Posted on October 17th, 2014
“How you treat others directly impacts on how you will be treated and the relationship you will have with others.” (Catherine Pulsifer)
INDUSTRIAL RELATIONS kini menjadi kompetensi yang dicari untuk dimiliki di berbagai perusahaan. Entah itu bagian dari HR manager yang ada atau juga spesialis Industrial Relations yang sengaja direkrut untuk menjadi bagian dari Organisasi Sumber Daya Manusia. Bagian dari persyaratan sang calon adalah pengetahuannya tentang peraturan Ketenaga-kerjaan, networking ke dalam maupun ke luar dengan berbagai stakeholders. Dan tidak kalah pentingnya adalah kemampuannya untuk menyelesaikan berbagai konflik ketenaga-kerjaan.
Refreshing Berkala
Dengan ukuran perusahaan dan jumlah karyawan lebih dari 86 ribu, kebutuhan akan tenaga Industrial Relations menjadi sangat penting. Semua HR Managers di berbagai Divisi mempunyai pengetahuan dan pengalaman yang memadai di bidang Industrial Relations. Di samping itu masih ada lagi spesialis Industrial Relations yang hadir dalam tim.
Secara berkala mereka akan berkumpul dalam sesi sehari untuk refreshing dan sekaligus mendiskusikan berbagai permasalahan Industrial Relations terkini atau potensi yang bakal dihadapi ke depan. Kali ini hadir 38 peserta dari 30 cabang perusahaan Indofood di Jabodetabek. Sesi seperti ini dilakukan juga untuk cabang lainnya pada waktu yang berbeda.
Agenda tentang Penyelesaian Konflik
Dalam kata pengantar di awal sesi itu, saya mengedepankan beberapa butir pemikiran untuk diresapi dan ditindak-lanjuti:
Pertanyaan yang saya munculkan:
Bila semua pertanyaan tersebut di atas dijawab dan ditindak-lanjuti, maka secara perlahan tapi pasti, akan terbina hubungan harmonis di perusahaan. Dan walaupun ada riak-riak kecil yang mengganggu hubungan itu, pasti selalu ditemukan jalan keluar secara bersama, tanpa harus melibatkan pihak luar. Permintaan untuk melibatkan pihak luar dalam menyelesaikan permasalahan, umumnya karena menghadapi jalan buntu.
Hal yang paling mendasar, untuk mulai disentuh adalah hubungan antar manusia, Human Relations. Secara cerdas, kita diajak untuk mengingat butir-butir penting kehidupan dalam quotes di akhir tulisan ini.
Lalu apa hubungannya sesi ini dengan belajar di dalam kapal kontainer?? Simak posting berikutnya, dan dapatkan jawabannya.
“A Short Course in Human Relations
The 6 most important words: I admit I was wrong.
The 5 most important words: You did a great job.
The 4 most important words: What do you think?
The 3 most important words: Could you please.
The 2 most important words: Thank you!
The most important word: We.
The least important word: I.”
(Author Unknown)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...