Memupuk Persaudaraan

Posted on January 8th, 2019

“Our differences, then, are not a detriment or a danger; they are a source of richness.” (Pope Francis)

FRATERNITY. Kata yang dipilih Paus Fransiskus untuk pesan Natal 2018. Sepenggal pesannya berbunyi:

“Kita semua adalah keluarga besar yang sudah kehilangan rasa persaudaraan (Sense of Fraternity). Persaudaraan antar individu dari semua bangsa dan budaya. Persaudaraan diantara orang-orang yang berbeda pandangan, yang belum mampu untuk saling menghargai dan mendengarkan yang lain. Persaudaraan antara orang-orang yang berbeda agama. Perbedaan tersebut bukannya mengganggu atau membahayakan, tetapi justru menjadi sumber kekayaan kita.”

Kumpul Keluarga Besar

Saya memang berasal dari desa Lamalera Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Sementara istri saya berasal dari Lampung, Sumatra. Tapi keluarga besar kami (extended family) berasal dari berbagai ras, suku dan agama. Kami terus berupaya untuk menjalin silaturahmi antar kami, di tengah kesibukan tugas masing-masing. Dalam foto berikut ini, selain beda suku dan agama, rentang usia juga berbeda, tapi juga dari profesi yang beragam: ada TNI/POLRI dan PNS serta karyawan swasta; ada juga pastor, guru, pelajar atau yang punya usaha mandiri. Atau juga teman Kerja.

Semua kami berkumpul untuk saling menyapa, saling mendoakan, saling mendukung dalam perjalanan hidup masing-masing. Berbagi cerita merupakan agenda penting, karena disanalah kami bisa sejenak terlibat dalam gelak ketawa dalam sukacita kebersamaan. Termasuk sukacita dalam menikmati hidangan Natal.

Kabar Sukacita

Suasana tersebut diatas, kami wartakan sebagai kabar sukacita melalui social media dengan caption:

Sukacita dalam keberagaman keluarga: berbagai suku, agama, profesi. Kami terus menenun kerukunan, dan disinilah kami temukan KEBAHAGIAAN. #christmasgifts #peace #unityindiversity #familylife #smile #positivevibes .

Gayungpun bersambut. Beberapa komen menarik dari sahabat sosmed, terutama di LinkedIn, saya rekam berikut ini:

Kasih yang menyatukan. Luar biasa, bisa jadi contoh. Keberagaman adalah keniscayaan yang harus kita syukuri. (Okin RP)

Begitu indah hidup dalam kerukunan, kedamaian dan ketentraman, tapi mengapa masih saja ada yg mengusik dan mencederainya..hmm.. (Jenner Manullang)

Indah nya keberagaman..kesediaan utk mengerti & menerima org lain yg sejati… (Yuli Istanti)

Cool….Hati kita gembira melihat Bapak2, Ibu2, Nona2, anak2…happy, gembira, bahagia berfoto bersama jelang akhir 2018 ini…”Sukacita dalam keberagaman Keluarga Besar Indonesia, berbeda ras, suku, agama, profesi”. Keberagaman itu aset kita, hidup bersama, rukun, harmonis di Rumah Besar Bersama Indonesia. Great share Pak Josef Bataona. (David Ginting Munthe)

Seperti yang dikatakan Yuli Istanti, kata kuncinya adalah KESEDIAAN untuk mengerti dan menerima orang lain, yang memang berbeda. Terima kasih teman-teman di social media yang telah membantu memberikan garis-bawah atau meneguhkan pentingnya Persaudaraan dalam perbedaan kita.

Boomer berjiwa Millennial

Tak mau kala dengan generasi zaman now, sayapun gunakan kesempatan untuk belajar dari mereka untuk bisa hadirkan postingan 3D di FB, seperti yang nampak di foto ini.

Saya belajar yang kekinian dari putriku atau anak-anak millennials lainnya, agar mereka juga merasa ada kedekatan. Walau dari generasi yang berbeda, tapi sejenak kami berbicara Bahasa yang sama, bahasanya millennial, bahasa sosmed.

Saling berbagi, saling belajar, saling memberi senyum dan kebahagiaan, sukacita penuh perdamaian, satu dalam kebhinekaan, pancaran positif dari keberagaman warna latarbelakang, mengutamakan persaudaraan dan kekeluargaan. Itulah beberapa kata-kata yang muncul saat perenungan dalam keheningan, untuk menjelaskan suasana sehari, di hari Natal 2018. Semoga semuanya ini bisa kami jaga, kami pupuk dan kami kembangkan dalam kehidupan sehari-hari, dimanapun kami berada.

“If everything has been given to us, everything must be given again,” (Pope Francis)

  1. Instagram: https://www.instagram.com/josefbataona
  2. Twitter: https://www.twitter.com/josefbataona
  3. LinkedIn: https://www.linkedin.com/in/josefbataona
  4. Facebook: https://www.facebook.com/josbataona

Bookmark and Share

4 Responses to Memupuk Persaudaraan

  1. Jimmy says:

    Terima kasih Pak Josef untuk sharing-nya,
    Bapak tidak hanya bicara, tapi justru sudah memraktekannya dalam kehidupan sehari-hari..

    GBU.

  2. Santi Sumiyati says:

    Selamat malam Pak Josef, saya pikir ada ” kesediaan” juga dari Bapak dan keluarga untuk menerima keberagaman, belajar hal baru dan berbagi …satu pelajaran lagi yang saya petik dari tulisan Bapak. Terima kasih Pak Josef.

    • josef josef says:

      Terima kasih Santi, Memang tidak bisa sepihak. Seperti yang Santi utarakan, harus ada keterbukaan dan kesediaan untuk menerima keberagaman, sambil terus belajar dari keberagaman tersebut. Salam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Terima kasih sama2 Ratih, tidak perlu malu pada diri sendiri. Sebaliknya bersyukur bahwa kita masih bisa...

josef:
Terima kasih sama2 Santi, kita semua belajar dari semangat pantang menyerah. Cermin yang dihadirkan melalui...

Ratih:
Hebat Pak Joyo, punya optimisme dan semangat yang tinggi … Saya jadi malu pada diri saya sendiri 🙂

Santi Sumiyati:
Luar biasa pelajaran dari Joyo, yang Bapak paparkan kepada kami. Semangatnya mengingtkan saya untuk...

josef:
Terima kasih bu Santya, telah mengunjungi blog ini yang berisi lebih dari 660 artikel dengan berbagai...


Recent Post

  • Optimisme Pekerja Mandiri
  • Positive Organization
  • Benih Positif di Taman Kehidupan
  • Mengenal dan Memotivasi Team
  • Perluas Wawasan
  • Konektivitas Bermakna
  • Lestarikan Tradisi sambil Bersyukur
  • Mengapresiasi dengan Perilaku Positif
  • Menenun Kebersamaan Lintas Negara
  • Let us Play the Game