Menebar Benih Positif

Posted on February 18th, 2014

“The best way to predict your future is to create it.” (Abraham Lincoln)

DALAM RANGKA MENUNJANG MAHASISWA untuk bisa menyelesaikan studi mereka, beasiswa termasuk salah satu yang berperan. Cara menyeleksi siapa yang akan menerima beasiswa bermacam ragam, dengan kriteria yang juga bervariasi.

Perusahaan kami PT Indofood Sukses Makmur Tbk termasuk yang aktif merancang program beasiswa. Dengan mempertimbangkan kehadiran kami di seantero Nusantara, maka beasiswa juga ingin ditawarkan kepada Perguruan Tinggi dengan penyebaran seluas mungkin. Dengan menggandeng KSE (Karya Salemba Empat), tim harus berkeliling untuk menjaring calon-calon penerima beasiswa di berbagai Perguruan Tinggi. Kali ini terjaring 150 orang dari 14 Perguruan Tinggi. Mereka adalah penerima BISMA (Beasiswa Indofood Sukses Makmur).

Sesi Tanya Jawab Bisma by josefbataona dotcom

Program yang Unik

Selain beasiswa yang diterima mahasiswa juga dibekali dengan Leadership Dasar di modul 1 dan Character Building di modul 2. Ini merupakan dua dari 5 modul yang kali ini bertempat di dan kerjasama dengan AKMIL Magelang. Kita semua memang percaya akan pentingnya pendidikan buat masa depan, seperti kata orang bijak di bawah ini:

“Education is the passport to the future, for tomorrow belongs to those who prepare for it today.” (Malcolm X)

Namun kami sangat meyakini bahwa sejalan dengan itu perlu juga dibekali dengan beberapa aspek kepribadian: pengenalan diri, penguasaan diri dan kepemimpinan dasar untuk bisa bekerja dalam sebuah tim yang efektif. Tidak lupa juga mereka dibekali dengan pembangunan karakter sejak dini.

Peran ini kami percayakan kepada AKMIL Magelang untuk merancang dan memfasilitasi programnya, yang memang harus dilaksanakan oleh pakarnya di Military Camp di sana. Dengan pendidikan yang memadai dan dilengkapi dengan persiapan karakter positif tahan uji, maka diharapkan kita sudah berkontribusi mempersiapkan Pimpinan Masa Depan yang diharapkan.

Wawasan Berkebangsaan

Sebuah kesempatan emas bagi peserta kali ini (tidak terjadi di setiap program), yakni Ketua MPR RI, Drs. H. Sidarto Danusubroto SH berkenan hadir dan memberikan kuliah umum. Mereka diberikan motivasi untuk melihat bangsa dan Negara ini sebagai milik bersama yang harus dicintai dan dijaga keutuhannya.

Mengeluh saja tidak menyelesaikan masalah, melemparkan kesalahan pada orang lain akan menambah masalah, dan bersikap seakan-akan ada orang lain yang akan menyelesaikan, juga akan membuat kita menjadi asing di planet ini. Karena itu generasi muda ini digugah untuk memikirkan apa kontribusi riil mereka untuk membawa bangsa dan Negara ini menuju cita-cita awalnya: adil dan makmur untuk selamanya.

Kuliah Umum Ketua MPR RI, Drs. H. Sidarto Danusubroto SH by josefbataona dotcom

Membangun Network Bersama

Sebagai bagian dari program di AKMIL, 150 mahasiswa yang berasal dari 14 Perguruan Tinggi dan yang datang dari berbagai pelosok tanah air, akan mendapat kesempatan untuk dialog dan sharing dengan taruna yang sedang belajar di AKMIL. Bayangkan saja di masa mendatang mereka sudah berada pada posisi pengambil keputusan: ada yang di pemerintahan, militer, swasta dan masyarakat.

Jaringan yang sudah mereka bangun, mudah-mudahan bisa membantu mereka untuk membangun berbagai forum dialog sesuai tugas mereka masing-masing. Maka tidak heran, ketika sesi saya diawali dengan menanyakan pertanyaan, “Apa yang membuat mereka senyum pagi ini?”

Jawab beberapa diantaranya:

“Senang dan bangga bisa menjadi salah satu peserta BISMA dan berkumpul dengan para mahasiswa-mahasiswi hebat se-Indonesia.”

“Senyum karena ada banyak ilmu yang akan didapat hari ini dan dapat bertemu dengan Ketua MPR RI. Saya bangga terhadap diri sendiri bisa mengikuti pelatihan emas ini bersama BISMA batch 6”

“Bagi saya senyum di pagi hari adalah do’a. Senyum adalah ekspresi dari sukacita dengan begitu saya harap sukacita akan selalu menghampiri saya sepanjang hari.”

 “Saya tersenyum pagi ini karena ingin sekali diberi pelatihan oleh para pelatih untuk kesempurnaan diri sendiri dan juga orang lain.”

Bahkan mereka juga masih tersenyum atau tepatnya menertawakan diri sendiri pagi itu:

“Yang membuat saya senyum pagi ini, waktu sedang baris pagi tadi, saat bernyanyi sepatu saya sebelah copot.”

“Senyum karena teman-teman belum mandi termasuk saya karena terlambat bangun.”

“Senyum dibangunin tepat waktu oleh teman. Tahunya dia pakai jam Indonesia Bagian Tengah.”

Kalau Saya Bisa Kamu pun Bisa

Selama kurang lebih dua jam, saya memberikan kesempatan para mahasiswa untuk mengikuti perjalanan saya sejak dari pantai ini, yang tidak bosan-bosannya saya tampilkan.

Lamalera by josefbataona dotcom

Kisah ini saya tampilkan dengan judul: Barkarya di Pentas Internasional, Inspirasi Perjalanan Seorang Putra Daerah. Sharing ini memberikan gambaran tentang berbagai tantangan yang dihadapi sepanjang perjalanan ini. Namun setiap tantangan seakan membuka pintu peluang baru untuk menapak maju. Dan dalam perjalanan itu, banyak tangan yang diulurkan untuk membantu. Siapakah mereka??

Mereka adalah bagian dari professional network yang dibangun sejak awal. Ada yang tiba-tiba muncul di sebuah persimpangan, di mana saya perlu bimbingan, ada yang tampil di sebuah tanjakan terjal untuk membantu mengangkat saya ke posisi yang lebih tinggi.

Ketika saya berterima kasih atas dukungan mereka, bahkan saya dikagetkan dengan pernyataan: “Justru kami yang berterima kasih atas supportmu yang kami terima sebelumnya.” Dan semua mereka itu tersebar di manca Negara. Perjalanan ke puncak posisi Direksi itu hanya mungkin karena ini diawali oleh sebuah mimpi besar yang dibangun ketika saya berdiri di pinggir pantai tersebut di atas.

Tapi mimpi itu bisa menjadi kenyataan karena langkah yang diambil, tidak menunggu, untuk menciptakan masa depan. Langkah itu dikawal oleh Motto Hidup saya: “Be Yourself but better everyday.”

Maka ketika seorang mahasiswa bertanya;

“Di titik mana bapak menentukan target untuk menjadi direktur?

Maka jawab saya sederhana;

“Saya tidak pernah membuat target untuk menjadi Direktur. Target saya, yang sekaligus menjadi do’a saya adalah: Semoga di manapun saya berkarya, saya bisa memberikan manfaat bagi orang banyak.”

Hanya Bisa Menuai yang Kita Tanam

Kita memang mengharapkan pimpinan masa depan lebih baik lagi. Tapi sejalan dengan harapan itu, kami mencoba menebar benih-benih positif untuk ditanam di berbagai penjuru Tanah Air. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali kami lakukan langkah positif ini tanpa kenal lelah, karena akan tiba waktunya kita menuai hasilnya. Karena hasil akhirnya bukan kebetulan, tapi sebuah pilihan sejak saat ini.

“Destiny is no matter of chance. It is a matter of choice. It is not a thing to be waited for,  it is a thing to be achieved.”  (William Jennings Bryan)

Bookmark and Share

12 Responses to Menebar Benih Positif

  1. Menjadi sesuatu itu baik. Mahasiswa dibekali dengan berbagai macam pelatihan dan modul-modul. Bahkan suatu hari sangat mungkin salah satu dari mereka akan jadi seorang pemimpin besar bangsa ini, tetapi itu masih dalam taraf menjadi sesuatu.

    Menjadi seseorang bicara tentang wellbeing, mengapa aku mau jadi petani, lurah, pak RT dan pembuat roti? Jawabannya ada di dalam isi dompet.

    Mahasiswa adalah basis idealisme yang berapi-api, ini tugas kita tidak boleh mematikannya dengan angka ekonomi sekalipun itu untuk kepentingan Indofood.

    Program beasiswa yang masih ada ikatan dinas dan hitungan ‘balik modal’ dalam bentuk sekecil apapun telah memudarkan cita-cita luhur beasiswa itu sendiri. Karena sesungghnya bisnis sudah kembali modalnya bahkan berlipat dari ikatan batin di dalam hati mereka sampai ke anak cucu mereka.

    Program beasiswa yang sejati adalah membiarkan anak-anak kita menjadi diri mereka seutuhnya.

    Sukses dan terus berkarya.
    Giharu//

    • josef josef says:

      Terima kasih Giharu telah meluangkan waktu untuk menyimak posting hari ini. Tidak ada ikatan dinas untuk Penerima beasiswa Indofood, mereka tidak juga diwajibkan untuk kerja di Indofood. Kalau mereka melamar kerja, mereka harus mengikuti proses seleksi seperti lainnya. Terima kasih telah mengangkat hal ini ke permukaan, mungkin masih ada yang berpikir demikian. Salam

  2. Pak Josef, kemarin materinya sangat luar biasa pada ILC Batch 1, saya terinspirasi sekali dengan cerita-ceritanya, dari setiap tantangan yang kita jalani pasti akan memberikan jalan untuk melangkah maju.

    semoga kita generasi muda, bisa terus belajar, dan bisa menjadi pemimpin-pemimpin selanjutnya kedepannya 😀

    • josef josef says:

      Terima kasih Gde Dhika, saya senang untuk berbagi dan gembira kalau Gde dan teman2 bisa mnedapat manfaat dari sharing saya, sukses selalu: Kalau saya BISA kalianpun BISA !

  3. aditya pratama says:

    Selamat pagi pak Josef, kemarin saat di AKMIL, metri bapak begitu menginspirasi saya, saya yakin teman-teman peserta yang lainpun demikian juga, karena saya yakin dengan memunculkan berbagai pengalaman inspiratif orang-orang cenderung tidak akan melupakanya dan berupayan untuk dapat melakukan hal yang sama, dan bahkan lebih, materi yang bapak sampaikan kemarin sungguh luar biasa dan bermanfaat, semoga di lain kesempatan saya dapat bertemu dengan bapak lagi, juga beribu-ribu orang yang seperti bapak, saya yakin Indonesia akan berubah, sekali lagi terima kasih bapak atas materinya di ILC batch 6, camp I dan II, kemarin, salam hangat dari kami semua selaku penerime BISMA, terutama kontingen UNUD, selamat pagi

    • josef josef says:

      Terima kasih Aditya. Komentar tambahan darimu telah memberikan juga perspektif lain dari pembelajaran, menggugah hasrat untuk belajar dari orang lain, dan motivasi untuk menjadi lebih sukses. Saaya yakin kalian BISA. Salam untuk teman2 BISMA

  4. Nur Hasanah says:

    terimakasih pak,
    materi yang bapak berikan benar-benar luar biasa, besar harapan saya untuk bisa seperti bapak, menjadi putra daerah yang berkarya di kancah internasional, benar-benar menginspirasi. sebenarnya waktu di akmil bapak belum menjawab satu pertanyaan saya pak. saya kan menanyakan 2 pertanyaan. satu, bagaimana cara menstimulus karyawan kita untuk bekerja lebih giat agar target tercapai. terimakasih pak, itu sudah terjawab. tapi pertanyaan yang satunya bagaimana kalo seandainya karyawan kita itu usianya dan lamanya mengabdi di perusahaan tersebut jauh di atas kita, lebih dewasa dan lebih lama mengabdi sebelum kita, dan itu belum bapak jawab karena keterbatasan waktu. maaf ya pak, soalnya saya masih penasaran pak. terimakasih juga pak, sekarang saya lebih sering tersenyum sebelum tidur dan ketika bangun tidur, rasanya kegiatan-kegiatan saya seharian penuh itu pasti ada yang perlu disyukuri, entah karena menggembirakan atau sekedar lucu saja. selebihnya terimakasih pak yosef, anda sangat menginspirasi kami semua. 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Nur untuk perhatian dan komennya. Hubungan dengan orang lain, baik itu atasan, bawahan atau rekan kerja hendaknya didasari saling menghormati dan menghargai satu sama lain, yang lengkap dengan kelebihan dan kekurangan masing2. Kalau dasar ini kita pegang teguh, tidak akan ada masalah kalau saya harus menangani anak buah yang lebih tua. Juga sebaliknya kalau saya punya atasan yang lebih muda dari saya. Saya perlu belajar bagaimana berperilaku terhadap masing2nya. Terima kasih untuk pertanyaannya. Teruslah cari alasan untuk tersenyum, untuk membuat duniamu menggembirakan !

  5. selamat malam ayah inspirasiku 🙂
    apakabarnya ayah,, semoga ayah dan keluarga dalam keadaan sehat, amiiin
    ruma ingin komentar sedikit mengenai tulisan ayah hehhee KSE itu singkatannya Karya Salemba Empat bukan kelompok Salemba Empat hehehhe

    tentang isi tulisannya memang keren sekeren program beasiswanya dan rumma berharap kami semua dapat kembali mendapatkan ilmu dari tulisan-tulisan ayah yang selalu update, dan semoga ruma bisa menimbulkan semangat lagi dalam menulis di sela waktu luang ruma dalam sibuk skripsi, amiiin..
    salam suKSEs penuh semangat dari kota hujan 🙂

    • josef josef says:

      Terima kasih Ruma, di selah kesibukan membuat skripsi masih sempat mengunjungi blog dan menyimak posting ini. Terima kasih koreksinya, dan langsung artikelnya dikoreksi Karya Salemba Empat. Kami juga doakan semoga penulisan skripsinya lancar dan keinginannya untuk nulis bisa direalisir. Sukses selalu.

Leave a Reply to josef Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam

josef:
Terima kasih Tromol, belajar hendaknya menjadi menu harian kita, termasuk belajar menjadi Leader yang handal....

Riski Saputra:
wahhh terimakasih pak atas sharingnya 🙂


Recent Post

  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan
  • Peluang ke Jenjang Lebih Tinggi
  • Bermanfaat Bagi Orang Lain
  • Komitmen Belajar dan Berbagi