Budaya Nusantara Mewarnai Suasana Kerja

Posted on April 4th, 2014

“As we let our own light shine, we unconsciously give other people permission to do the same.” (Marianne Williamson)

BHINEKA TUNGGAL IKA. Unity in Diversity. E Pluribus Unus. Kita bangga dengan ungkapan tersebut. Bersatu dalam kebhinekaan, sambil mempertahankan keragaman, tanpa berusaha untuk meleburnya menjadi hanya satu. Ini yang membuat hidup kita tidak membosankan, penuh warna warni.

Ribuan tahun kita paham akan kekayaan Nusantara tersebut, belajar untuk lebih mengenal dan mengapresiasinya: tari, lagu, bahasa, kearifan lokal, makanan, minuman, dan masih banyak lagi kalau kita mau membuat daftarnya. Dan sejauh ini kita bisa hidup damai dalam keragaman ini. Bulan Maret kita merayakan Hari Musik dan Film.

Kejutan di Jam 15:00

Jadual rutin kami, ada program peregangan (stretching) di tempat kerja setiap jam 10:00 dan jam 15:00. Ada seorang yang memimpin, dan diiringi lagu dari player computer. Hari itu, sengaja dibuat unik sekaligus surprise.

Tepat jam 15:00 dua gitar akustik dimainkan oleh Lupus dan Resmon mengagetkan mereka yang belum tahu skenarionya. Mereka mengiringi dua lagu daerah yang dinyanyikan secara medley: Goro-goro ne dan Tanase.

Kali ini stretching diiringi life-music dilantunkan oleh saya sendiri selaku kepala suku Corporate HR. Suasana gembira membuat tim tidak hanya ingin menonton, tapi juga turut bernyanyi. Dan jangan heran kalau stretching pun berubah nuansa menjadi goyang dan tari mengikuti alunan lagu tersebut. Tidak lama… hanya empat menit.…..E Tanase…. Bae… Bae!!

E Tanase Bae Bae by josefbataona dotcom

Tak Sabar Menunggu Giliran

Kelima FishFUN team sudah mendapat briefing jelas. Masing-masing harus menampilkan lagu daerah tertentu, boleh dengan bernyanyi ataupun menari. Kali ini kesulitannya bukan pada memilih lagu, bukan pula pada jadual latihan. Tapi justru memilih hari penampilan, karena tidak ada yang mau ketinggalan.

Tuntutan tugas membuat anggota tim tidak selalu berada bersama-sama di kantor pada waktu bersamaan. Semua ingin hadir dan berpartisipasi. Beberapa rekaman berikut bisa memberikan gambaran apa yang terjadi hari itu. Kami sajikan tiga dari lima tampilan:

Lagu dan Tari Sunda

Lagu dan Tari Sunda by josefbataona dotcom

Tari Kipas, lagu daerah Maluku dan Candaan Muda/Mudi

Tari Kipas by josefbataona dotcom

Lagu dan Tari Minang dikombinasi dengan Cup Dance

Tari Minang-Cup Dance  by josefbataona dotcom

Dan tidak kalah serunya, ketika kritikus film, Imam beraksi, membuka mata kita tentang berbagai hal seputar film. Bahwa 30 Maret 1950 adalah Hari Pertama syuting Film “Darah dan Doa”, produksi pertama perusahaan Film Indonesia; Loetoeng Kasaroeng merupakan film pertama diproduksi di Indonesia; bagaimana film dibuat; dan pengetahuan tentang trend film dewasa ini, yang tidak lagi peduli pada premis skenarionya, tapi lebih pada nilai jual produser kepada masyarakat.

Kreasi Tak Ada Habisnya

Adakah koreografer yang membantu mereka? Tidak ada. Mereka tahu apa yang mereka mau.

Berapa lama latihannya? Jangan kaget, hanya sekedar curi waktu makan siang atau sore sebelum pulang rumah.

Baguskah pentas mereka? Siapapun akan kaget melihat penampilan mereka. Belum lagi upaya untuk mendandani diri dengan berbagai pakaian dan hiasan warna-warni.

Adakah panggung untuk pentas? Ini yang menurut saya kuncinya. Mereka harus bisa pentas menggunakan ruang di antara meja ruang rapat, dan harus memperhatikan bahwa penontonnya gaya ‘fish bowl’, alias dari seluruh penjuru 360 derajad.

Dan ketika banyak yang tertawa terpingkal-pingkal sambil turut bertepuk tangan, maka sadarlah kita bahwa tampilan teman-teman ini mengena di hati kawan-kawan yang menontonnya. Ini bukan saja ajang unjuk kebolehan, tapi juga ajang saling mengapresiasi.

Di tengah kesibukan, masing-masing masih meluangkan waktu untuk saling menghibur. Di sinilah esensi dari proaktivitas untuk menciptakan sendiri  lingkungan kerja yang menyenangkan kita semua, tanpa harus menunggu orang lain, termasuk atasannya. Kita sendiri menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan buat kita semua.

Foto bersama by josefbataona dotcom

“Happiness is a ‘state of mind’ which we ourselves have the power to control – and that control lies in our thinking.” (Claude M Bristol)

Bookmark and Share

4 Responses to Budaya Nusantara Mewarnai Suasana Kerja

  1. Ratih says:

    Asyik juga sekali2 ada acara seperti ini. Kegiatan saat jam istirahat jd bervariasi, cepat2 makan agar bisa latihan… Fun, tidak hanya karena kegiatan di kantor jd lebih bervariasi tapi juga karena kita bisa membuat orang lain tertawa…

    • josef josef says:

      Terima kasih Ratih, amal paling murah adalah membuat orang lain tertawa gembira. Kalau itu bisa dilakukan bervariasi, maka warna warni suasana menjadi beragam dan penuh semangat.

  2. wuwuh says:

    jadi ingin perform cup song lagi….
    setelah sekali salah….2x salah…..3x masih salah….sampai ada yang bantu nyanyi dan komat- kamit baca doa biar gak salah lagi….huaaaa lucu dan menggelikan….tnyata harus fokus, kompak, menguasai lagu dengan baik dan jangan demam panggung….

    • josef josef says:

      Wuwuh bisa aja… Fun dalam performance kalian sudah cukup mewarnai suasana. Kontribusi tim Wuwuh dan tim lainnya, dengan latihan dalam waktu yang sangat terbatas, sudah memperlihatkan kesungguhan kalian untuk menciptakan suasana kegembiraan yang diharapkan, dan kalian berhasil. Masih ada kesempatan lain lagi dengan program lain lagi. Terima kasih untuk komentarnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET
  • A New Horizon Beyond Corporate Life