Mencari Karyawan Loyal

Posted on January 31st, 2017

“Take time to appreciate employees and they will reciprocate in a thousand ways.” (Bob Nelson)

DALAM SEBUAH FORUM tentang talent retention, saya sengaja melontarkan pertanyaan, “Bila mencari karyawan berpengalaman, apakah lebih memilih yang sedikit pindah-pindah atau yang punya pengalaman di banyak perusahaan sebelumnya?”

Ada tiga jawaban yang saya dapatkan: a) yang lebih suka calon yang daftar perusahaan terdahulu tidak banyak, b) yang menyukai daftar perusahaan terdahulu panjang dan c) yang terakhir fokus pada kualifikasi yang dicari, tanpa peduli banyak sedikitnya daftar perusahaan terdahulu. Masing-masingnya tentu ada penjelasan sebagai alasan.

Sedikit daftar Perusahaan

Apa sesungguhnya yang melatar-belakangi jawaban tentang calon yang daftar perusahaan sebelumnya tidak banyak.

Pertama, walau tidak banyak tetapi ada pengalaman mendalam (in depth) di setiap perusahaan, dengan demikian diharapkan bahwa calon sudah cukup memiliki pengalaman dan pengetahuan di bidang yang dicari.

Kedua, kurang berpindah-pindah pekerjaan masih dianggap mempunyai tingkat loyalitas lebih tinggi. Namun demikian, ketika saya menanyakan, apakah mereka yang tidak pernah pindah dianggap punya tingkat loyalitas tertinggi? Dia pun menjawab diplomatis, bagaimana saya recruit mereka, kalau dia masih mantap di perusahaannya.

Loyal dan Engagement

Kalau permintaan untuk mencari tenaga kerja loyal saya modifikasi sedikit, “Tolong carikan saya calon karyawan yang memenuhi persayaratan tertentu dan yang tidak pernah pindah kerja. Apakah itu mungkin?”

SANGAT MUNGKIN!:

  1. Mereka adalah fresh graduate yang tidak pernah pindah kerja karena baru mau bekerja, tapi punya keahlian tertentu, misalnya di bidang digital,
  2. Mereka yang masih beberapa tahun bekerja dan ini merupakan perusahaan pertama.
  3. Mereka yang sudah lama bekerja, tidak pernah pindah, tapi sudah mulai terbuka peluang yang dia cermati karena keterbukaan informasi.

Bila pengalaman kerja ada di antara persyaratan utama, maka hanya mereka yang ada dalam butir 3 di atas yang perlu dilirik. Namun demikian memerlukan upaya yang tidak mudah.

Cukup banyak perusahaan yang lebih ingin untuk men-develop sendiri talent-nya, walaupun perlu waktu dan biaya. Karena itu mereka akan melirih kelompok di butir satu dan dua. Bila ini dibarengi dengan langkah kongkrit engagement dari para leader di perusahaan, maka terbuka peluang perusahaan itu akan menciptakan lingkungan kerja idaman, tempat karyawan tinggal dan berkarya untuk jangka yang lebih lama.

Di tepi pantai Batam yang indah, team ini menyatukan pandang, bahwa sukses ke depan ini sangat ditentukan oleh komitmen semua karyawan di setiap lini.

Mencari Karyawan Loyal

Loyal pada siapa?

Mari kita asumsikan bahwa teman HR ini akhirnya berhasil merekruit “karyawan loyal” yang mungkin belum pernah pindah kerja sebelumnya, tapi memenuhi semua persyaratan yang dicari. Kita bantu dia dengan beberapa pertanyaan untuk dia jawabi sendiri:

  • Dia loyal kepada siapa? Kepada perusahaan, atasan atau profesinya?
  • Apa yang merupakan nilai tambah dalam membangun “meaningful life” dari pengalaman di perusahaan lama? Nilai tambah pada professional life, social life, family life, spiritual life dan sebagainya
  • Budaya seperti apa yang ada di perusahaan lama, termasuk pola interaksi para leaders yang membuat dia bisa bertahan bekerja selama itu?
  • “Pushing Factor” dari dalam apa yang membuat dia mempertimbangkan untuk pindah

Kemungkinan besar yang menjadi pemicu calon ini berpikir untuk pindah adalah “pushing factor” namun dalam kenyataannya, calon akan mengedepankan kesempatan yang ditawarkan oleh calon employer-nya sebagai daya tarik.

Yang ingin saya kedepankan di sini, bukan tentang pengenalan calon karyawan dalam lingkungan lama dan alasan dia pindah. Yang paling utama adalah: kita mencari karyawan loyal. Kita menemukan banyak informasi mengapa karyawan tersebut setia bekerja sekian lama. Pertanyaan untuk perusahaan yang menerima:

  • Apakah kita mempunyai lingkungan kerja yang mampu membuat karyawan itu mau tinggal dan bekerja lebih lama lagi?
  • Akankah calon karyawan itu mendapatkan nilai tambah dalam perjalanan kariernya untuk membuat kehidupannya lebih bermakna, dari berbagai aspek termasuk professional life, family life, social life, spiritual life dan lain-lain?

Dan orang yang paling dekat yang akan bersama calon karyawan ini adalah sang leader, atasannya. Semoga dia yang menghendaki calon karyawan loyal, juga mempunyai jurus jitu, menciptakan lingkungan untuk tumbuh suburnya loyalitas, membuat timnya (bukan hanya karyawan baru tersebut) bisa bekerja penuh semangat untuk meraih apa yang mereka cita-citakan. Semua karyawan ini akan berjuang untuk suksesnya perusahaan dan mereka juga percaya bahwa ini merupakan perusahaan idaman mereka.

“When employees are happy, they are your very best ambassadors.” (James Sinegal)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...

Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...

josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...

josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...

josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...


Recent Post

  • Berdampak dan Menciptakan Perubahan
  • Upward Bullying Terhadap Toxic Leader
  • Menemukan WHY dari Laut Lamalera: Belajar dari LAMAURI
  • Bijak Memimpin Lintas Generasi
  • Saat Integritas Menjadi Gerakan
  • Wujud Nyata Leader as BRIDGER
  • Ketika Jabatan Berakhir – MAKNA Berlanjut
  • PEACE HR: Menjaga Human Touch di Era AI
  • Di Bawah ATAP Itu Kita Belajar dan Bertumbuh
  • Lukisan Legacy Sarat Makna