Posted on January 30th, 2026
“Transformation does not start with someone else changing you; transformation is an inner self reworking of what you are now to what you will be.” (Byron Pulsifer)
Saya berkesempatan berbagi di sesi Leadership perusahaan agribisnis dengan tema: Go to the next level. Hari itu saya mengajak sekitar 90 pimpinan perusahaan untuk memikirkan hasil luar biasa: Ketika Kepemimpinan Berubah dari Posisi ke Pengaruh, dari Target ke Dampak.
Go to the next level, baik di bisnis maupun organisasi, hampir selalu bukan soal strategi terlebih dahulu, tapi soal kepemimpinan. John C. Maxwell menyatakannya dengan tegas: “Everything rises and falls on leadership.”

Foto Bersama Peserta
Next Level Dimulai dari Values
Sebelum bicara target, produktivitas, atau kolaborasi, saya mengajak peserta untuk memahami kembali fondasi penting: VALUES.
Target bisa membawa kita pada hasil, namun values menjaga arah dan keberlanjutan.
Tanpa values, organisasi mungkin tumbuh cepat, tetapi rapuh saat diterpah badai. Beruntung perusahaan ini mempunyai tiga Values yang menjadi panduan saat organisasi ingin naik level:
Menggaris-bawahi pentingnya para leaders menghidupi ketiga values tersebut, saya menekankan: Tanggung jawab yang sudah disepakati sebagai target, merupakan janji yang harus dipenuhi. Karena itu kalau janji tersebut tidak ditepati, maka integritas Perusahaan atau para leader dipertanyakan.
Para leader hendaknya menjadi Role Model, dalam menghidupi Values tersebut, untuk dicontoh semua timnya. Berikut foto sesi Interaktif agar tetap semangat.

Bisnis Tidak Akan Naik Melebihi Kapasitas Timnya
Satu insight yang selalu kami ulangi beberapa kali selama sesi:
Bisnis tidak akan pernah naik ke next level kalau kapasitas timnya tidak naik.
Dan kapasitas tim tidak bertumbuh dengan sendirinya. Ia bertumbuh ketika pemimpinnya lebih dulu bertumbuh.
Naik level bukan soal jabatan, tapi soal:
Leadership yang tidak lagi mengandalkan kewenangan karena posisi/jabatannya dan bertransformasi untuk membangun konektivitas horisontal/vertikal untuk memperkuat pengaruh (influence) akan lebih berhasil. Melalui pengaruh tersebut, semua target bukan lagi dibaca sebagai angka semata, tapi dilihat sebagai DAMPAK.
Dari Posisi ke Pengaruh (Influence)
Di sinilah konsep Maxwell menjadi sangat relevan:
Leadership is not about position, it is about influence.
Posisi memberi otoritas. Pengaruh membangun komitmen. Banyak target gagal bukan karena targetnya salah, melainkan karena leadernya terlalu mengandalkan otoritas jabatannya untuk membuat timnya bekerja, sehingga timnya bekerja karena terpaksa
Saat leader menggunakan pendekatan Pengaruh (influence), tim akan percaya dan bekerja secara iklas.
Ketika pemimpin bertumbuh dari posisi ke pengaruh, budaya kerja mulai berubah, bukan karena aturan, tapi karena teladan.

Penyerahan Plakat Kenangan
Dari Target ke Dampak (Impact)
Target memang penting, namun target hanyalah alat, bukan tujuan akhir.
Organisasi naik level ketika pemimpinnya tidak berhenti pada “apakah target tercapai?”, tetapi melangkah ke pertanyaan berikutnya:
Inilah pergeseran dari achievement ke impact.
Target mengejar angka, Dampak membangun organisasi.
Kolaborasi dan Produktivitas sebagai Pengganda Dampak
Tantangan di level berikutnya tidak bisa diselesaikan sendirian. Kolaborasi bukan pilihan, melainkan keharusan.
Maxwell menyebutnya Law of the Inner Circle: Kualitas pemimpin tercermin dari kualitas orang-orang di sekelilingnya.
Produktivitas pun berubah makna. Bukan lagi soal sibuk, tapi melakukan hal yang paling berdampak.
Ketika kolaborasi kuat dan fokus jelas, kapasitas tim meningkat dan bisnis pun bisa naik level.
Berikut foto mereka yang beruntung mendapatkan buku MEMANUSIAKAN MANUSIA, Seni Mengangkat Harkat Karyawan Sebagai Manusia.

Penutup: Transformasi Pemimpin, Transformasi Organisasi
Pada akhirnya, Go to the Next Level bukan tentang strategi baru atau struktur baru. Ia dimulai ketika pemimpin:
Karena hanya pemimpin yang bertumbuh yang mampu membawa tim dan bisnisnya bertumbuh ke level berikutnya.
Pencapaian target di akhir 2026, bukan saja membuat semua pimpinan dan karyawan BANGGA, tapi kapasitas pimpinan dan karyawannya yang dibangun, membuat mereka siap untuk melangkah ke tahun berikutnya.
“The only way you survive is you continuously transform into something else. It’s this idea of continuous transformation that makes you an innovation company.” (Ginni Rometty)
josef:
Terima kasih Uni, karena dua tahun itu singkat, saranku sudah mulai bersiap-siap dari sekarang kalau niatnya...
josef:
Terima kasih Rina, Dampak bagi orang lain harus diniatkan dan dilakukan secara konsisten. Dan dimulai dari...
Unie:
Setuju Pak Josef, masa purna bakti bukan titik akhir tapi adalah fase baru yg harus kita rencanakan dengan...
Rina Ismariati:
Sebagai bagian dari generasi yang masih sedang membangun perjalanan karier, saya merasa banyak...
josef:
Terima kasih sama2 mba Sofia, semoga bermanfaat. Bagi juga inspirasinya kepada teman2 lainnya yang...