Wellness Program for Peaceful Mind

Posted on January 29th, 2019

“Your work is going to fill a large part of your life, and the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work. And the only way to do great work is to love what you do.” (Steve Jobs)

SADAR. Atau persisnya disadarkan. Saya tidak menyadari kalau saya tidak tahu (unconscious incompetent). Situasi ini sering kita alami dalam perjalanan hidup ataupun perjalanan karier. Seandainya kita terus membuka diri untuk menerima dan belajar, maka dengan menyadari ini (conscious incompetent), maka langkah berikutnya kita bisa meningkatkan kemampuan diri, menjadi kompeten. Tapi seberapa mudah kita bisa menyadari situasi tersebut diatas? Salah satu tool yang bisa digunakan adalah melalui proses “Coaching”. Sudah cukup banyak training Coaching di masyarakat, seharusnya coaching ini sudah lumrah digunakan di Indonesia. Apa betul ?

SMILE Coaching Cards

Hari itu saya diundang untuk menjadi pembicara, dalam forum SMILE Coaching Cards Launching, dengan sub tema The Gateway to Wellness & Holistic Success.

Ini merupakan modul coaching dengan panduan yang sudah dicantumkan di berbagai kartu yang tersedia. Secara umum, dalam proses coaching, kita akan menyentuh beberapa area utama:

1. Spiritual
2. Contribution and Legacy
3. Mental intellectual
4. Occupational
5. Physical
6. Financial
7. Social environment
8. Emotional Relation

SMILE Coaching Cards akan digunakan oleh coach untuk memandu coachee untuk menentukan aspek wellness apa yang perlu ia tingkatkan saat ini. Berikut paket SMILE Coaching Cards yang dibagikan kepada peserta saat launching.

Occupational Wellness
Menurut WHO, wellness dimaknai sebagai: “A state of complete physical, mental, and social well-being, and not merely the absence of disease or infirmity.”
Dalam postingan di FB, coach Fiona menjelaskan bahwa Occupational, satu dari 8 aspek wellness tersebut, mewakili pekerjaan, bisnis dan pelayanan.
Occupational Wellness adalah kemampuan untuk meraih keseimbangan antara kerja dan waktu luang, dapat mengatur stress yang timbul di tempat kerja dan mampu membangun hubungan kerja yang baik dengan rekan dan tim.
Aspek wellness ini berfokus pada pencarian kita akan panggilan dan melibatkan eksplorasi seluas-luasnya akan penempatan dan pekerjaan seperti apa yang sesuai untuk kita.
Hal ini karena apa yang kita lakukan untuk hidup menyita begitu banyak waktu, sehingga sangat penting, demi keutuhan well-being kita untuk melakukan apa yang kita cintai dan mencintai apa yang kita lakukan. Ketika seseorang melakukan apa yang seharusnya mereka kerjakan, mereka telah memperdalam makna dan tujuan hidup mereka.
Occupational Wellness adalah tentang bagaimana seseorang menemukan kepuasan dan keutuhan dalam hidup melalui bisnis, pekerjaan dan pelayanannya. Inti sebenarnya adalah tentang attitude atau sikap seseorang terhadap pekerjaan dan pengembangannya. Bagaimana seseorang mampu mengkontribusikan kelebihan, keahlian dan talentanya untuk bekerja, selain mendapatkan penghargaan dan kompensasi juga menghantarnya pada penemuan meaning dan purpose. Bagaimana menghidupkan values atau tata nilai terdalam yang dianut dalam setiap pekerjaan yang memuaskan Anda.
Jadi Occupation Wellness sangat terkait dengan pemilihan profesi, kepuasan kerja, peningkatan karier, dan performance dalam bekerja dan komponen-komponen lain terkait medan karier, bisnis dan pelayanan.

Wellness Program for PEACEFUL Mind
Saya hadir bukan untuk berteori tentang Wellness Program. Saya sengaja menyajikan program nyata yang sudah kami lakukan di perusahaan. Saya mulai dengan memprovokasi peserta yang memenuhi ruangan dengan meminta pendapat mereka tentang balanced life pada gambar berikut ini.

Sang suami nampaknya telah berusaha untuk berada bersama istri dan anaknya ditengah kesibukan kerjanya, namun foto itu mengundang tanda tanya juga. Walaupun niat baik itu sudah dilaksanakan, nampaknya sang suami tidak hadir secara utuh bersama keluarga, secara fisik dia ada, tapi sebetulnya sebagian dirinya memikirkan atau persisnya melakukan pekerjaan kantor.
Beberapa contoh inisiatif yang telah dan bisa dilaksanakan di tempat kerja, antara lain:

1. Nursery Room and Day Care seputar Lebaran
2. Promotive Health
3. Being a role model for healthy life
4. Saya juga mengajak peserta untuk melakukan 12 gerak stretching yang sangat mudah dilakukan disamping meja kerja. Kami biasanya melakukan stretching ini 2 kali sehari, jam 10:00 dan jam 15:00

Kedelapan aspek tersebut diatas tidak berdiri sendiri. Karena itu, menangani satu aspek akan juga memberikan dampak positif kepada aspek lainnya. Berikut suasana kelas seputar launching dan pengenalan dan latihan penggunaan SMILE Coaching Cards


Dalam kaitan dengan program Wellness, saya merasa perlu untuk menggaris-bawahi:

1. Diperlukan konsep jelas tentang program yang mau dilaksanakan, mengapa penting untuk dilaksanakan
2. Apa langkah untuk memotivasi karyawan agar mau mengambil bagian dalam program ini
3. Diperlukan kreativitas dalam menciptakan variasi program yang menarik
4. Diperlukan role model, yang memang melaksanakan program ini bukan karena ada program di perusahaan, tetapi karena yang bersangkutan percaya bahwa program ini baik dan bermanfaat bagi kehidupannya sendiri dan juga karyawannya.
5. Dalam contoh yang saya sajikan, saya sendiri sebagai HR Director dan juga Presiden Direkturnya dan beberapa karyawan lainnya adalah Role Model untuk program ini.

Bila program tersebut berjalan dengan baik, maka diharapkan akan menciptakan Peaceful Mind dari karyawan, sehingga productivitas bisa meningkat.
Bilamana karyawan melamar pekerjaan, salah satu persyaratan adalah kondisinya sehat walafiat. Maka sayapun tidak pernah lelah untuk mengkampanyekan kepada karyawan, untuk senantiasa menjaga kesehatan agar saat mereka pensiun, perusahaan dapat menyerahkan mereka kembali kepada keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Perusahaan bisa saja menyediakan fasilitas, tetapi tanggung jawab untuk penggunaannya ada di tangan masing-maing karyawan.

“So many people spend their health gaining wealth, and then have to spend their wealth to regain their health.” (A.J. Reb Materi)

• Selain hadir di blog: https://www.josefbataona.com/
• Saya juga bisa ditemui di:
1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 pa Andreas, Sampai sekarangpun, setelah berkali2 hadir disana, saya masih merasa bahwa...

Andreas Wahyu:
Pak Josef, thanks for share, saya sendiri yg ikut juga di acara LUYC 2019, merasa beruntung dan...

josef:
Terima kasih Ratih, sebuah highlight yang memperkuat insight yang diangkat dari pengalaman di Transformer...

Ratih Hapsari:
Membaca tulisan Pak Josef di atas bahwa perubahan harus merupakan tanggung jawab semua lini dan tidak...

josef:
Terima kasih Tromol, kapan saja sempat silahkan simak berbagai tulisan disini


Recent Post

  • Coaching World Game 2019
  • Akselerasi Pengembangan Valuable Talent
  • Biasakan Membangun Mimpi
  • Faster and Shorter
  • Your Legacy
  • Bahagianya Saling Belajar
  • Dampak Positif bagi Sesama
  • Push Beyond the Limit
  • Pemberdayaan Perempuan
  • Digitalisasi di Telapak Tanganmu