Belajar Tiada Henti

Posted on December 22nd, 2017

“An organization’s ability to learn, and translate that learning into action rapidly, is the ultimate competitive advantage.” (Jack Welch)

EXCELLENCE itu proses, suatu perjalanan. Bukan tujuan akhir. Demikian pemahaman banyak orang bijak. Karena definisi excellence hari ini dan besok sudah berbeda. Perusahaan yang dianggap terbaik hari ini, sudah harus menyerahkan predikat terbaiknya kepada yang lain. Siapakah mereka? Mereka adalah yang senantiasa belajar dan berusaha lari lebih cepat dibanding yang lain.

Belajar Tiada Henti

Pagi itu saya harus menyampaikan sambutan di pembukaan acara tahunan perusahaan yang bernama CIPTA,  (Continuous Improvement & Productivity Award) dengan tema: “Continuous Improvement: Everyone, Everyday, Everywhere.” Merupakan kebiasaanku untuk mempersiapkan sambutan dalam bentuk pointers, bukan naskah detail. Dengan demikian saya akan terus membuka diri menerima input baru sampai saatnya saya naik ke atas panggung.

Foto bersama salah satu team yang hadir penuh ceria.

22 Des 17_Belajar Tiada Henti1

Pagi itu melalui Instagram, Lia membuat posting foto bersama tim yang dia bantu di Semarang, dengan teks sebagai berikut:

“Setiap kali dapat kesempatan implementasi atau berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan yang lain, yang paling saya suka adalah mendapat kesempatan belajar lebih banyak lagi dari mereka. Karena merekalah yang lebih pakar di sisi operasional. Pertanyaan yang diajukan kepada kami merupakan ladang pembelajaran baru untuk kami.

Melakukan implementasi bukan berarti kami pakar, kami pun masih belajar …. Dan dari pengalaman2 implementasi, semoga kami bisa lebih baik dari sebelumnya… Amin.”

Ada dua sudut pandang dalam memotret tulisan Lia tersebut:

Dari perspektif Lia, selain berbagi dia ingin membuka diri untuk terus belajar dari berbagai kesempatan dan dari siapa saja. Karena itu, saya pun menanggapi postingan tersebut dengan menyampaikan pesan via IG sebagai berikut.

??????????

Saya pun memutuskan untuk membaca utuh postingan Lia dan komenku sebagai bagian dari pidatoku.

Semua Orang Penting

Terlepas dari siapa yang belajar dan siapa yang menyajikan pembelajaran, ada satu hal yang ingin saya kedepankan di sini adalah semua orang sama pentingnya, dan ingin merasa penting. Kalau murid tidak ada maka tidak akan ada guru dan kalau guru tidak ada, muridpun tidak bisa belajar. Jadi dua-duanya saya anggap sama pentingnya. Karena itu postingan IG tersebut saya potret dari kacamata yang berbeda, baik Lia maupun mereka yang dikunjungi untuk dibantu, semuanya penting.

“Everyone has an invisible sign hanging from their neck saying, ‘Make me feel important.’ Never forget this message when working with people.” (Mary Kay Ash)

Dan proses belajar hendaknya FUN, penuh kegembiraan, menyenangkan, seperti nampak pada kumpulan foto Andri Hendrawan berikut ini.

22 Des 17_Belajar Tiada Henti3

Saling Belajar dan Berbagi

Berangkat dari postingan tersebut, saya kemudian menggaris-bawahi dalam sambutan saya, bahwa forum sepanjang hari ini adalah forum untuk menyajikan pengalaman sukses di tempat kerja masing-masing. Tujuan CIPTA & Conference 2017 adalah untuk memberikan penghargaan kepada tim yang terus memperlihatkan komitmen untuk continuous improvement dengan perbuatan nyata di tempat kerja.

Semua yang hadir memang berharap untuk mendapatkan piala penghargaan. Tapi di atas semuanya itu, ini merupakan kesempatan belajar yang luar biasa dari sesama karyawan. Bila mindset “belajar dan berbagi” ini kita pupuk subur, maka kita akan mendapatkan kesempatan belajar yang luas, dari siapa saja, setiap hari, dan dari mana saja, sesuai tema acara hari itu: “Continuous Improvement: Everyone, Everyday, Everywhere.”

Saya sangat yakin, bahwa dengan kemauan setiap individu dan para pemimpin, maka continuous improvement ini akan terus hadir sebagai gaya hidup, sebagai cara kerja kita untuk meraih sukses.

“Transformation is a process, and as life happens there are tons of ups and downs. It’s a journey of discovery – there are moments on mountain tops and moments in deep valleys of despair.” (Rick Warren)

Catatan: Karena Libur Natal dan Tahun Baru, tidak ada posting baru pada tanggal 26 Desember 2017, 29 Desember 2017, 2 Januari 2018 dan 5 Januari 2018. Postingan baru akan hadir kembali pada 9 Januari 2018.

Bookmark and Share

2 Responses to Belajar Tiada Henti

  1. Andri Hendrawan says:

    Betul sekali Pak Joseph.
    Karena memang Impelementasi Continous Improvement dapat mentransformasikan seorang hard worker menjadi smart worker yang selalu terus mengeluarkan ide dan inovasinya yang berdampak terhadap work vitality sebuah proses kerja lebih baik lagi dan aspek people development terhadap peningkatan kompetensi skill dan knowledge akibat dari Implementasi Continuous Improvement tersebut.

    • josef josef says:

      Terima kasih Andri. Motivasi kerja turut meningkat, baik itu individu maupun team. Dan jangan lupa, ini menular melalui forum seperti CIPTA. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...

Agnes Keraf:
Selamat siang dan terima kasih Besa untuk berbagi berkat yg menginspirasi. Mendengar dgn hati tidak...

josef:
Terima kasih sama-sama Riski, semoga bermanfaat untuk dijadikan pedoman hidup sehari-hari. Salam


Recent Post

  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life
  • Berpikir Positif Percepat Kesembuhan