Bukan SAYA, tetapi MEREKA yang Penting

Posted on January 22nd, 2013

DALAM pelajaran management, kita sering menemukan, bahwa sangatlah penting kalau kita mempunyai “Influencing Skill” kemampuan untuk meyakinkan orang lain. Dalam buku yang berjudul “It’s Not About You,” Bob Burg dan John David Mann memaparkan bahwa dalam proses meyakinkan orang lain, kita sering terjebak dengan pemikiran seakan-akan dalam process “Influencing” ini demi kepentingan saya, orang lain akan mengerjakan yang saya kehendaki.

Ini keliru. Dalam refleksi muncul 5 pelajaran berarti:

  1. Berpegang teguh pada Visi. Sebagai pimpinan, tugasnya adalah melihat big picture, yang selalu nampak di mata hatinya, jelas kemana arahnya
  2. Membangun tim. Masing-masing anggota tim umumnya mempunyai kualitas unik. Tinggal bagaimana mendapatkan hasil maksimum dari synergy yang dibuat. Dalam pendekatan seperti ini, fokusnya tentu saja untuk kemanfaatan mereka, bukan untuk kemanfaatan saya.
  3. Bersedia turun untuk melaksanakan sendiri: rendah hati dan merakyat. Pimpinan dengan kreasi yang mendunia, sering memulai langkahnya dari hal sederhana, yang mungkin tidak terlihat oleh orang lain.
  4. Punya pendirian. Orang perlu percaya akan kompetensimu, tapi mereka lebih  perlu percaya akan karaktermu. Apa yang harus diberikan kepada tim, hasilnya akan diperoleh melalui “apa yang dikatakan”; lebih banyak hasilnya melalui “apa yang dilakukan”; dan hasil terbesar diperoleh dari realisasi “siapa Anda sendiri.”
  5. Ini bukan tentang saya. “Saya bukan impian mereka, hanya orang yang membantu merealisir mimpi mereka.” Begitu Anda berpikir bahwa ini demi saya, untuk kepentingan saya, saat itu juga Anda kehilangan kapasitas positif untuk meyakinkan orang lain.

Beranjak dari pemikiran seperti itu, hari-hari awal saya di tempat yang baru, saya isi dengan mengenal bisnis dan manusia-manusianya. Tidak cukup dengan ini, saya juga berusaha untuk mewartakan siapa sebenarnya saya, terutama kepada tim HR, agar mereka itu jelas tentang siapa saya, pemikiran-pemikiran saya, mereka mau dibawa kemana, dan yang tidak kalah pentingnya, “apa makna kehadiran saya bagi karya mereka.”

Untuk itu morning briefing pertama, saya gunakan untuk memaparkan butir-butir berikut ini:

  1. Make YOU success.
  2. Success start in your mind.
  3. Need clarity, especially form your leader: who am I, where to go, expectation from us.
  4. Co-create Working Environment.

Untuk butir nomor 3, saya pun memaparkan MISI hidup saya, yang saya tuliskan awalnya ketika mengikuti program “7Habits for Highly Effective People.

Dengan paparan ini,  mereka sedikitnya lebih mengenal siapa pimpinan baru mereka, dan pola pandangnya seperti apa. Dalam diskusi hari itu yang penuh dengan senyum dan tawa, kami juga membahas tentang bagaimana memulai butir nomor 4. Dan ini akan membangun kepercayaan tim HR di sini, bahwa semua ini bukan untuk SAYA, tapi untuk MEREKA. Tidak lupa pula Bob Burg dan John David Mann dalam tulisannya menggaris-bawahi sebuah pernyataan yang amat manis:

In Leadership, as with so much in life, the more we give, the more we have.

Bookmark and Share

8 Responses to Bukan SAYA, tetapi MEREKA yang Penting

  1. Agnes Murniati says:

    Dear Pak Josef, ijinkan saya mengutip Misi Hidup Bapak, … karena entah mengapa ketika membacanya ada koneksi antara hati saya dan apa yang saya baca tersebut.

    Terima kasih….GBU

    • josef josef says:

      Terima kasih Agnes. Silahkan mengcopy, mudah2an bermanfaat. Hari ini saya sharing bahan ini kepada 124 mahasiswa yang perusahaan kami tempah untuk membangun karakter mereka, bertepat di Training center Cibodas. Salam

  2. erlina says:

    sip…karena kunci kesuksesan adalah dengan membantu orang” disekitar kita sukses bersama.. 🙂

  3. Malla Latif says:

    Dear Pak Josef, Selamat bertugas di tempat baru. Saya yakin, tidak butuh waktu lama buat mereka, untuk segera sadar, betapa beruntungnya mrk memiliki leader seperti Bapak.. :))

  4. Ratih says:

    Morning briefing yang “berbeda” dan memberikan pencerahan. Can’t hardly wait the next morning briefing Pak.. (ups, masih ada PR yang belum selesai nich..) ^;^

    • josef josef says:

      Semangat Ratih, semangat teman2mu merupakan energy extra buat saya. Terima kasih Ratih untuk jadi volunteer untuk yang satu ini… Menyiapkan sebuah perjalanan bersama yang menyenangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET