Tuhan Barusan Menyapamu

Posted on December 22nd, 2015

“It is not how much we do, but how much love we put in the doing. It is not how much we give, but how much love we put in the giving.” (Mother Teresa)

ADA SAUDARA yang menelepon. Dia sedang berdiri di depan rumah kami. Pintu pagar digembok, bel dibunyikan, tapi tidak ada yang muncul. Ada dua kemungkinan. Staf rumah tangga sedang sibuk kerja (nyuci/bersih rumah) dan tidak mendengar bunyi bel, atau mereka sudah melihat kehadiran tamu, tapi karena tidak dikenal, mereka tidak menanggapi. Apalagi kalau tidak ada pesan tentang kedatangan tamu ke rumah.

Tuhan barusan Menyapamu

Di kota besar, sikap berhati-hati seperti itu bisa diterima. Tapi di pedesaan di mana kekerabatan masih sangat kental, lain lagi ceritanya. Bahkan di desaku, Lamalera, rumah yang dilengkapi pagar bisa dihitung dengan jari. Rumah orang tuaku yang berada di pinggir jalan raya, tak ada pagar dan pintunya senantiasa terbuka. Apa alasannya?

Sebuah Warisan Berharga

Di posting 20 Desember 2013, saya sudah memaparkan tentang ‘7 Warisan Mama yang Tak Ternilai’. Dan kisah ini pun sudah dimuat di Buku ‘Kisah Rp 10.000 yang Mengubah Hidupku’. Ada satu bagian yang ingin saya angkat lagi di hari yang penting ini, “Peringatan Hari Ibu Nasional 2015.”

Warisan No. 4 yang ditinggalkan Mama Imelda Keraf berupa pesan tak ternilai:

“Anakku, kita tidak pernah tahu kapan Tuhan menyapa kita. Kita mungkin tidak sadar bahwa kunjungan seorang saudara adalah cara Tuhan menyapa kita. Atau salam persahabatan seorang di depan rumahmu adalah sapaan Tuhan.

Bukalah pintu rumahmu lebar-lebar seperti Mama lakukan, untuk menyambut setiap tamumu, karena tamu yang datang seakan berkata (baik dengan suara atau dalam batin): “Semoga Damai Tuhan turun dan tinggal dalam rumah ini.”

Bila ada 10 tamu, kamu akan menerima 10 doa semacam itu. Anakku, kembangkan sikap seperti itu, seperti yang Mama tunjukkan. Bukalah diri dan rumahmu untuk siapa saja yang menyapa dan mengunjungimu, karena sebetulnya Tuhan yang menyapa dan mengunjungimu. Lakukan ini sebagai peringatan akan daku.”

Pesan tersebut secara harfiah memang merujuk pada rumah tinggal kita. Tapi pesan itu akan berlaku bila kita membuka diri, membuka hati untuk mereka yang membutuhkan. Bisa saja di tempat kerja, di mana kita bertindak sebagai kepala bagian yang perlu membuka hati untuk melayani anak buah. Atau juga di masyarakat umum, di lingkungan manapun kita berada di mana kita dipanggil untuk melayani. Hati yang terbuka akan mengundang berbagai kesempatan positif, di mana mereka yang memerlukan uluran tangan akan hadir. Di sanalah kesempatan kita untuk berbuat berbagai kebaikan.

Tuhan Menyapa

Mama Imelda berkeyakinan, bahwa kehadiran orang-orang tersebut, entah di depan pintu rumah atau di hadapan kita dalam peran yang sedang kita jalani, adalah wujud sapaan Tuhan, memanggil kita untuk berbuat baik.

Dan bukan juga sebuah kebetulan kalau di tahun 2015, Pemerintah memutuskan untuk memperingati Hari Ibu di tanggal 22 Desember dengan tema:

“Kesetaraan Perempuan dan laki-laki dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan menuju Indonesia berdaulat, mandiri dan berkepribadian.”

Di sini pun Tuhan akan hadir menyapa siapa saja untuk memberikan peluang yang setara bagi perempuan, tapi sekaligus merupakan panggilan bagi perempuan Indonesia untuk turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan menuju Indonesia berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Dari mana memulainya? Dari diri kita yang menanggapi panggilan itu, sekarang juga, sekaligus mengajak yang lain untuk turut berpartisipasi.

Syukur tak terhingga atas warisan Mama Imelda berupa inspirasi hidupnya yang terus menjadi panduan hidup bagi kami anak-anaknya.

“Stay Alert, and doors will open. You can never know when and where a magic door will open for you, so pay attention, stay watchful, and never give up hope.” (Jonathan L Huie)

CATATAN: Sehubungan dengan Liburan Akhir Tahun, tidak akan ada posting baru di hari Jumat (25 Desember), Selasa (29 Desember) dan Jumat (1 Januari 2016). Artikel baru akan kami hadirkan kembali di hari Selasa (5 Januari 2016).

Bookmark and Share

6 Responses to Tuhan Barusan Menyapamu

  1. irma e says:

    thank you for the amaZing reminders pak Josef

    • josef josef says:

      Most welcome, Irma masih punya banyak kesempatan memeluk ibunya untuk mengucapkan terima kasih. Manfaatkan kesempatan itu. Salam

  2. Gde Dhika says:

    Terima kasih pak josef,
    Pesan ibu selalu mengajarkan kasih sayang dan kebaikan untuk anak-anaknya,
    semoga kita bisa selalu memberikan bakti dan cinta kasih pada orang tua

    • josef josef says:

      Terima kasih Widar, tak hentinya kita saling mengingatkan, kasih ibu sungguh luar biasa, dan harus kita syukuri dengan hidup sesuai nilai2 positif yg mereka tanamkan dalam diri kita

  3. Aulia says:

    Nice remainder Pak Josef. Ibu adalah sosok yg mulia. Tadi pagi saya mengantar Ibu saya ke bandara untuk pulang ke kampung halaman. Ada rasa senang dan bahagia mengantar Ibu pulang

    • josef josef says:

      Terima kasih Aulia, pasti hatinya masih berbunga-bunga, dengan momen tak ternilai bersama ibunya. Semoga ini menjadi inspirasi baru untuk menapaki 2016 penuh sukses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET