Gairah Belajar Milenial Perhotelan

Posted on August 29th, 2025

“People may hear your words, but they feel your attitude. When you make a commitment, you create hope. When you keep a commitment, you create trust.” (John C. Maxwell)

VIBRASI POSITIF terasa saat memasuki ruang acara malam pertama. Saya diundang untuk menyaksikan bagaimana para generasi muda HR Perhotelan membangun kebersamaan dengan cara yang tidak kalah kreatifnya. Mereka semua hadir dengan dress-code unik sesuai apa yang menjadi mimpinya di masa kecil (Inner Child Dream). Jadilah yang berseragam polisi, dokter, perawat, dan lain-lain. Simak beberapa foto berikut:

HR Merupakan HEART dari Organisasi

Kehadiran saya sesungguhnya untuk sharing di hari kedua, mengambil tema:
“HR As the HEART of Organization: Driving Success Through People”

Ada beberapa pertanyaan provokatif yang saya ajukan kepada peserta:

  1. Siapa yang Drive?
  2. Siapa yang mengklaim seperti itu? Orang HR? Atau para business leaders yang kita layani?
  3. Apa tandanya bahwa HR sudah diakui sebagai HEART di Organisasi kita?
  4. Bila hasilnya belum maksimal, apa yang akan dilakukan sepulangnya dari Conference ini, baik secara individual maupun secara team?

Saya hadirkan postingan sosmed yang merekam siatuasi saat conference. Terima kasih pa Dudi Arisandi dan mba Helena Vanesa Kurniawati.

Presentasi saya berfokus pada TRUST as very key to your PERSONAL CREDIBILITY. Merujuk pada konsep Dave Ulrich, Personal Credibility itu harus diraih bukan diberikan bersama dengan surat pengangkatan kita di HR, atau karena kita sudah memegang ijasa dan sertifikat yang relevan, ditambah dengan pengalaman kerja yang panjang. Pengakuan itu datangnya dari rekan kerja di lini bisnis karena mereka bisa merasakan nilai tambah dari kehadiran orang HR, terutama karena

  1. Pengetahuan bisnisnya memadai untuk memungkinkan orang HR bisa memahami kebutuhan kontribusi HR untuk menunjang bisnis.
  2. Semua aspek HR delivery dikuasai oleh team HR, yang kompeten
  3. Punya kompetensi men-drive change, terutama dalam upaya membangun budaya sesuai Values yang dianut perusahaan
  4. Orang HR punya pengetahuan kekinian termasuk dalam kaitannya dengan penggunaan teknologi untuk menunjang kerja

Perlu pula dicatat, bahwa membangun credibility tersebut tidak semalam. Karena itu dia perlu menunjukkan hasil kerja dari waktu ke waktu.

Belajar Bisnis Bersama Business Partner

Saya juga mendorong teman-teman HR untuk terus belajar bisnis, bukan dari balik meja HR, tapi justru turun ke lapangan, berada bersama pelaku bisnis di perusahaan. Perbanyak dialog, buka diri untuk mencermati berbagai perubahan di luar atau didalam organisasi, dari sana kita mempunyai alasan untuk terus belajar.

Bila kita memang sungguh-sungguh mau menjadi Business Partner, kita harus belajar bisnis dari partner kita dan juga memahami siapa pelaku bisnis itu di lapangan. Untuk itu saya kembali mengajukan kepada peserta pertanyaan provokatif: apakah mungkin HR Business Partnering tanpa Personal Credibility? Masing-masing kita perlu menjawabinya sambil melakukan self-assessment dimana level saya dalam skala 1 – 10.

Dan dalam terus membangun hubungan positif produktif dengan rekan bisnis kita, elemen utama yang perlu selalu diasah adalah TRUST dan RESPECT. Karena kata orang bijak, It takes years to build Trust and Respect, seconds to break and forever to repair.

 

Antusias Berfoto Ria dan Tanda-Tangan Buku

Senang menyaksikan penyerahan penghargaan kepada beberapa penerima di malam pertama. Disamping plakat yang mereka terima, mereka juga mendapatkan dari panitia hadiah buku tulisanku.

Sementara itu untuk sesi saya, kepada tiga penanya terbaik juga diberikan hadiah dari panitia, buku Memanusiakan Manusia, seperti nampak pada foto ketiga diatas.

Beberapa rekan HR tidak lupa membeli buku sebelum conference agar bisa saya tandatangani saat bertemu.

Terakhir, yang perlu dicatat dan yang juga tidak kalah pentingnya adalah, setelah setting the tone di malam pertama, panitia terus menjaga dinamika dan antusias para peserta yang datang dari >100 hotel group Archipelago se Indonesia. Spot foto yang disediakan, membuat peserta leluasa membuat foto kenangan bersama teman-temannya, dan tentu saja untuk update statusnya.

Sampai hari saya menyiapkan tulisan ini, saya masih melihat berbagai postingan di social media peserta, yang menggambarkan semangat belajar, kebersamaan dan kecintaan mereka akan tempat kerja masing-masing.

Saat moderator, mba Yeni Nofian melemparkan pertanyaan penutup, apa alasan saya masih dengan penuh semangat mau terus berbagi, singkat jawabanku: YOU ARE THE REASON. Teman2 HR yang hadir hari ini, dengan penuh semangat ingin  belajar dan menyimak pengalaman seniornya. Saya menerima ini sebagai panggilan untuk menanggapinya, dengan harapan semoga sharing saya bisa memberikan nilai tambah demi suksesnya HR Archipelago. Terima kasih pa Donny Rommy, Corporate HR Director, untuk kesempatan yang diberikan untuk kami berbagi, terima kasih moderatorku mba Yeni Nofian dan terima kasih narahubung mas Yonathan Sugiarto. Semoga HR Archipelago terus berjaya!

“You will never change your life until you change something you do daily. The secret of your success is found in your daily routine.” (John C. Maxwell)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna
  • Saya Adalah Pemimpin (I Am a Leader)
  • Transformasi Ke Level Berikutnya