Caring and Engagement

Posted on July 10th, 2020

“Throw yourself into some work you believe in with all your heart, live for it, die for it, and you will find happiness that you had thought could never be yours.” (Dale Carnegie)

Kita tidak hidup sendirian. Banyak orang yang berada disekitar kita, hadir karena berbagai alas an, entah untuk membantu kita, untuk kita bantu atau untuk kita ajak Bersama-sama membantu orang lain. Kehadiran mereka juga membawa misi hidup masing-masing yang hanya bisa kita mengerti saat kita berinteraksi dengan mereka. Mereka mungkin membawa pengetahuan dan pengalaman yang kita perlukan dan akan kita belajar, atau mereka justru hadir disekitar kita untuk belajar dari pengetahuan dan pengalaman yang kita punyai. Atau dengan ragam pengetahuan dan pengalaman yang semua kita punyai, kita mungkin sedang dihadapkan dengan sebuah misi kehidupan yang harus diraih Bersama-sama. Karena itu Langkah mudah yang perlu kita lakukan adalah membuka diri untuk belajar atau berbagi.

Catatan Harianku: Belajar dari Pengalaman Teman

Usai komunikasi dengan teman2, entah melalui telepon atau wa, saya suka mencatat ungkapan-ungkapan bagus yang disampaikan. Saat membaca atau mendengar berita, sayapun suka membuat beberapa catatan, walau hanya sepenggal kalimat. Berikut catatanku usai ngobrol dengan seorang teman:

Saya menerima keluhan dari orang lain, teman atau anak atau anak buah. Lalu saya harus mengeluh kepada siapa? Kepada Tuhan, Tuhan tidak pernah ingkar janji. Ungkapan seorang teman tentang beberapa hal yang dialami, yang nampak dipermukaan seperti kebetulan, tetapi kemudian disadari sebagai bagian dari penyelenggaraan Ilahi. Demikian kisah teman ini yang sedang kesulitan keuangan karena menerima gaji 50%, yang masih harus dialokasi untuk premi asuransi. Dalam situasi seperti itu, ada sahabat yang lebih memerlukan, menghubungi untuk meminjam uang untuk kebutuhan sehari-hari. Setelah berpikir sejenak, diapun iklas membantu teman tersebut. Ternyata beberapa kesempatan untuk menghasilkan uang terbuka begitu saja dan Premi asuransi ini ternyata disetujui untuk ditunda pembayaran.

Teman ini seakan memberikan secangkir air sejuk kepada seorang anak kecil yang lagi kehausan, tanpa mengharapkan imbal balik sama sekali. Karena itu, teman ini memberikan tips:

  1. Jangan Putus Asa, Bangun Asa!
  2. Dengan mengandalkan Tuhan, satu pintu tertutup yang lain terbuka
  3. Mensyukuri dan mendoakan orang lain
  4. Kamu tidak akan menjadi miskin dengan berbagi.
  5. Semakin melayani, Tuhan akan membuka berbagai pintu/jalan

Perlu saya catat disini, bahwa teman itu bercerita dengan penuh gairah serta mensyukuri langkah yang sudah dia ambil, termasuk menolong teman yang lagi membutuhkan uang tersebut.

Tiga butirku hari ini..

Melalui temu muka atau sosmed saya sering mengajak teman-teman untuk mencatat tiga saja hal yang dialami setiap hari yang patut disyukuri. Fokus pada hal-hal yang patut disyukuri, akan membantu kita membangun mindset positif dan perilaku positif.

Beberapa waktu lalu, seorang teman, Elfi, menuliskan di laman FaceBooknya tentang tiga butir tersebut. Saya petik satu dari tiga butir tersebut:

Mendapat sapaan via telepon dari Bapakku.. Pak Josef Bataona.. a call for no reason, just asking how’s everything going and having a casual chit chat about our daily lives.. still it made my day 😍

Seperti yang Pak Josef bilang, tidak ada hal yang kebetulan.. setelah mendapat call dari Pak Josef jadi teringat GEM (Gratitude, Empathy, Mindfulness) project yang pernah kita bicarakan waktu year end dinner bersama Bapak.. harus diakui kita tidak konsisten melakukan refleksi, but from time to time we do it.. and it is a great thing to do, especially when we feel sad or dissapointed of something.. thanks a lot Pak 🥰🤗

Bahkan pakar Positive Psychology Martin Seligman, juga menyarankan teknik sederhana untuk menggarisbawahi Gratitude kita: “write down three things that went well each day, every day, along with an explanation for why each good thing happened.”

WFH dan Team Engagement

Saya suka luangkan waktu untuk menyimak catatan lama, file presentasi lama dan lain-lain. Saat menyimak berbagai bahan sharing dimasa lalu, dan saya menemukan, bahwa di tahun 2008, saya sudah bisa dengan bangga berbagi ke dunia luar tentang program kami yang namanya WFH, Working From Home. Dan ini dirancang sebagai bagian dari Balanced Life yang merupakan penggalan tak terpisahkan dari rancang besar 5 Years Strategic Talent Management Road Map. 

Bayangkan saat itu, belum ada wi-fie di rumah manager. Karena itu perusahaan menyediakan flash disk untuk internet. Kami membeli banyak flash disk yang di pool di HR. Saat manager akan WFH mereka akan diberikan flash disk tersebut.

Walau teknologi saat itu belum memadai, diskusi kami dengan para manager bukan pada teknologi, tapi lebih fokus pada bagaimana engage team yang bekerja dari rumah. Survey juga dilakukan untuk mendapakan response para pihak. Dan yang paling menggembirakan adalah motivasi yang terbangun, karena karyawan melihat WFH sebagai usaha perusahaan untuk mendukung balanced life mereka.

Beberapa inisiatif lain yang menunjang Balanced Life ini, termasuk antara lain Nursery Room dan Day Care seputar Lebaran. Diharapkan ini menjadi fondasi penting dalam Membangun Talenta dan Team Engagement yang menunjang Sustainable dan Profitable Business Growth.

Mengapa ketiga cerita itu saya padukan disini? Saat individu karyawan percaya bahwa Perusahaan menanggapi serius kebutuhan-kebutuhan yang berkaitan dengan Balanced Lifenya, diapun akan belajar bahwa ada saatnya dia sebagai individu siap untuk peduli pada orang lain baik di perusahaan maupun di masyarakat yang memerlukan uluran tangannya. Dan ini spontan, tak perlu disuruh.

Kedua kisah teman di atas, meneguhkan kata orang bijak, bahwa: I am who I am, because of Who We all are. Kita menjadi seperti ini, karena kontribusi banyak tangan dalam lingkungan di tempat kita bekerja, keluarga atau lingkungan social lainnya. Dan ini merupakan dasar membangun WE-Mindset berdasarkan TRUST. Dan individu dengan mindset positif seperti itu akan hadir dan membawa vibrasi positif di komunitas manapun dia berada.

“Connect the dots between individual roles and the goals of the organization. When people see that connection, they get a lot of energy out of work. They feel the importance, dignity, and meaning in their job.” (Ken Blanchard and Scott Blanchard)

Simak juga:

https://www.josefbataona.com/inspirasi/bersyukur-sumber-kebahagiaan/

https://www.josefbataona.com/inspirasi/gemprogram3-mulai-bergulir/

Bookmark and Share

2 Responses to Caring and Engagement

  1. helda Manuhutu says:

    trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs menyaksikan influence nya yg sgt besar. Thanks a lot Pak Jos…banyak inspirasi yg menginspirasi sy jg di role sy di journey ini….

    • josef josef says:

      Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa menyenangkan sekaligus menginspirasi karena kontribusi setiap individu dalam tim. Sukses selalu, salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life