Janji Harus Ditepati

Posted on January 17th, 2014

“May all peoples of the Earth become as brothers and sisters, and may the most longed-for peace blossom forth and reign always among men and women”. (John XXIII)

HASIL DISKUSI beberapa kali, Panitia Natal akhirnya sampai pada kesepakatan untuk mengangkat tema: Promise. Betapa tidak, dalam perjalanan hidup ini, banyak sekali janji yang kita buat. Dan tidak terhitung janji yang tidak ditepati dengan berbagai alasan yang kedengarannya masuk akal.

Ambil saja contoh berbagai resolusi yang menjadi trend di awal tahun sebagai bagian dari janji pada diri sendiri. Dan begitu tidak dipenuhi, yang bersangkutan tetap relaks, karena tidak ada yang tahu, padahal yang tahu persis adalah dirinya sendiri.

Kita Diajarkan untuk Naik Ke Atas

Dalam renungannya, Romo Yustinus mengedepankan realitas bahwa kita selalu diajarkan untuk naik ke atas: naik kelas, naik pangkat, naik gaji dan sebagainya. Mindset seperti itu yang membuat kita berperilaku dengan orientasi ke atas. Dalam konteks bisnis, orientasi ini yang ditanam dan dipupuk.

Dalam menapaki hidup yang berimbang, terkadang kita lupa bahwa kita juga perlu turun ke bawah. Atasan turun untuk menangkap aspirasi bawahannya, para pemimpin pemerintahan turun untuk memahami kebutuhan rakyatnya. Romo juga tidak lupa untuk berpesan agar kita selalu mensyukuri. Giat bekerja perlu diimbangi dengan do’a serta keyakinan bahwa Tuhan akan membantu kita.

Berbagai Cara Alam Mengingatkan Kita

Hari itu, hadir juga anak-anak dari Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia. Mereka seakan mengingatkan kami semua, bahwa ada kelompok masyarakat yang terus menerus membutuhkan kepedulian kita, memerlukan uluran tangan kita. Mereka hadir bukan untuk meminta sumbangan.

Mereka hadir sebagai cermin di hadapan kita, untuk refleksi: berapa banyak waktu kita luangkan untuk turun ke bawah, untuk menjangkau masyarakat seperti ini? Seberapa besar peran kita untuk bisa memberi perhatian pada kelompok masyarakat seperti itu. Kita hanya bisa menjawab dengan jujur, kalau kita mau turun ke bawah.

Anak-anak josefbataona dotcom

Janji untuk Menjadi Karyawan yang Handal

Dan mewakili Pimpinan Perusahaan, saya sengaja mengangkat tema PROMISE dalam konteks keseharian di dunia kerja. Sejak kita bergabung dengan Perusahaan, kita semua berjanji untuk melaksanakan tugas sesuai yang dituntut dalam jabatan masing-masing. Berapa sering dalam setahun kita membahas rencana kerja dan progress pelaksanaannya. Semua itu tidak lain dari janji dan pemenuhannya. Dan berapa sering ada “guilty feeling” karena janji tidak dipenuhi??

Ada orang bijak yang sering berujar: “Promise what you can deliver, and deliver what you have promised”. Dengan dasar moral keagamaan yang hidup dalam diri kita semua, kita tentu akan selalu berpikir secara positif serta berjanji  untuk melaksanakan tugas sebagai karyawan, di tingkat manapun kita berada.

Pidato josefbataona dotcom

Inspirasi Candle Light

Menyadari bahwa kita semua ini bukan manusia sempurna, berada di dunia penuh godaan untuk berbuat dosa, ritual candle light akan selalu mengingatkan kami untuk selalu menjadi terang bagi lingkungan. Nyala yang kita punyai tidak akan berkurang hanya dengan membagi nyala tersebut kepada orang lain.

Nyala ini akan menjadi penyuluh bagi kawan kita yang sedang dalam kegelapan, yang sedang jatuh, yang sedang memerlukan uluran tangan. Seara kolektif, terang kita semua akan semakin besar, akan menyinari lingkungan yang lebih luas, dan sekaligus akan menjaga agar nyala tersebut tidak akan padam, karena begitu ada nyala yang pudar, nyala kawan lain selalu siap untuk berbagi.

Bersama Choir dan Panitia Natal by josefbataona dotcom

Gegap gempita dari talent internal: St. Marry Choir dan Paduan Suara Glorious, membuat warna-warni perayaan menjadi lebih ceriah. Dan seraya mengucapkan terima kasih kepada semua yang berkontribusi dalam perayaan ini, kami semua menerima berkat Tuhan melalui doa dan tumpangan tangan Romo Yustinus.

Kami bersalaman, sambil bersyukur bahwa kami masih menjadi anggota keluarga besar Indofood, yang nama lengkapnya sekaligus merupakan doa dari siapa saja yang menyebutnya: Indofood SUKSES MAKMUR. Semoga Perusahaan ini terus berkiprah, karena banyak anggota masyarakat yang hidupnya tergantung dari kelangsungan perusahaan ini. Semoga Allah yang Maha Rahim mengabulkan do’a-doa kami.

Dan kamipun mulai membuka lembaran baru kehidupan di 2014….

“We will open the book. Its pages are blank. We are going to put words on them ourselves. The book is called Opportunity and the first chapter is New year’s Day” (Edith Lovejoy Pierce)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih coach Indra, sukses juga untuk bukumu yang baru: Effective Coaching Skills for Leaders. Salam

Indra Dewanto:
Sukses selalu dan terus menginspirasi Pak Josef Bataona….:)

josef:
Terima kasih sama2 Tromol, satu dua kata yang bermanfaat, kiranya menyejukan. Salam sehat dan sukses

Tromol Sihotang:
Terima kasih pak Josef yang setiap saat memberikan pandangan, arahan dan tentunya bimbingan yang...

josef:
Terima kasih sama-sama bu Dwi Suwarnaning, sukses selalu, salam


Recent Post

  • Belajar Bersama dari Buku Leader as MEANING MAKER
  • Sikapi Dengan Hati Yang Jujur
  • Agar Tetap Tegak Diterpa Badai
  • Mengasah Listening Skill Menuju Peran Sebagai MEANING MAKER
  • Tim Membutuhkan TRUST
  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement