Posted on April 17th, 2026
“Once you understand your WHY, you’ll be able to clearly articulate what makes you feel fulfilled and to better understand what drives your behavior when you’re at your natural best.” (Simon Sinek)
LAMAURI, Novel yang ditulis Fince Bataona, bukan sekadar cerita tentang kehidupan masyarakat nelayan di Lamalera, Pulau Lembata. Ia adalah cermin nilai hidup, tentang makna bekerja, refleksi diri, fokus, dan kebahagiaan yang lahir dari hati yang selaras.
Di balik kisah sederhana tentang perahu, laut, dan peran seorang perempuan yang disimbolkan dengan Lamauri (jurumudi), tersimpan pelajaran yang sangat relevan bagi kehidupan modern, bahkan bagi dunia kepemimpinan hari ini.

WHY: Mengapa Engkau Bekerja?
Salah satu pertanyaan paling kuat dalam buku ini muncul dari dialog sederhana:
“Mengapa kau harus bekerja? Apa alasanmu bekerja?”
Pertanyaan ini mengingatkan kita pada konsep Simon Sinek dalam bukunya FIND YOUR WHY, yang menekankan bahwa orang yang mengetahui “WHY”-nya tidak hanya bekerja untuk hasil, tetapi untuk makna.
Dalam Lamauri, bekerja bukan sekadar mencari rezeki, tetapi bagian dari panggilan hidup, tanggung jawab keluarga, dan harmoni dengan komunitas.
Insight:
Ketika seseorang kehilangan “why”, pekerjaan menjadi beban.
Tetapi ketika “why” jelas, pekerjaan menjadi pengabdian.
WHY dalam Masalah: Refleksi, Bukan Menyalahkan
Bagian sangat penting dalam novel ini adalah saat tokoh menghadapi kegagalan: tidak mendapat hasil tangkapan, sementara yang lain berhasil. Alih-alih menyalahkan keadaan, atau mencari kambing hitam, mereka mengajukan pertanyaan reflektif pada diri sendiri:
“Ada apa? Apa yang salah dalam diri kami?”
Ini merupakan pertanyaan jujur dan tulus yang mencerminkan nilai yang ada dalam pribadi yang bertanggung-jawab.
Masalah akhirnya ditemukan bukan di laut, bukan di nasib, tetapi dalam relasi keluarga yang tidak harmonis. Dan ketika mereka memperbaiki diri, saling memaafkan, dan memulihkan hubungan, rezeki pun kembali mengalir.
Insight:
Refleksi yang jujur lebih kuat daripada seribu alasan pembenaran.
Masalah seringkali bukan di luar, tetapi di dalam diri sendiri.
Fokus sebagai Bentuk Doa
Dalam adegan menenun, sang mama berkata:
“Saya sedang berdoa, saat menenun.”
Ini adalah definisi fokus yang sangat dalam. Fokus bukan sekadar konsentrasi teknis, tetapi kehadiran penuh, di mana pekerjaan menjadi bentuk spiritualitas.
Konsep ini sejalan dengan berbagai pemikiran modern tentang deep work dan mindfulness: bahwa kualitas hasil sangat ditentukan oleh kualitas perhatian.
Insight:
Fokus bukan hanya soal produktivitas, tetapi soal kesadaran.
Dan dalam kesadaran penuh, pekerjaan berubah menjadi doa.
Pekerjaan sebagai Cermin Diri
Novel ini menyampaikan satu kalimat yang sangat tajam:
“Pekerjaanmu akan memberitahumu apakah kau baik-baik saja.”
Ketika hasil kerja terganggu, itu bukan hanya masalah teknis, bisa jadi ada sesuatu yang belum selesai dalam diri. Ini perspektif yang jarang kita sadari: bahwa pekerjaan bukan hanya output, tetapi refleksi kondisi batin.
Insight:
Jika pekerjaan terasa berat atau tidak mengalir, mungkin yang perlu diperbaiki bukan pekerjaannya, tetapi diri kita.
Bekerja dengan Hati yang Bahagia
Pesan sederhana namun dalam dari sang ayah: “Apapun pekerjaanmu, lakukan dengan bahagia.”
Kebahagiaan di sini bukan hasil dari pekerjaan, tetapi cara kita menjalani pekerjaan. Dalam banyak teori modern, termasuk positive psychology, emosi positif terbukti meningkatkan performa, kreativitas, dan ketahanan. Lamauri menyampaikannya dengan cara yang lebih membumi: bahagia bukan strategi, tetapi pilihan sikap.
Insight:
Bekerja dengan bahagia bukan berarti tanpa masalah,
tetapi memilih hati yang ringan di tengah tanggung jawab.
Penutup: Laut, Kehidupan, dan Kepemimpinan Diri
LAMAURI mengajarkan kita bahwa kehidupan, seperti laut, tidak selalu tenang.
Namun arah perahu tetap bisa dikendalikan, oleh ketenangan, kesadaran, dan kebijaksanaan.
Istri Lamafa, seorang Lamauri, punya peran penting ditengah keluarga dan masyarakatnya, yang tidak hanya mengarahkan perahu, tetapi memastikan seluruh tim bisa menjalankan perannya dengan tepat.
Begitu juga dalam hidup:
Karena pada akhirnya, bukan hanya hasil yang menentukan perjalanan kita,
tetapi siapa kita saat menjalaninya.
“Once you know your WHY, you have a choice to live it every day.” (Simon Sinek)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...