Di Hatiku Tersimpan Memori (Aku di Persimpangan Jalan, Part 4)

Posted on January 8th, 2013

MENANGANI komunikasi untuk perusahaan dengan karyawan >70.000 orang, memang tidak mudah. Sejak pengumuman saya kepada tim HR, berita tentang pengunduran diri saya merebak cepat di antara karyawan. Dan seperti biasa, berita yang diterima, bisa berkembang sesuai dengan siapa yang meneruskan berita itu.

Untuk mencegah berbagai tanda tanya, bagian Corporate Communication pun mempersiapkan pengumuman yang dikeluarkan oleh Presiden Direktur. Dan feed back yang saya peroleh, tim HR di seluruh Indonesia merasa mendapatkan kehormatan karena mendengar sendiri dari saya tentang pengunduran diri saya, lengkap dengan alasannya sebelum pengumuman resmi itu keluar.

Dekorasi Unik Mengimbangi Suasana

Diam-diam, tim sudah mempersiapkan sebuah acara perpisahaan. Program disusun dengan rapih dan rahasia sehingga sedikit pun saya tidak punya kesempatan untuk mendapatkan bocorannya.

Ada dekorasi unik yang dikerjakan Shinta dan Nina. Ada sebuah menara dibuat dari Cup Cake, dengan teks yang mengutip kata-kataku di akhir acara away day beberapa minggu sebelumnya: I am so proud of you all (@josefbataona). Sementara itu di meja lain terhampar berbagai kue yang dibuat sendiri, dengan latar belakang dinding yang dibuat senada.

Menurut mereka, ini sengaja dibuat meriah untuk mengimbangi situasi sedih… dan mereka berhasil.

SOLID Award

Acara diawali dengan meminta saya memberikan penghargaan kepada mereka yang memberikan kontribusi paling aktif dalam inisiatif Knowledge Learning & Sharing yang kami beri nama SOLID (Sharing KnOledge for LearnIng & Development). Dalam tempo yang relative singkat sejak diperkenalkan di Danamon, inisiatif Knowledge Learning and Sharing mulai tumbuh dan menampakkan hasilnya.

Karyawan mulai memperlihatkan antusiasme mereka untuk mau sharing, dan juga mau belajar dari teman-teman sendiri. Semoga inisiatif ini akan terus berlanjut. Dan ternyata penghargaan SOLID Award terbanyak diraih oleh tim HR SPA di bawah Jimmy Iskandar, baik untuk penghargaan individu maupun tim. Selamat kepada Jimmy dan timnya yang telah memberikan contoh positif bagaimana menularkan ilmu.

Kata-kata Mewakili Karyawan

Mewakili karyawan HR, Anggrita Esti Suparno tampil menyampaikan sambutan. Saya ingin sekali untuk mengutipnya secara utuh, sebagai bagian dari kenangan indah kebersamaan kami:

Pak Joseph yang kami cintai, saat ini saya berdiri di sini untuk berbicara atas nama teman-teman HR  baik di Region dan Kantor Pusat.

Perpisahan selalu menyedihkan, terutama perpisahan dengan orang yang dekat di hati kita. Dan hal ini tidak perlu kami jelaskan lagi bagaimana Pak Joseph ada di hati kita semua HR.

Saya tidak akan membicarakan lebih lanjut bagaimana sedihnya kami akan ditinggalkan oleh bapak karena kami akan selalu menyimpan bapak di hati kami.

Seperti  dalam quote: “Good bye may seem forever. Farewell is like the end, but in my heart is the memory and there you will always be, yang saya kutip dari film “Fox and the Hound”-nya Walt Disney.

Dalam waktu yang tidak terlalu panjang, kami mendapatkan begitu banyak hal yang akan kami ingat terus. Setiap kali kami membuka blog Pak Joseph, kami banyak menemukan hal yang kami kerjakan bersama bapak, hal ini dapat kami baca dan rasakan di blog bapak bagaikan album cerita kami.

Kami tidak akan pernah lupa tentang Fish Fun yang sudah kita jalankan. Juga sharing bapak “phylosophy of buterfly,” Insya Allah kami akan terus bertransformasi menjadi kupu-kupu cantik yang akan dapat terus diingat oleh orang-orang di sekelilingnya seperti yang bapak contohkan dan harapkan.

Dalam setiap kesempatan Pak Joseph selalu mengingatkan kami tentang perlunya hidup sehat. Memelihara kesehatan baik secara individu maupun bersama-sama di kantor. Stretching setiap jam 10 dan 3 di tempat kerja adalah salah satunya. Menanamkan kebiasaan berolah raga dan kebiasaan makan dengan baik. Sayang beberapa hal belum sempat terealisasi, diantaranya edukasi hidup sehat kepada keluarga dan menciptakan “corporate wellness.

Kami yakin kelak ini akan menjadi tugas kami untuk merealisasikannya .

Kami banyak belajar bahwa “menjadi  pemimpin yang merakyat” adalah hal terbaik untuk bisa berkomunikasi dengan rekan kerja serta bawahan dan tentunya baik untuk kami terapkan juga di keluarga di rumah.

Kami juga menyadari kalau kami masih bisa mendengar cerita-cerita menarik dan sharing bapak setiap hari Selasa dan Jumat di blog bapak, selain tentunya mendengar kicauan Pak Joseph setiap hari Kamis pagi di “Curhat Staff” bapak melalui twitter.

Now the song is ended, but the melody lingers on. Nyanyian telah berakhir tapi melody-nya akan tetap berkumandang.

Terima kasih Pak Joseph karena telah menjadi bagian dari kami, dan kami yakin walaupun sebentar, sentuhan warna yang bapak berikan kepada kami akan terus mewarnai lingkungan kerja kami  sehingga terus menjadi lebih indah dan bermakna.

Kami yakin hal baik yang telah bapak berikan akan terus kami terapkan dalam hidup kami dan lingkungan kami.

Great Lady Behind

Kejutan pertama tim lakukan dengan menghadirkan istri saya, Lena, di acara hari itu. Kesempatan itu tidak saya sia-siakan untuk mempersilahkan dia bersama saya ketika saya menyampaikan kesan terakhir saya:

”Kata orang bijak, sukses besar yang diraih seorang pria, tidak lepas dari kontribusi seorang wanita di balik itu, dialah istri saya, dan ini juga mewakili semua istri lainnya. Di saat kita sibuk di kantor, dia juga sibuk menciptakan suasana rumah bersih dan nyaman untuk seluruh keluarga. Detail kebutuhan termasuk kesehatan anak dan suami dicermati dengan penuh perhatian. Bila malam saya tiba di rumah, dia telah menyambut di depan pintu dengan senyum dan mendampingi saya memasuki rumah. Saya sangat mensyukuri didampingi Lena, istri saya, yang selama ini bersama-sama membangun keluarga serta memberikan dukungan penuh dalam perjalan karier saya hingga saat ini.

Ada Apa dengan Kedatangan Anak-anak Ini??

Di tengah acara perpisahan ada kejutan kedua: Muncullah sekitar 25 anak-anak yang datang bersama ibunya… Loh, ada apa ini??

Ikuti kisah selanjutnya di hari Jumat, 11 Januari 2013.

Baca juga 3 (tiga) kisah sebelumnya:

  1. Awal yang Menggairahkan (Aku di Persimpangan Jalan, Part 1)
  2. Tulus Menanggung Resiko (Aku di Persimpangan Jalan, Part 2)
  3. Sangat Bangga dengan Timku (Aku di Persimpangan Jalan, Part 3)

Bookmark and Share

4 Responses to Di Hatiku Tersimpan Memori (Aku di Persimpangan Jalan, Part 4)

  1. Jose says:

    Terima kasih sekali lagi Pak untuk memfasilitasi kami dan memberikan contoh yang sederhana dan dapat kami pahami untuk bekerja dengan fun dan smart. Salam untuk Ibu.

  2. Tita says:

    Pak Josef, u will be missed… But again thank u for giving a colour on our life..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life