Coaching World Game 2019

Posted on April 23rd, 2019

“Better than a thousand days of diligent study is one day with a great teacher.” (Japanese Proverb)

COACH YOURSELF. Demikian pesan penting disampaikan oleh Marilyn dalam pembukaan acara World Game di Antalya Turkey, dengan judul presentasi: How to approach current Challenges to Humanity. Menghadapi tantangan planet dewasa ini dia mengajak semua peserta, setidaknya terus menerus bertanya pada diri sendiri, bahkan melakukan coaching pada diri sendiri untuk mempertajam jawaban: peran apa yang akan saya mainkan sebagai seorang coach. Berikut foto bersama Marilyn sebelum pembukaan.

Di level individu, anda bisa saja sudah mapan. Sebagai seorang leader, mungkin sudah banyak yang  dikontribusikan. Sekarang perlu dipertegas lagi, apa peran sebagai seorang coach baik pribadi ataupun secara kolektif. Untuk tujuan itulah, sharing dari berbagai negara bisa memberikan inspirasi, sementara itu semua peserta diajak untuk ikut ambil bagian dalam berbagai proyek World Game dengan anggota manca negara. Berikut foto Marilyn Atkinson, Founder and President of Erickson College International, saat pembukaan.

Pentas untuk Indonesia di Hari Pertama

Coach Lyra Puspa, Presiden Vanaya Coaching International tampil pagi untuk memaparkan, bagaimana Coachnesia (Coaching for Indonesia) menterjemahkan konsep WE, dalam berbagai proyek di Indonesia. Secara garis besar, komunitas Coachnesia, komunitas alumni Erickson Coaching di Indonesia sudah memberikan kontribusi berupa Coaching Movement, sebagai bagian dari World Game. Movement ini sekaligus mengintegrasikan inisiatif pada personal level, group level dan national level. Beberapa bidang yang disentuh Coachnesia:

  • Education (Teachers and Students)
  • Health (Cancer and diabetes)
  • Economy (Micropreneurs and sociopreneurs)
  • Culture (Tribe in remote areas)
  • Disaster (victims and volunteers)

The Butterfly Effect

Sementara itu di sesi setelah makan siang, saya sendiri berkesempatan untuk membagi cerita tentang proyek Coaching4Students dengan nama proyek The Butterfly Effect. Istilah ini dikenal sebagai kiasan, bahwa kepak sayap kupu2 di Afrika bisa mengubah aliran udarah sedemikian rupa sehingga terjadi Tornado di Jepang. Ini menggambarkan bahwa, hanya dengan mengubah sebuah detail sekecil apapun dalam hidup kita, bisa mengubah hidup kita, atau bahkan mengubah hidup banyak orang.

Proyek ini melibatkan 29 Erickson Coach lintas batch di Indonesia untuk memberikan coaching pada 29 Pimpinan mahasiswa dari 29 Universitas yang tersebar di nusantara. Tujuannya adalah untuk mempersiapkan diri mereka untuk menjadi Future Leader penuh integritas.

Presentasi ini disajikan di World Game Antalya Turkey, dihadapan peserta (juga Erickson  coaches atau trainers) dari 50 negara.

Apa pentingnya World Game

The Antalya World Game di 2019 merupakan kulminasi dari banyak  international events, termasuk 30 regional conferences di manca negara. Berikut penjelasan dari Erickson World Game:

Our mission is to stir passion for global change and to assist one another while sharing inspiration, hope, and positivity. Initiated by Solution-Focused coaches, The World Game has the power to make a great impact on organizations and individuals who are currently creating the future! The objective is: if everybody plays, humanity wins.

One key aim of The World Game is to assist each other as coaches, along with the entrepreneurs and leaders that we coach, to construct ‘small legacy projects.’ By hosting value- oriented, positive, and fun ‘games’, the global ‘legacy’ phenomenon can inspire every one of us to choose positivity in specialized areas for the development and improvement of ourselves and our planet. Visionary, Solution-Focused coaching warms the hearts and minds of people in such a way that they “get going” and emerge strongly into their own leadership vision. People are invited to choose their own level of contribution and how they want to play.

Foto peserta penuh antusias, siap untuk belajar.

Antusias peserta yang hadir, sudah menciptakan energy positif. Dan komitmen tulus para peserta bisa memberikan kita sebuah keyakinan, bahwa diberbagai titik di muka bumi ini, sudah dan akan ada yang mengambil langkah nyata untuk membuat Coaching Movement ini terus bergulir for better Humanity. Semoga Tuhan memberkati niat baik ini, amin.

“Moving to a coach from a manager is a huge change. Your ability to change your style and how you work will help build your adaption to change skills.” (Byron and Catherine Pulsifer)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih banyak mba Lisa, sebuah paparan yang menyentuh untuk semakin kita memahami betapa besar dampaknya...

Lisa Samadikun:
Bahagiaku adalah ketika masih bernapas. Karena selama masih bernapas, ku masih bisa berbagi. Dan...

josef:
Terima kasih Ratih, irama kerja bisa kita atur, tapi tetap berlandaskan pola pikir dan perilaku yang positif...

josef:
Terima kasih sama2 Ratih, berguna untuk kita semua yang sering lupa. Salam

Ratih Hapsari:
Nice article Pak, walaupun kita “dituntut” untuk selalu cepat dan cepat, tapi kita tidak...


Recent Post

  • Gaya Hidup di Era Percepatan
  • Simple Daily Human Tips
  • 3S: Say Stay and Strive
  • Ecosystem For Learning Agility
  • Guru Yang Tulus Melayani
  • Multi Dimensi Pengembangan SDM
  • Temukan Kebahagiaan Dalam Dirimu
  • Belajar Sejarah Bisa Menyenangkan
  • Warisan Sejarah Tak Ternilai
  • Etika Para Wisatawan