menuliskan apa yang kita lakukan dan hasilnya. Dengan demikian kita bisa terus mempelajari pola langkah kita, dan terus memperkuat keyakinan bahwa kalau kita mau, pasti BISA. Dan itu juga merupakan alasan, mengapa perjalanan liburan ini kami tuliskan untuk mengingatkan kami semua akan komitmen kecil nabung setahun, dan berbagai momen bahagia di wisata Bali, sebagai hasil yang dicapai.

Sebagai penutup tulisan ini, saya ingin menyampaikan terima kasih, pertama-tama  kepada istriku Lena yang melontarkan ide gemilang tentang nabung untuk wisata. Juga kepada seluruh anggota keluarga peserta Wisata Bali. Semoga semua kenangan manis akan tersimpan di hati masing-masing. Mari kita melangkah ke depan, dengan membawa butir-butir Mutiara kehidupan tersebut diatas untuk menjadikan hidup kita lebih baik dari waktu ke waktu.

“Children will not remember you for the material things you provided, but for the feeling that you cherished them.” (Richard L. Evans)

Simak Seluruh rangkaian tulisan Wisata Bali

  1. Habit Kecil Buahkan Wisata Bali: https://www.josefbataona.com/life-wisdom/habit-kecil-buahkan-wisata-bali/
  2. Komitmen Sehat Selama Wisata: https://www.josefbataona.com/family/komitmen-sehat-selama-wisata/
  3. Ciptakan Moment Berharga: https://www.josefbataona.com/family/ciptakan-momen-berharga/
  4. Sejuta Kenangan Penuh Makna: https://www.josefbataona.com/life-wisdom/sejuta-kenangan-penuh-makna/

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna