Posted on September 26th, 2025
“Movement is a medicine for creating change in a person’s physical, emotional, and mental states.” (Carol Welch)
LAMA TAK BERSUA. Beliau adalah orang yang membuka jalan bagiku, sehingga saya bisa belajar dan mengambil sertifikat Coaching di Erickson Coaching yang bekerjasama dengan Vanaya Indonesia. Kalau saat ini banyak yang berterima kasih kalau mendapatkan dampak pertumbuhan melalui coaching bersamaku, maka semua kredit itu sepantasnya diberikan kepada pa Juli Triharto, founder Mindslim dan pa Sonny Sofyan dari Vanaya yang dengan penjelasannya saya memutuskan untuk mulai belajar Coaching di Vanaya.

Tangan-tangan Yang Membantu
Suatu saat saya membaca sebuah buku yang mengulas pidato-pidato kampanye seorang presiden yang sangat memukau. Di berbagai tempat, pidatonya disambut hangat terutama karena dia berhasil menyentuh kehidupan masyarakat setempat, dan disampaikan dengan gaya khas yang menggugah pendengarnya.
Yang menarik perhatian saya adalah catatan penulis buku tersebut, bahwa dibalik pidato-pidato beliau, ada puluhan pakar NLP yang bekerja untuk merancang pidato itu. Merekapun memberikan arahan tentang bagaimana menyampaikannya, menggaris-bawahi butir-butir penting dan berbagai saran untuk bahasa tubuh yang perlu ditampilkan. Kesan saya, ini luar biasa. Makluk apakah NLP itu? Penasaran lalu saya mencari. Dalam mencari untuk belajar NLP saya diarahkan oleh pa Juli Triharto untuk coba bicara dengan Vanaya, Lembaga penyelenggara training untuk Coaching. Dari sana saya memutuskan untuk belajar dahulu Coaching, melengkapi sertifikasi yang sudah saya dapatkan di Program Coaching for Result, CCL Colorado USA (2002). Baru kemudian saya belajar NLP & TLT dari pa Thomas Handojo dan pa Ari Handojo di INTRAS. Jalannya memang berliku, tapi itu kerja universe yang tidak saya pahami.
Pertemuan Biasa Dengan Titipan Pertanyaan
Rencana kami memang bertemu saling meng update perjalanan masing-masing, setelah lama tidak bertemu. Menariknya, pa Juli datang dengan membawa titipan pesan dari mereka yang juga mengenal saya, dan pernah mendengar cerita tentang bagaimana saya menjaga kesehatan di tengah kesibukan kerja.
Daftar Pertanyaan
Pertanyaan tersebut sudah saya jawab dan direkam pa Juli. Untuk posting ini saya sajikan semua pertanyaan untuk bisa menjadi panduan bagi yang sedang mempersiapkan pensiun atau sudah di masa pensiun. Tapi saya akan menyentuh beberapa saja.
Inspirasi Melalui Sharing dan Modeling
Keingin-tahuan teman2 itu terkait bagaimana saya mempersiapkan diri untuk memasuki masa pensiun. Persiapan seperti ini tidak dilakukan sebulan atau setahun menjelang pensiun. Saya membangun kebiasaan untuk rutin olahraga 4x seminggu jauh sebelum pensiun. Kata orang bijak, if it’s important for you, you’ll find the way. If not, you’ll find excuses. Kalau ini sungguh penting bagimu, kamu akan mencari jalan. Tapi kalau tidak kamu akan mencari excuses.
Di setiap momen saya deklarasikan komitmen olahraga saya dan juga mengajak karyawan kami untuk juga mempertimbangkan inisiatif seperti ini. Bersama pa Juli Triharto misalnya, kami memperkenalkan program “Move More” dengan menggunakan pedometer.

Untuk menjaga konsistensi olahraga 4x seminggu, saya membuat aktivitas itu sesuatu yang menyenangkan, Bersama istri kami mengajak keluarga atau teman untuk melakukannya bersama-sama dan ditempat yang berbeda dengan aktivitas yang beragam. Juga menghire seorang Personal Trainer yang memberikan saya pemahaman mengapa hari ini latihannya seperti ini. Kredit besar saya berikan kepada PT saya, pak Rory M. Putra.
Setiap malam 01:30 saya akan bangun untuk melakukan meditasi 30 menit, langkah yang sangat membantu, bukan saja recovery energyku tapi juga membiasakan untuk menyapa universe.
Merawat Silaturahmi
Saat sudah selesai dari karya di korporasi, saya bersama istri senantiasa berjalan kaki pagi sejauh sekitar 5 km. Kemudian kami akhiri dengan senam lansia ringan di teras rumah, dengan memanfaatkan peralatan sederhana, entah bambu atau kursi dll. Istriku juga bertanggung-jawab untuk merancang menu makanan kami di rumah agar bisa menunjang program sehat kami.
Istriku juga menginisiasi Senam rutin di rumah sabtu pagi. Selain menjaga diri tetap sehat, juga memotivasi para tetangga untuk juga memikirkan kesehatannya. Tanpa disadari, ini juga menjadi sarana kami untuk merawat silaturahmi dengan para tetangga.

Semua yang saya lakukan selalu saya sharing di berbagai momen presentasi, berkali-kali, terutama dengan memberikan MAKNA penting dibalik latihan itu: agar pada saat anda pensiun, perusahaan dapat mengembalikanmu ke keluarga dalam keadaan sehat walafiat. Dengan demikian anda akan bisa menikmati kebersamaanmu dengan keluarga, sambil terus melakukan hal2 yang bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.
“The hardest thing about exercise is to start doing it. Once you are doing exercise regularly, the hardest thing is to stop it.” (Erin Gray)
josef:
Terima kasih Lukas, bergerak ke segala arah dan disetiap momen. Tak henti menularkan kebaikan, termasuk...
Lukas:
Selalu terinspirasi. Integritas tidak sekedar slogan tetapi menjadi Movement. Bergerak dari dari atas...
josef:
Langka awal adalah menyadari, lalu mencermati saya bisa apa dan apa yang perlu saya lakukan untuk bisa mulai...
josef:
Betul Icha: Respek dan Trust harus dibangun secara tulus. Dengan demikian kita bisa berkolaborasi dengan satu...
josef:
Terima kasih Icha untuk highlightnya. Sering kita lupa, kalau di keluarga hadir berbagai generasi yang juga...