Tumbuhkan Budaya Learning & Sharing

Posted on May 11th, 2012

“Bagi yang hadir pada sharing hari Jumat minggu depan akan disediakan nasi padang.” Demikian bunyi edaran email dari Training Department sekitar tahun 1999.

Nasi Padang? Betul, makanan ini masih jadi favorit banyak teman-teman walaupun tersedia makanan di kantin secara gratis. Dan ini dijadikan daya tarik kecil untuk mengundang mereka yang ingin belajar dari sharing kawan mereka sendiri.

Inilah kisah sederhana yang ingin saya paparkan tentang asal muasal kami memulai program Knowledge Management (KM) di perusahaan. Sebuah tim kecil yang membuat analisa tentang berbagai penemuan dalam studi dengan metode “Business Excellence Model”, menyimpulkan antara lain:

“…bahwa banyak sekali karyawan yang pandai dan berpengalaman, pada waktu meninggalkan perusahaan karena pensiun atau keluar, membawa serta sebagian besar ilmu, pengetahuan dan pengalaman bersama mereka, karena masih berada dalam otak mereka masing-masing.”

Tim kemudian menyarankan agar membuat program untuk melestarikan semua ilmu, pengetahuan dan pengalaman dalam sebuah sistem yang bisa digunakan untuk pembelajaran generasi berikutnya.

Support dari Board dan Kompetisi Internal

Nilai jual ke ‘Board’ juga sederhana: “Kalau ada 200 manager dengan rata-rata masa kerja 15 tahun, artinya secara kolektif perusahaan mempunyai 3.000 (200 x 15) tahun pengetahuan dan pengalaman, yang sayang kalau hanya berada di kepala semua manager. Bayangkan, kalau ini bisa di-retrieve untuk pembelajaran dalam organisasi, betapa kayanya perusahaan ini.

Tahap awal, kami tidak memulai dengan investasi menggunakan teknologi baru, karena ini akan sangat menakutkan dari segi biaya, sebelum perusahaan yakin akan hasilnya. Berbagai forum untuk sharing diciptakan dalam rangka menumbuhkan budaya “Learning & Sharing”.

Bahkan berbagai insentif juga ditawarkan untuk mempercepat proses ini. Secara formal pun diciptakan peluang untuk para pimpinan membagi pengalaman mereka dalam berbagai forum training.

Support ‘Board’ sudah jelas. Tapi pertanyaannya, bagaimana mendapatkan continuous support dari Board? Secara berkala, progressnya dimasukkan sebagai agenda Board Meeting. Pada waktu presentasi, kami pun memaparkan progress dari masing-masing divisi, yang memperlihatkan jelas bahwa ada yang jalannya cepat namun ada juga yang santai.

Ternyata ini membuat beberapa ‘Board’ yang timnya bergerak lambat, mendapatkan sentilan. Dan mereka tidak mau kalah, yang lantas segera mendorong timnya untuk rajin sharing. Sebuah kompetisi internal yang sehat. Dan tidak tanggung-tanggung, ‘Board’-nya sendiri yang mau sharing, menunjukkan jalan.

Hasil yang tidak diduga

Pada waktu kami meluncurkan program ini, kami hanya tahu bahwa yang kami bangun adalah Budaya Berbagi (Learning & Sharing Culture), saling belajar satu sama lain. Ternyata ada organisasi di masyarakat yang mengamati inisiatif ini, dan di tahun ke-enam kami mengimplementasi ini, berita gembira pun datang.

Perusahaan kami menerima penghargaan Most Admire Knowledge Enterprise (MAKE Award) di tingkat Asia, dan saya pun hadir di Seoul Korea Selatan untuk menerima penghargaan ini.

Tahun lalu, penghargaan MAKE tingkat Asia yang ke-enam sudah diterima perusahaan ini. Kerja tim luar biasa, kreatifitas mereka seakan tiada habisnya, tapi ini pun berkat sentuhan tangan Laksmi Tobing, yang biasa disapa dengan Lala, Corporate Learning Manager saat itu. Lala terus mengeksplorasi hal-hal baru termasuk hal yang awalnya ‘tidak mungkin’, dan di tangannya hal tersebut menjadi ‘mungkin’.

Inilah petikan “thank you note” yang saya berikan kepadanya setelah penerimaan MAKE Award pertama tingkat Indonesia:

Dear Lala,

Building a Learning and Sharing culture in Unilever Indonesia is something that very close to your heart. You started some years ago and continue to nurture it with passion, you encourage the participation widely through various sharing program, all initial barriers even become the challenge for you to turn them into opportunity.

And although working with different team member all the time, you believe that diversity of idea will create optimum result, and now the award is in your hand “Indonesian Most Admired Knowledge Enterprise Award” .

We know that this is just the end of initial journey. We will continue our journey further, to share more, to multiply the knowledge internally and externally.
CONGRATULATION for the achievement and share my gratitude to your whole Team, let’s celebrate it.

With warm Regards
Josef Bataona

Baca juga:
The Story of Butterfly
Sharing the Story of Butterfly

Bookmark and Share

10 Responses to Tumbuhkan Budaya Learning & Sharing

  1. gilang says:

    nice sharing pak josef,sayang banyak perusahaan yang belum menyadari pentingnya KM.
    ditunggu sharing lainya pak tentang terobosan dan aplikasi KM yang bisa menarik minat karyawan untuk sharing pengetahuanya
    thank’s

    • josef josef says:

      Terima kasih Gilang. Saya tidak henti2nya diberbagai forum berbagi tentang KM. Sudah banyak response positif yang saya tahu, walau PR kita semua masih banyak. Blog ini adalah bagian dari komitmen saya untuk berbagi. Salam

  2. Octavianus Budi Hartono says:

    Sangat setuju dengan artikel di atas dikarenakan begitu banyak pengetahuan yang pergi ketika seseorang resign dari tempatnya bekerja yang apabila tidak disharing bisa menjadi hal yang dapat berpotensi merugikan perusahaan.

    Sharing yang penting dilakukan ada 2 jenis yang pertama adalah sharing mengenai hal/kesalahan yang pernah dilakukan seseorang. Hal ini agar kesalahan yang sama tidak berulang. Namun sayangnya tidak semua orang bersedia menceritakan kesalahan yang pernah dilakukan di masa lalu dikarenakan malu pernah membuat kesalahan.

    Yang kedua adalah sharing pengalaman mengambil keputusan yang pernah dilakukan dengan segala pertimbangannya. Mulai dari sebelum keputusan diambil, keputusan diambil hingga dampak yang terjadi setelah keputusan diambil.

    Dan setuju budaya sharing harus dimulai dari atas hingga bawah dan dilestarikan.

    Namun sayangnya tidak semua orang berkenan membagi pengetahuan dan pengalaman yang dimilikinya dengan alasan-alasan seperti takut disaingi, takut habis, malu atau pun alasan yg lainnya padahal dengan kita berbagi kita justru akan mendapatkan lebih banyak.

    Semoga hal di atas bisa diterapkan di Danamon yach Pak. Dengan blog ini sih sudah merupakan langkah yang sangat baik.

    • josef josef says:

      Dear Octavianus, terima kasih tanggapan positifnya yang menegaskan pentingnya Membangun budaya sharing & learning. Sharing kesalahan termasuk paling sulit, tapi bukannya tidak mungkin. Di posting di kemudian hari akan saya sharing tentang ini.
      Bola telah bergulir di Danamon, mudah2an bisa berjalan lebih cepat. Salam

  3. dayurifanto says:

    Salut pak, tulisan – tulisannya menginspirasi dan jadi semacam oasis bagi yg haus akan thd praktik2 di dunia HR.
    rasanya perusahaan wajib memfasilitasi sharing begini yang bikin karyawan jadi betah, yang tua jadi dihargai dan diuwongke. dan berbagi pun sudah mendapat hadiah dari yang kuasa berupa : amalan pahala 🙂
    keep posting pak, hormatt

    • josef josef says:

      Dear Dayurifanto, terima kasih. Sambil menunggu perusahan mengambil inisiatif, mari kita masing2 memulai langkah untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang kita punyai kepada sahabat2 kita

  4. dayu says:

    Ah saya salut sama Pak Josef, tentunya sibuk, tapi sempatkan bahkan bisa membalas komentar :), angkat topi.

    • josef josef says:

      Terima kasih Dayu, Ini bagian dari janji saya waktu membuat blog ini: yaitu saya harus menulis dan posting tiap selasa dan jumat pagi. Dan siapa saja yang memberi komentar, akan saya balas, agar yang bersangkutan tahu kalau saya memang membaca komentarnya, tetapi yang terpenting ada dialog terjadi di blog, yang terkadang muncul email atau telpon untuk penjelasan lebih lanjut. Dan Dayu tahu dimana saya menjawabi komentar ini ? Dalam mobil dalam perjalanan menuju Bandara untuk penerbangan ke Lombok. Sekali lagi terima kasih

  5. Ong Tek Tjan says:

    Dear Pak Josef, nice sharing, Pak. Budaya learning membuat organisasi yang sudah tua menjadi selalu dalam keadaan muda…

    • josef josef says:

      Terima kasih Ong. Organisasi yang sudah tua, juga bermakna banyak pengalaman yang dimiliki. Dengan sharing, akan muncul juga ide2 segar yang akan bisa digunakan oleh generasi penerus

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Connect with Facebook

Kisah Rp 10.000,00 yang Mengubah Hidupku

Recent Comments

josef:
Most welcome coach Wiwin, Be ready for our next exciting project. Thank you for your meaningful contribution.

Herry Windawaty:
Always Inpiring Coach JB. Thank you for the opportunity for us to contribute

josef:
Terima kasih sama2 Helda, saya tak mungkin jalan sendiri tanpa Helda dan teman2 lainnya. Perjalanan kita bisa...

helda Manuhutu:
trully…and really proud pernah ada dlm journey itu di bawah asuhan bapak…dan bs...

josef:
Terima kasih Suster untuk menggaris-bawahi pentingnya memaknai hidup dari hati. Angka lima itu adalah kelima...


Recent Post

  • Buku “LEADER as MEANING MAKER” oleh Josef Bataona
  • Coaching and Inner Guidance
  • Kejutan Yang Menyenangkan
  • Kecerdasan Para Humoris
  • Caring and Engagement
  • Sehat Jiwa dan Raga
  • Mendengarkan Dengan Hati
  • Happy Together at Home: Virtual Hi-Tea
  • Positive Leadership
  • Kami Belajar WE-MINDSET