Posted on January 4th, 2013
KEPUTUSAN saya untuk mengundurkan diri dari perusahaan sudah bulat, dan surat pengunduran diri pun sudah diajukan. Langkah berikutnya adalah komunikasi kepada Tim HR dan karyawan. Berita ini akan disampikan pada hari yang sama ke BOD dan BOC (jam 10:00).
Dan selanjutnya saya akan menyampaikan sendiri berita ini kepada bawahan saya langsung (jam 14:00), kepada seluruh tim HR di kantor Pusat (jam 15:00) dan kepada tim HR di Wilayah-wilayah di seluruh Indonesia serentak melalui teleconference (jam 16:00).
Sebagai tambahan informasi, pengumuman ini hanya seminggu setelah acara Away Days, di Cipanas yang menurut mereka sangat memorable, dengan tema seperti foto berikut ini.
Moment yang Menegangkan
Satu hal fundamental yang ingin saya tampilkan kepada tim adalah: Saya mau bercerita apa adanya. Saya sengaja meramunya dalam bentuk presentasi agar tidak ada butir yang ketinggalan.
Judul presentasi itu: “My Leadership Journey: Can I com promise on Integrity ?” Dan materi presentasi itu bercerita persis seperti kisah di posting hari Jumat lalu (baca juga posting sebelumnya yang berjudul: “Tulus menanggung Resiko.” Lihat link di akhir artikel ini). Dan begitu saya menampilkan slide berisi: “Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan” suasananya menjadi hening.
Kata-kata saya seakan nyangkut di tenggorokan, tidak mampu disuarakan, sementara itu ekspresi wajah tim HR jelas memperlihatkan bahwa mereka kaget, tidak percaya, sedih….
Untung Renata memecah keheningan ini dengan statement yang tidak kalah beraninya:
“Kita seharusnya bangga atas keputusan yang berani yang diambil pak Joseph, karena itu mari kita memberikan tepuk tangan yang meriah untuk itu.”
Terima kasih Renata karena telah membuat suasana menjadi cair sehingga bisa ada dialog.
Selanjutnya pertanyaan berkisar pada klarifikasi alasan pengunduran diri; masih adakah kemungkinan saya mengubah keputusan; mengapa kita harus memulai perjalanan bersama ini, kalau pada akhirnya bapak membiarkan kami melanjutkan perjalanan ini sendiri. Untuk yang terakhir ini saya tegaskan bahwa apa yang telah saya perkenalkan kepada mereka, sekaligus juga membuat mereka untuk bisa mandiri dengan kreativitas yang digali dari masing-masing anggota:
“Saya datang untuk menanam benih, dan menunjukan kalian jalan, dan selanjutnya kalian akan bisa melangkah secara mandiri.”
Berbagai Tanggapan di Twitter
Belum puas dengan tanggapan dan pertanyaan selama sesi komunikasi, di Twitter pun banyak kicauan sebagai ungkapan hati tim HR dan teman-teman lainnya. Saya petikkan beberapa diantaranya:
Kaget, Sedih, Kehilangan
Bangga dan Belajar Bersama
Dari Garis Paling Depan
Di akhir presentasi, saya masih menampilkan foto seperti di atas, yaitu foto kebersamaan kami di Cipanas seminggu sebelumnya, dengan menambahkan teks: I’m so proud of you all. Pernyataan kebanggaanku, bahwa walaupun kami melangkah bersama dalam waktu yang tidak lama, tapi kami bisa belajar bersama dan membangun sebuah tim mandiri untuk bisa meneruskan perjalanan ini.
Bagaimana tim mempersiapkan saat-saat terakhir kebersamaan kami? Ikuti kisah selanjutnya hari Selasa mendatang. (*)
Baca juga 2 (dua) kisah sebelumnya:
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...
Dear Pak Josef,
Sebenarnya saya ingin bertemu langsung dengan Bapak untuk mendapat info dan pencerahan dari Bapak mengenai hard call yang telah Bapak lakukan ini. Terima kasih cerita Bapak memberikan contoh pelaksanaan keputusan berdasarkan kejujuran, suara hati, dan keyakinan iman. Saya yakin keputusan pengunduran ini bukan hal yang mudah, karena Bapak juga memikirkan dilema atas tim yang tertinggal. Namun integritas memang harus diletakkan lebih dari yang lain untuk mengajarkan kepada tim bahwa integritas akan memelihara masa depan dan sudah waktunya juga tim meneruskan nilai2 yang Bapak ajarkan.
Setelah beberapa kali bertukar pandangan dengan Bapak di sela2 rapat atau workshop, saya yakin bahwa Bapak merupakan pribadi yang kuat nilai2 kasihnya dan dapat menjadi salah satu tokoh yang akan melakukan perubahan dalam perusahaan yang ribuan insannya membutuhkan aliran air segar dalam jiwa mereka. Cukup langka individu seperti Bapak dalam dunia kerja yang penuh dengan penciptaan ukuran matematis atas manusia dan hampir kehilangan esensi tujuan hidup manusia sebagai makhluk yang saling melayani untuk peningkatan kualitas hidup bersama. Semoga sukses di tempat yang baru, Pak. Selamat Tahun Baru !!
Pertama2, Selamat Tahun Baru 2013, semoga Ong dan keluarga sukses dan sehat selalu. Terima kasih juga untuk kunjungannya ke blog dan menyimak kisah ini. Keputusan ini memang tidak muda, dan tim saya bisa bercerita tentang saat saya menyampaikan keputusan ini kepada mereka. Namun ini adalah sesuatu yang fundamental dalam kehidupan ini, penting untuk ditegakkan. Semoga ini bisa memberi inspirasi bai yang lain tentang nilai kehidupan ini. Kita masih terus berkomunikasii via berbagai sarana social media. Kalau belum cukup dan mau ngopi2 sambil ngobrol silahkan. Terima kasih dan salam –
Boleh, Pak.
Nanti saya call Bapak untuk kita ngobrol dan sharing.
Terima kasih, Pak.
Terima kasih sama2 !
Lama tidak mengikuti blog Bapak tiba-tiba saya dikagetkan dengan postingan ini. Saya bisa mengerti perasaan sedih yang pastinya dirasakan oleh anggota tim Bapak krn pastinya mereka akan sangat kehilangan tapi saya juga salut akan keputusan Bapak yang harus diakui tidak banyak orang bisa seperti Bapak. Smoga sukses di tempat yang baru dan tetap menginspirasi Pak. Tuhan memberkati dan tak lupa selamat tahun baru 🙂
Terima kasih Agus, masih ingat dan mengunjungi blog ini, terutama telah sempatkan waktu untuk menyimak kisah ini. Saya juga mengucapkan Selamat Tahun Baru untuk Agus dan keluarga, semoga sukses dan sehat selalu. Kita akan terus saling berbagi kisah. Ikuti lagi lanjutan kisah ini pada dua posting berikutnya di hari Selasa dan Jumat mendatang.
saya terkejut dengan postingan bapak,
saya memang sempat tidak mengikuti tulisan-tulisan bapak bebrarapa minggu ini karena kesibukan di akhir tahun
saya benar-benar terkejut membaca postingan bapak, bahwa bapak resign dan semua alasanya, semua itu membuat saya benar-benar menyatakan hormat dan kagum ke bapak sebesar-besarnya
saya tidak menyangka di dunia HR yang selama hampir 4 tahun saya jalani dan saya pikir HR adalah dunia yang keras dengan semua dinamika dan kompromi serta terobosan pada celah-celah aturan hukum yang ada,
bapak menunjukan sikap konsisten dalam menerapkan nilai-nilai yang bapak percayai
salut pak dan semoga tuhan membalas dengan yang lebih baik
saya benar-benar berharap satu saat nanti bisa belajar secara langsung dari bapak
terakhir saya mau bertanya pak apa sasaran-sasaran bapak selanjutnya?
GBU
Terima kasih Gilang, terutama karena masih sempatkan untuk mengunjungi blog ini, ditengah kesibukanmu. Kompromi atau tidak kompromi, bukan milik fungsi tertentu, tapi pilihan individu di fungsi tersebut. Saya barusan bergabung dengan Indofood, dan sementara akan fokus disana. Terima kasih sekali lagi. Salam