Sang Juara Yang Low Profile

Posted on August 25th, 2017

“Success seems to be connected with action. Successful people keep moving. They make mistakes, but they don’t quit.” (Conrad Hilton)

HARI MINGGU YANG INDAH SEKALI. Sebagian keluarga Lamalera diundang oleh keluarga Bataona di Jakarta untuk bersama memperingati anggota keluarga kami yang barusan meninggal dunia. Kehadiran mereka semua sangat berarti. Dan seperti biasa acara resmi misa arwah, tentu juga akan diisi untuk saling menyapa, bertukar cerita tentang kehidupan masing-masing.

Indah itu sederhana, kalau bisa saling berbagi senyum tulus. Dan ucapan selamat bertemu berupa jabatan tangan ataupun ciuman di pipi, diiringi doa: Semoga Damai Tuhan turun dan tinggal di rumah ini.

25 Agustus 17_Sang Juara yang Low Profile1

Sang Juara dalam Keseharian

Di antara mereka yang hadir, ternyata ada seorang Putri Lamalera, Juara Taekwondo Wanita. Dia menjadi Juara ke-2 The Chuncheon Korea Open International Taekwondo Championship 2-7 Juli 2017.

25 Agustus 17_Sang Juara yang Low Profile2

Namanya Vincenzia Verani Dolam Tuvaona, kelahiran 22 Juli sapaannya RANI, putri dari pasangan Yosef dan Mira Tuvaona. Penampilannya sederhana, tetap feminine di tengah masyarakat, hadir membaur di tengah anggota keluarga. Penghargaan sebagai juara tidak pernah membuatnya sombong, malah sebaliknya selalu tampil  rendah hati, selalu low profile. Kakaknya pun berkomentar, di rumah dia cenderung manja.

Awal Motivasi Berlatih

Awal mula dia dipaksa oleh teman berlatih ketika berada di kelas VII. Motivasi yang kemudian muncul untuk giat berlatih, karena di saat itu banyak kebiasaan siswa/i mem-bully temannya. Ini akan merupakan modal untuk membela diri seandainya ada yang berani-beraninya mencoba pada dirinya.

Hanya enam bulan sejak mulai latihan, dia sudah menyabet juara dua tingkat wilayah se-Jabodetabek, Dan berkat latihan yang disiplin, Rani meraih juara 3 Seremban International Taekwondo Championship Malaysia 2016. Setahun kemudian di bulan Juli 2017, dari 6 peserta yang dikirim Indonesia, hanya Rani yang lolos ke final dan menduduki juara dua, kalah dari Peserta Brazil yang 10 tahun lebih tua dari Rani.

Harapan untuk Masa Depan

Rani yang sudah meraih sabuk hitam sejak berusia 15 tahun, ingin terus menjadi pelatih untuk memunculkan bibit-bibit baru. Di usianya sekarang yang ke-19 tahun, sudah ada 61 orang yang dia latih, bahkan ada yang masih berusia 4 tahun.

Mahasiswi Komunikasi sebuah Perguruan Tinggi ini akan terus menekuni dunia Taekwondo, sambil menyelesaikan kuliahnya. Beruntung bisa dapat dukungan penuh dari orang tua. Foto bersama keluarga, dan saat bincang-bincang untuk postingan ini.

25 Agustus 17_Sang Juara yang Low Profile3

Rani ingin menjadi kebanggaan papa dan mamanya. Mempunyai kemauan kuat untuk menyalurkan bakatnya bagi banyak orang, dan tentu saja ingin sukses di bidang apa saja yang akan dia tekuni. Karena itu, profil Jack Ma menjadi salah satu sumber inspirasinya untuk terus berjuang menghadapi berbagai tantangan hidup, sesulit apapun. Juga pelajaran menarik dari Jack Ma yang dipetiknya, dia tidak lupa untuk membalas budi baik orang lain kepadanya.

Mental Juara

Belajar dari berbagai latihan dan juga kejuaraan dalam dan luar negeri, Rani ingin membagi kunci suksesnya, terutama dalam terus menempa mental juara:

  • Disiplin berlatih: untuk itu dia juga harus mengorbankan waktu bermain, waktu kumpul teman atau kumpul keluarga, karena jadual yang ketat.
  • Komitmen bangun pagi jam 05:00 untuk latihan, baik latihan sendiri maupun dengan pelatih.
  • Terus belajar dari rekaman permainan sendiri atau permainan lawan-lawannya, agar bisa lebih baik dari waktu ke waktu.
  • Terus membangun motivasi diri untuk selalu meraih yang terbaik.

Di usia semuda itu, Rani sudah memperlihatkan mental juara. Dia tidak hanya bercita-cita untuk meraih sukses bagi dirinya sendiri, tapi juga bagi banyak orang lain yang dia latih. Dan Rani sangat percaya bahwa dia BISA berkat motivasi kuat yang dibangun dari dalam dirinya sendiri.

“Success isn’t just about what you accomplish in your life; it’s about what you inspire others to do.” (Unknown)

Bookmark and Share

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET