Monolog Sebuah Bangku di Teras

Posted on November 17th, 2017

“You have to find what’s good and true and beautiful in your life as it is now.” (Mitch Albom)

SAYA ADALAH BANGKU yang terbuat dari kayu, dibuat untuk tempat duduk dua orang di teras. Kehadiranku membuat mereka bisa menikmati taman di hadapannya. Mereka bisa bertukar cerita, tukar pikiran dan pengalaman. Mereka tidak perlu selalu berdiri. Mereka bisa duduk. Suasananya pun menjadi lebih hangat.

Inilah nilai tambah yang bisa saya berikan kepada pemilik. Sementara pemiliknya, tentu akan melipatgandakan nilai tambah itu ketika mempersilahkan tamu atau kerabat yang berkunjung untuk duduk di sini. Dengan demikian lebih banyak lagi orang yang bisa menikmatinya.

17 Nov 17_Monolog Sebuah Bangku di Teras1

Perjalanan Panjang

Kehadiranku di sini melalui perjalanan sangat panjang. Dari hutan dalam bentuk pohon, ditebang dan mengalami berbagai proses. Andaikan saya mempunyai perasaan seperti manusia, pasti banyak mengalami rasa sakit sepanjang perjanan ini: digergaji, diserut, dioven, dipotong-potong, dipaku dan dipernis.

Hingga akhirnya saya bisa dipertontonkan kepada calon pembeli, dengan bumbu promosi yang membuat mereka serius mempertimbangkan untuk membeliku dan membawanya ke teras rumah ini. Tapi kalau sekedar bangku duduk, mengapa harus saya yang dipilih? Kalau tidak melalui proses penuh derita itu, apakah saya bisa menjadi seperti ini?

Kreativitas untuk Menambah Nilai

Banyak orang yang punya daya kreasi mengagumkan. Awalnya ada kebutuhan untuk sebuah bangku, maka mereka membuatku hadir. Mereka juga membutuhkan meja untuk meletakkan sesuatu. Mereka pun kemudian membuat meja.

Tapi meja dan kursi membutuhkan ruang yang lebih banyak. Dan designer yang berpikiran kreatif tidak berhenti samapi di situ. Mereka membuat bangku yang bisa dijadikan bangku dan juga meja saat diperlukan. Jadilah diriku seperti ini kalau dibuka. Tadinya hanya untuk dua orang duduk, sekarang bisa empat orang duduk dan ada mejanya.

17 Nov 17_Monolog Sebuah Bangku di Teras2

Dengan cara seperti ini, saya bisa memberikan tambahan nilai berlipat ganda, untuk lebih banyak orang, dan untuk keperluan yang lebih bervariasi. Bila momen diperlukan itu berlalu, kembali dilipat dan hanya hadir sebuah bangku, untuk memberi ruang gerak lebih leluasa di area sekitarnya. Pemiliknya pun masih akan terus memanfaatkannya untuk, misalnya membaca sambil menikmati taman rumah ini, seperti nampak pada foto pertama di atas.

Sepotong kayu bisa memberikan inspirasi untuk memberikan nilai tambah bagi manusia, dan kita pun bisa membuat diri kita dan juga orang lain di sekeliling kita memberikan nilai tambah untuk masyarakat sekitarnya.

“Reflect upon your present blessings of which every man has many – not on your past misfortunes, of which all men have some.” (Charles Dickens)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama-sama Diana. Itu adalah cerita perjalanan kita bersama, yang kita temukan dan pelajari...

Diana Wirawan:
Bapak tidak pernah berhenti memberikan rasa “oya ya bener jg”.. tulisan bapak yang...

josef:
Selamat pagi Puji. Terima kasih telah menjadi bagian dari tulisan ini. Kita terus saling belajar dan berbagi....

Puji:
Banyak contoh nyata yang jadi pembelajaran seumur hidup, menjadi lebih baik setiap harinya. Terima kasih pak...

josef:
Terima kasih sama2 mba Deva, terima kasih untuk rutin menyimak tulisanku. Semoga membawa manfaat untukmu dan...


Recent Post

  • Melangkah Bersama
  • Menjadi Cermin Kepemimpinan
  • RUANG Belajar dan Bertumbuh (Blog Seribu Tulisan)
  • Blog Seribu Tulisan – KATA Yang Mengubah Hidup
  • Blog Seribu Tulisan: Pesan Konsistensi
  • Saya Bukan Siapa Siapa Tanpa Kalian
  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi